Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



30 menit berlalu


"Alhamdulillah sudah selesai" gumam Clara yang kini memasukkan pensilnya di dalam tasnya.


Clara menatap jendela,ia melihat di luar ruangan yang menampakkan lapangan sekolah, ia teringat dengan Kanaya yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu. Rasa rindu yang ia tahan selama ini akhirnya dapat terpenuhi dengan bertemu dengan gadis kecil yang selama ini memanggilnya dengan sebutan mama sedangkan ia pun terlihat bahagia dengan sebutan yang di berikan oleh Kanaya.


"Tak perlu tergesa-tergesa, jawab dengan teliti dan ulangi baca soal yang ada di kertas kalian!" ucap Andika.


"Clara, kamu sudah selesai?" tanyanya yang kini ada di depan Clara.


"Sudah pak" jawab Clara yang kini memberikan kertas jawabannya kepada Andika.


"Sudah di baca kembali jawabannya?" tanya Andika.


"Hemm" jawab Clara dengan menganggukkan kepalanya.


Sedangkan Andika yang melihat Clara pun menganggukkan kepalanya lalu berjalan melihat murid yang lainnya.


Bel sekolah pun terdengar, semua murid nampak tergesa-gesa,takut dengan jawaban soal yang mereka tulis. Berbeda dengan murid lainnya Clara terlihat santai dengan bernapas legah dengan melewati ujian nasional.


"Ara ...!" panggil Viona yang kini menepuk punggung Clara.


"Iya" jawabnya dengan membuka makanan di dalam toples yang ada di tasnya.


"Ini siapa yang kasih?" gumamnya yang kini melihat toples dengan memutar menatap toples yang ia pegang.


"Isss kamu yang bawa masa tanya sama ku, gimana sih?" ucap Viona yang kini melihat tangan Clara.


"Apa mami yang kasih?" sambung Viona dengan melihat Clara.


"Mungkin si, di coba Vio. kalau enak nanti aku ambil juga ...." jawabnya dengan tangan yang membuka tutup toples yang ada di tangannya.


"Wah camilan Ara, sepertinya enak ini" ucap Viona yang kini mengambil makanan yang ada di dalam toples.


"Enak?" tanya Clara yang kini melihat Viona yang terlihat mengunyah makanan yang ada di depannya.


"Heem, enak Ra ...." jawab Viona.


Clara yang melihat Viona yang terlihat menikmati makanan yang ada di toples pun mengulurkan tangannya mengambil makanan yang ada di toples di dalam tasnya. Ia tak banyak berbicara, ia terlihat menikmati makanan yang ia pegang. Terlihat Clara dan juga Viona yang sama-sama bersama bercerita dengan ditemani camilan yang ada di depan mereka.


Sedangkan di lain tempat terlihat seseorang yang kini tersenyum melihat Clara yang terlihat senang dan suka dengan apa yang ada di dalam toples.


Gelak tawa Clara dan juga Viona terlihat bahagia apa lagi makanan yang di berikan sama sekali tak ada yang di lewati, semua varian rasa dan juga semua yang ada di dalam toples terlihat abis tak tersisa oleh keduanya. Kedekatan Clara dan juga Viona membuatnya memberikan semua varian menjadi dua agar mereka sama-sama bisa merasakan. Senyuman di bibirnya terlihat jelas, rasa bahagianya saat melihat seseorang yang beberapa hari ini membuatnya tak jenuh untuk menatapnya. Walaupun respon yang terlihat dingin namun membuatnya seakan tertantang dengan perempuan yang saat ini sedang duduk bersantai.


Beberapa hari yang lalu, ia teringat dengan Clara yang membuatnya kesal sekaligus kagum dengan apa yang ada pada diri Clara. Clara yang apa adanya dan Clara yang terlihat santai saat berhadapan dengannya. Tak seperti murid yang lainnya yang terlihat gugup dan juga takut dengannya yang dikatakan guru killer, julukan Guru Killer tak membuat Clara takut namun justru membuat Clara seakan mendapatkan Guru yang sepadan dengannya. Untuk kepintaran yang di miliki Clara terlihat biasa, namun siapa sangka jika kepintaran yang dianggap biasa adalah kepintaran yang luar biasa. Sifat dan sikap Clara yang cuek membuat Andika kagum dan memiliki rasa suka.


Pria yang berusia 25 tahun itu terlihat melihat Clara ,senyuman dibibirnya tak pernah lepas dari bibirnya.


"Bagaimana pun kamu akan menyukai saya Clara ...." ucapnya dengan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat di mana ia bisa melihat Clara.