Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Malam, Mi Pi" ucap Clara yang kini tersenyum melihat kedua orang tuanya yang datang menghampirinya.


"Clara sudah sholat ?"tanya Eka yang kini menatap sang putri yang sedang menyiapkan hidangan makan malam.


"Sudah, Mi" jawab Clara yang kini tersenyum dengan mengambil piring untuk Albert dan juga Eka.


"Bagaimana kuliahnya, Nak?tanya Albert yang kini meletakkan ponselnya di meja. Dengan melihat Clara yang kini memberikan nasi dan juga sayur di piring.


"Alhamdulillah, Pi. semua seperti Papi inginkan" jawab Clara yang kini telah duduk berhadapan dengan Eka dan juga Albert.


"Syukurlah, jika ada sesuatu yang membuatmu kesulitan jangan pernah sungkan untuk memberitahu Papi" ucap Albert yang kini tersenyum melihat sang putri yang semakin dewasa.


"Pasti, Papi dan juga Mami tak usah khawatir" jawab Clara dengan tersenyum.


Albert pun menganggukkan kepalanya lalu tangannya perlahan menyendok makanan yang telah di ambilkan oleh Clara.


Hening tiada suara yang menjadi perbincangan, hanya ada suara sendok dan juga piring yang berbunyi.


Keesokkan harinya.


Clara yang kini sedang membaca buku dengan kaca mata yang bertengker di hidungnya nampak serius, sedangkan orang-orang yang ada di kelas sibuk dengan kegiatan masing-masing tanpa ingin melihat buku, suara berisik di dalam ruangan tak membuat Clara enggan belajar apa lagi tergoda dengan teman-temannya yang ingin keluar atau bercerita.


Begitu juga dengan orang yang saat ini terlihat serius menghadap laptopnya yang duduk di pojokkan tanpa ada yang tau apa yang dilakukannya.


1jam terlewati dengan belajar sendirian, sedangkan laki-laki yang ada di barisan belakang Clara masih sibuk dengan apa yang ia lakukan didepan laptopnya.


Panggilan terabaikan, Nata tak mendengar panggilan dari Clara. Sedangkan Clara terlihat mencoba memanggil Nata akan tetapi sia-sia, Nata yang fokus dengan laptopnya membuat Clara melangkahkan kakinya menuju bangku Nata.


"Nata!" panggil Clara yang kini telah duduk menghadap Nata yang masih belum menyadari adanya Clara.


Clara menepuk keningnya melihat bagaimana Nata yang menatap layar laptopnya dengan kening yang terlihat berkerut, tanpa di duga Nata melepaskan kaca matanya dengan menatap layar laptop, serta tangan yang tanpa sengaja merapikan rambutnya membuat dirinya cukup di kenali oleh Clara. Clara melototkan matanya melihat apa yang saat ini di depannya.


"Kak Vian!" ucap Clara yang kini menggeser laptop milik seseorang yang ada di depannya.


"Ara" ucap Vian yang kini terlihat kaget dengan apa yang dia lakukan.


"Lanjutkan saja memeriksa semua emailnya, aku menunggu di kantin" ucap Clara yang kini melangkahkan kakinya pergi dari Vian.


"Oh shitt, terlalu ceroboh. Bagaimana jika dia menjauh dan tak akan mau bertemu dengan ku?" batin Vian yang kini menepuk keningnya.


Vian menatap layar laptopnya mengetik sesuatu setelah itu ia pun menutup laptopnya dan membereskan semua yang ada di meja.


Laptopnya ia masukkan ke dalam tas, setelah itu ia pun berjalan menyusul Clara yang saat ini di kantin. Dalam langkah kakinya ia sibuk merutuki kecerobohan nya yang membuat penyamarannya terbongkar, ia takut dengan apa yang ia lakukan membuat dirinya dan juga Clara menjauh akan tetapi semua yang ia fikirkan membuat dirinya merasakan sakit di kepalanya. entah apa yang akan di lakukan di hadapan Clara karna kebodohan yang ia lakukan selama ini semata-mata agar dirinya bisa menjaga dan juga dekat dengan gadis cantik yang saat ini membuatnya dalam ketakutan kehilangan.


......................


...Jangan menyesali dengan apa yang telah kau terima saat ini, suka ataupun duka adalah sebuah pelajaran untuk menjadikan mu lebih dari sekarang, jangan pernah merasa sendiri atau tak akan mampu karna setiap pelajaran akan ada jawaban .......


...Sny...