Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Ayo ...!"


Clara pun menatap orang yang saat ini ada di sampingnya. Tatapannya tak teralihkan melihat seseorang yang dengan setelan pakaian santainya.


"Ayo Ra " ucap Viona yang kini menggoyangkan tubuh Clara yang kini sedang terdiam.


"Hahh ..., "


"Ahh, iya Vi " ucap Clara lalu berjalan mengikuti langkah Viona yang saat ini ada di depannya.


"Duduk di depan!" ucap Vian yang kini sedang mengaitkan sabuk pengaman di bahunya.


Sedangkan Clara yang sudah duduk di kursi belakang menatap depan melihat Vian yang kini nampak diam sembari menunggu dirinya pindah tempat.


"Duduk di depan aja, Ra ...." ucap Viona yang kini masih berdiri di samping mobil milik Vian.


"Hem, oke " jawab Clara yang kini turun lalu pindah ke bangku depan bersampingan dengan Vian.


"Titip Clara ya Kak, ingat jangan sampai lecet atau bikin dia badmood" ucap Viona yang kini menatap sang Kakak.


"Iya cerewet!" ucap Vian yang kini menghidupkan mesin mobilnya.


"Bye, Ra ...." ucap Viona yang kini melambaikan tangannya menatap sahabatnya.


"Bye, Vi. Titip anak ku ya " ucap Clara yang kini tersenyum menatap Viona.


Viona pun menganggukkan kepalanya lalu jarinya membentuk huruf seperti memberi tanda ok.


...----------------...


Setelah mobil melaju dan tak terlihat beberapa menit kemudian ada sebuah mobil sport berwarna putih menghampiri Viona yang kini melangkahkan kakinya ingin masuk di dalam rumahnya.


"Viona ...." panggil seseorang yang kini ada di depan gerbang rumah milik Viona.


Viona yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh melihat ke arah belakang, ia menatap seseorang yang ada di depannya.


"Siapa ?"tanya Viona yang terlihat bengong menatap Laki-laki yang saat ini menghampirinya serta memanggil namanya.


Sedangkan Viona terlihat menatap Laki-laki yang mengaku bernama Rafa.


"Hey, are you Ok?" tanya Rafa yang saat ini menatap Viona.


"Hahhh ..., Ah iya"


"Sorry, cari siapa sayang?" ucap Viona yang kini menatapnya


"Ahh, sorry kak. Ni mulut gak ada remnya kalau liat yang bening gini" sambungnya yang kini terlihat menyengir memperlihatkan senyuman manisnya.


Sedangkan Rafa hanya tersenyum melihat sahabat adiknya yang terlihat gugub saat berhadapan dengannya.


"Aduh sampai lupa, keponakan saya di dalam sendirian sayang ..., ehh kak" ucap Viona yang kini berlari menuju kamar Kanaya dengan tergesa-gesa.


"Ehhh, tunggu!" ucap Rafa yang kini terpaksa mengikuti langkah Viona yang berjalan


"Masuk saja, gak perlu takut aku bakal aneh-aneh sama kamu kak" ucap Viona yang kini nampak mengulurkan tangannya menggedong tubuh Kanaya yang kini terlihat duduk di kamar.


"Dia anak kamu?" tanya Rafa yang kini nampak ingin melihat wajah Kanaya yang memunggunginya.


"Dia keponakan saya, lebih tepatnya anak dari kakak saya" jawab Viona yang kini melangkahkan kakinya keluar dari kamar, sedangkan Rafa pun mengikuti langkah kaki Viona yang kini menuju pintu luar rumahnya.


"Hemm ..., ibunya di mana ?" tanya Rafa yang kini diam menatap Viona yang menggendong Kanaya.


"Entahlah kak, dari dia datang di rumah sampai sekarang saya ga pernah bertanya atau memusingkan menambah fikiran yang seperti ini" jawab Viona yang kini tersenyum menghibur Kanaya yang saat ini sedang bertanya di mana kah ayahnya.


"Hem "


"Baiklah kalau begitu tolong beri tahu saya jika mereka telah sampai di rumah" ucap Rafa yang kini berjalan meninggalkan Viona yang kini masih berdiri dengan menggendong Kanaya.


Sedangkan Viona nampak diam menatap langkah kaki Rafa yang meninggalkan dirinya dengan masih menggendong Kanaya.


"Jadi dia tau jika Clara di antar oleh Kak Vian?" batin Viona yang menatap mobil Rafa yang telah hilang.


"Ah entahlah ...." Sambungnya dengan menutup pintu lalu mencium pipi gembul Kanaya.