Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Ia sudah bahagia dengan mama sambungnya, untuk kehadiran kamu tidak ada gunanya lagi. Lebih baik kamu kubur saja harapan kamu ingin bertemu dengan Putri saya!" ucap Vian yang terlihat santai akan tetapi begitu tegas saat di dengar.


"Bagaimana pun ia juga anak ku Vian! ia juga butuh kasih sayang dari ku. Dan aku lah ibu kandungnya" jawab sang wanita yang kini menatap Vian.


"Butuh kasih sayang dari kamu, kamu ibu kandungnya?" ucap Vian yang menatap wajah wanita.


"Iyaa kamu ibunya akan tetapi aku melupakan jika ia butuh kasih sayang dari kamu, ia tak membutuhkan kamu karna saat ini sudah mendapatkan seorang ibu yang lebih dari kamu" tegas Vian yang terlihat menatap sang wanita yang saat ini menatapnya.


"Tapi Vian, aku juga mempunyai hak asuh untuknya, putri kita juga harus tau bahwa akulah ibunya dan bukan perempuan yang selama ini dengan putri kita" jawab perempuan cantik yang kini menatap sendu Vian.


"Sudah lah Wild, jangan menguji kesabaran ku. Aku sudah tenang tanpa adanya kamu, putri ku pun tak mencari kamu selama ini ia baik-baik saja tanpa kamu "ucap Vian yang kini menatap wanita yang pernah mengisi hatinya, yang rela kehilangan sahabat baiknya karna rasa cintanya terhadap Wilda membuat dirinya menghianati persahabatanya.


"Kamu jangan melupakan semuanya Vian! aku yang mengandung aku juga yang melahirkannya. aku pum berhak atas semuanya" ucap Wilda dengan mata yang nampak memerah melihat Vian.


"Shtttt.. andai semuanya kamu ucapkan dahulu dan masih menginginkan kamu tak akan aku mengelak semuanya Wild! tapi sayang di saat aku sudah benar-benar melupakan mu di saat ini juga kamu datang dengan membawa pernyataan bahwa kamu adalah ibunya. Sungguh aku oun kaget mendengarkan ucapan ya g keluar dari bibir kamu" jawab Vian yang kini menatap wanita yang dahulu begitu ia cintai, akan tetapi tatapan itu kini terlihat dingin dan sama sekali tak ada tatapan hangat yang dahulu ada.


"Sungguh maafkan aku Vian" ucap Wilda yang kini menatap wajah Vian yang penuh dengan penyesalan.


"Sudah lama aku melupakan semuanya dan sudah lama aku memaafkan kamu" jawab Vian.


"Ku mohon tolong jangan ganggu aku dan juga putri ku, kami sudah bahagia bersama dengan keluarga baru ku" sambung Vian yang kini menatap Wilda.


"Aku ingin bertemu dengan putri kita Vian, tolong izinkan aku untuk menemuinya" ucap Wilda yang kini menatap Vian dengan tatapan memohon.


"Saat ini aku sedang sibuk Wild, ku harap kamu mengerti" ucap Vian yang kini mengambil ponsel dan kunci mobil di atas meja lalu berdiri dan meninggalkan Wilda yang saat ini terdiam menatap punggung Vian yang mulai menjauh darinya.


Terlihat Wilda yang terdiam melihat Vian yang sudah menjauh,ia pun tak bisa menahan Vian yang pergi karna bagaimana pun ia tau atas kesalahan fatal yang telah ia lakukan, kesalahan di mana ia yang meninggalkan Vian dan juga putri kecilnya yang saat itu juga membutuhkan kehadirannya akan tetapi tidak ia sadari dirinya pergi tanpa melihat bagaimana keadaan sang putri yang saat itu pun sedang sakit dan sangat menginginkan kasih sayangnya,jangankan memeluk atau melihatnya saat bayi itu terlahir Wilda dengan tega meninggalkan Vian dan putri kecilnya tanpa memperdulikan putri yang baru ia lahirkan.