Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Ada pekerjaan yang harus saya urus tadi Ra, maafin saya" ucap Vian pada akhirnya.


Tapi sayang,ucapannya sia-sia.Panggilan ponselnya sudah terputus karna telponnya telah di matikan oleh Clara, tanpa ingin mendengar ucapan Vian.


"Bagaimana bisa aku menyukai gadis yang seperti ini"gumam Vian yang terlihat memijit keningnya yang terasa nyeri.


Fikirannya bukan karna Wilda yang menemuinya akan tetapi fikirannya terfokus tentang bagaimana ia menghadapi Gadis yang saat ini telah meluluhkan hatinya.


1 jam kemudian Vian pun sampai di hotel, di mana saat ini sang putri dan juga Viona berada.


ia memarkirkan mobilnya dan melangkahkan kakinya dengan tangan yang membawa bingkisan makanan untuk ketiga perempuan yang sedang menunggu Vian.


"Assalammualaikum" ucap Vian yang kini tersenyum melihat mereka yang saat ini sedang tertawa karna ulah sang putri,Kanaya.


Kanaya yang mengenali suara sang papa pun menoleh dan langsung berlari menemui Vian. Tangannya terlentang memberi isyarat ingin meminta gendong, akan tetapi tangan Vian terangkat di udara saja tanpa bisa menyentuh sang putri.


"Mandi lalu sholat dulu kak, setelah itu kita makan bersama. Kami menunggu mu di sini" ucap Clara yang kini sudah menggendong tubuh gembul Kanaya di dalam pelukannya.


sedangkan Vian hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Clara yang sebegitu posesifnya dia menjaga dan merawat sang putri.


"Semoga tidak ada rintangan lagi Ra, agar aku bisa memiliki kamu dan menjadi ibu sambung untuk Kanaya "batinnya dengan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


"Mana papa sayang, itu papa siapa coba ?" ucap Clara yang terdengar samar-samar dengan bertanya dengan Kanaya.


Clara tertawa gemas dengan suara Kanaya yang terdengar lucu jawaban gadis kecil yang terlihat begitu polos membuat Clara seakan mengingat masa kecilnya dahulu.


30 menit berlalu, Vian keluar dari kamar mandi dengan setelan santai. Celana pendek serta baju kaos berwarna putih. sedangkan Clara yang melihat Vian pun menatapnya tanpa berkedip memperhatikan bagaimana lelaki yang saat ini terlihat begitu tampan di pandang.


"Om Vian kan?"tanya Clara yang memperhatikan Vian.


"Hem kenapa Ra?" ucap Vian yang memperhatikan Clara yang saat ini menatap dirinya.


"Enggak hanya saja aku merasa Om berubah, Om lebih muda dan juga Frest" ucap Clara.


"lebih frest emangnya aku apa?"tanya Vian yang menatap Clara.


"Duda frest, yang ga pernah ada bosennya yang selalu jadi impian setiap perempuan" gumam Clara yang tersenyum lalu meninggalkan Vian yang saat ini diam melihat dirinya.


"Ada-ada saja kamu"ucap Vian yang mendengarkan ucapan Clara walaupun suaranya tak sepwrti biasanya.


...----------------...


"Lalu?" ucap Clara yang kini membuka suara melihat Vian yang terlihat menghembuskan napasnya yang terdengar berat.


"Lalu tak lama kemudian kamu mengetahui semuanya Ra, yang saat itu juga ada masalah di perusahaan membuat ku harus fokus pada semua yang sedang aku lakukan, tanpa aku sadari aku melepaskan kaca mata yang bertengker di hidung ku.


"Hmmm ...,"


"Setidaknya semua alasan Om sudah aku dengar semuanya"ucap Clara yang kini memutar mutarkan penanya di meja.


"Ara?" panggil Vian yang menatap wajah Clara dengan tatapan yang begitu memuji.


"Hm" jawab Clara yang kini masih pokus pada Ponselnya.


"kalau aku berbicara tolong lihat aku Ra" ucap Vian yang memperhatikan Clara yang terlihat senyum saat menatap ponselnya.


"Kamu lihat apa si?" tanya Vian yang kini penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Clara.


"Cogan" ucap Clara yang masih menatap ponselnya.


Vian yang mendengar pun seketika merubah raut wajahnya yang tampak tak bersahabat.


"Coba lihat"ucap Vian yang penasaran.


"Cogan siapa si, dari tadi mengganggu saja, membuat kamu tak bisa mengalihkan tatapan dari ponsel" Gumam Vian yang masih terdengar oleh Clara.


Clara pun tak menggubris ucapan Vian, ia masih setia pada ponselnya, sedangkan Vian kini berpindah tempat melihat Clara yang mengscroll gambar.


"Mana?" tanya Vian yang kini melohat Clara yang masih diam.


"Mau lihat? "tanya Clara balik dengan melihat Vian.


"Iya" jawab Vian dengan penasaran.


"Dia tampan, sangat tampan. Tampannya tak bisa aku jelaskan, sehingga membuat ku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya."ucap Clara yang menceritakan ciri-ciri lelaki yang di katakan cogan oleh Clara.


"Ini"ucap Clara yang memberikan ponselnya kepada Vian.


"Ini !"ucap Vian yang menatap wajah Clara....