
Hanya hening tak ada suara, baik Clara dan juga Rafa hanya terfokus dengan makanan yang ada. Mereka telah terbiasa makan tanpa suara hingga makanan habis baru lah saat itu mereka bicara.
Berbeda dengan Clara dan juga Rafa yang sedang menikmati makanannya kini terlihat Albert yang serius berbicara dengan seseorang di ruangannya.
"Buktikan jika itu semua nyata, saya harap kamu jangan pernah berfikir macam-macam" ucap Albert dengan raut wajah yang sulit di artikan.
"Bagaimana mau macam-macam satu macam saja sudah membuat ku takut" gumamnya yang kini menepuk keningnya.
"Baik" jawab seseorang yang kini melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan milik Albert.
"Membuat pusing saja!" ucap Albert dengan mengambil rokok di dalam Laci.
Saat ia sedang menikmati hembusan asap yang keluar dari hidungnya, saat itu juga pintu kembali di ketuk.
Tok tok tok (Bunyi pintu)
"Masuk" ucap Albert.
"Sayang ...," ucap Eka, yang kini melihat Albert dengan tatapan yang sulit di artikan.
Albert yang tau akan tatapan sang istri pun meletakkan rokok yang ada di balik jarinya lalu memutar hingga api yang ada diujung rokok mati.
"Sejak kapan merokok lagi?" tanya Eka yang kini duduk berhadapan dengan Albert.
"Sayang aku bisa jelasin semuanya" ucap Albert yang terlihat bingung.
"Ah sudahlah lupakan saja!" ucap Eka yang kini terlihat mengeluarkan sebuah kertas yang di keluarkan olehnya di balik tasnya.
"Ini apa?" tanya Albert yang kini menatap Eka dengan serius.
"Lihat dan baca Mas" ucap Eka yang kini menatap Albert.
"Jadi Rafa mau menyusul Clara?" tanya Albert.
"Bukan mau lagi, tapi dia sudah ke sana bersama dengan Clara" ucap Eka dengan tersenyum.
"Lalu,biarkan Rafa mengejar cita-citanya. Aku ingin putra kita melanjutkan kuliahnya di universitas sama dengan Clara." ucap Eka.
"Apa pun keputusan kamu aku dukung " jawab Albert dengan wajah bahagia.
"Terimakasih sayang" sambung albert dengan melangkahkan kakinya menuju Eka yang saat ini sedang duduk menatapnya.
"Untuk ?"tanya Eka yang kini telah berhadapan dengan Albert.
"Semuanya, sudah menjaga anak-anak tanpa memandang anak kandung ataupun bukan. sudah menjadi Mami yang begitu sabar dan juga kuat, dan sabar dengan hidup bersama ku walaupun kamu selalu ngomel marah gak jelas tapi semua itu membuat ku semakin memahami kamu" ucap Albert yang kini menatap sang istri.
Eka pun tersenyum menatap Albert.
"itu semua adalah kewajiban ku Mas! jika aku mencintaimu maka aku juga harus mencintai apa yang ada padamu. Kekurangan mu adalah kelebihanku, begitu pun dengan kekurangan yang ada pada ku adalah kelebihanmu. Kita saling menguatkan, kuta saling memahami dan kita selalu ada baik suka ataupun duka" ucap Eka dengan tersenyum menatap wajah Albert.
"Yang terpenting adalah sabar dengan apa yang saat ini kita lewati" sambung Eka dengan tangan yang menyentuh wajah Albert.
"Aku mencintaimu" ucap Albert yang kini mengecup kening sang istri, Eka.
"Aku pun sama, aku mencintai kamu apa adanya bukan karna ada apanya" ucap Eka dengan menatap Albert.
"Terimakasih sayang" ucap Albert dengan tersenyum menatap sang istri. Wajahnya mendekat berhadapan dengan Eka yang kini terlihat tersenyum. Saat wajahnya mendekat beberapa centi saat itu juga ponsel milik Eka berdering membuat Eka mengalihkan wajahnya dan mencari ponselnya di tas.
"Siapa?" tanya Albert yang kini menatap sang Istri.
Prov Author.
Lagii mau romantisan Ehhh ada gangguan🤣🤭
... Hubungan antara laki-laki dan perempuan itu adalah sebuah Komitmen yang harus di pertahankan, saling percaya, terbuka atau jujur dan menjaga komunikasi. ...
...Laki-laki bisa di percaya lewat kata-katanya melalui perlakuannya cara ia menepati. Cara ia bertutur kata dan juga menjaga setiap apa yang ia katakan .......
^^^sny^^^