Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Saya berteman jika saya ingin dan ada rasa nyaman di hati" sambung Clara yang kini menatap ketiga lelaki yang saat ini hanya bisa menatap takjub Clara.


"Sorry" ucap salah satu pria yang telah membuat Nata terjatuh.


"Tak masalah " jawab Nata dengan suara yang terdengar tak asing di telinga Clara.


Clara memperhatikan laki-laki yang saat ini ada di depannya, akan tetapi dengan cepat ia alihkan pemikiran tentang masa lalunya.


"Ada apa?" tanya Clara yang kini menatap Nata yang saat ini terlihat mencari sesuatu di bawah.


"Ah tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi ke toilet dulu ya Ara ...." ucap Nata yang kini cepat melangkahkan kakinya meninggalkan Clara yang saat ini sedang menatap dirinya.


"Ara atau Ra ya dia panggil tadi?" gumamnya yang berfikir nama panggilan yang selalu di sebut oleh keluarganya dan orang yang dekat dengannya.


"Ah terserah lah" sambungnya dengan menepis panggilan yang diucapkan oleh Nata.


Clara menikmati semangkuk bakso yang ia pesan dan tak lama saat bakso yang dipesannya sampai saat itu juga Nata kembali dengan wajah yang terlihat tersenyum melihat Clara.


"Makan baksonya, nanti keburu dingin" ucap Clara yang kini terlihat menyantap makanannya tanpa berbicara.


Hanya ada keheningan di antara mereka, hingga tanpa terasa satu mangkok bakso pun habis begitu pun dengan Nata yang kini terlihat mengusap mulutnya dengan tisue.


"Setelah ini kamu mau pulang ?" tanya Clara yang kini menatap wajah Nata.


"Mau ke perpustakan dulu, ada buku yang mau di cari. Ada apa Clara?" tanya Nata yang kini mendongakkan kepalanya melihat Clara.


"Mau bareng pulangnya, kebetulan mobil lagi di bengkel. Sekalian kamu pulang aku mau mampir di bengkelnya untuk ambil mobil" ucap Clara yang menatap Nata.


"Wajahnya seperti tidak asing" batin Clara yang kini menatap Nata dengan terus-terusan.


Sedangkan Nata yang paham dan tau bagaimana Clara ia pun terlihat santai seakan tidak ada yang ia tutupi.


"Tak masalah, asal tenaga mesinnya bagus dan nyaman untuk di tumpangi gapapa aku mau" ucap Clara yang kini tersenyum manis.


"Oke, Ra" ucap Nata dengan tersenyum balik melihat Clara. Nata menghidupkan mesin motor bututnya, dengan pakaian yang terlihat kuno membuat Clara tak masalah dengan mengenal Nata.


Clara dan juga Nata kini telah menyelusuri jalanan menuju bengkel yang lumayan jauh dari kampusnya, beruntungnya jalanan terlihat ramai sehingga tak membuat Clara takut adanya orang jahat yang akan menghalangi jalan mereka.


Akan tetapi harapan tak sesuai kenyataan, jalanan ramai tapi membuat mereka terjebak oleh kemacetan dan juga ponsel milik Nata yang selalu berdering membuatnya sulit untuk mengangkat ponsel jika ada Clara yang saat ini bersamanya.


"Hpnya bunyi,Nat"ucap Clara yang kini memperhatikan Nata lewat kaca spion.


"Masih di jalan, gak boleh main hp Ra" ucap Nata dengan masih mengabaikan ponselnya yang berdering.


"Terserah kau saja" ucap Clara yang kini menatap jalanan.


"Berisik bunyi mulu, ga enak di lihat orang" gumam Clara yang kini menatap jalanan yang masih terlihat macet.


"Ada apa si di jalanan?" tanya Clara yang hendak turun akan tetapi di tahan oleh Nata.


"Mau kemana? " ucap Nata yang kini melihat Clara.


"Aku mau lihat, ada apa di depan" ucap Clara yang kini melangkahkan kakinya maju kedepan.


Clara pun turun lalu melihat ke arah depan, ada keramaian yang membuat kemacetan dijalanan begitu lama.


"Ara ayo" ucap Nata yang kini sudah ada di samping Clara.


"Ohh oke" ucap Clara yang kini sudah naik di atas motor bersama dengan Nata.