Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Mas" ucap Eka yang kini melihat Albert yang hendak melangkahkan kakinya keluar.


"Demi Putri kita semuanya ini, jangan pernah takut untuk melepaskan. Yakin dan juga berdo'a lah agar putri kita selamat dan juga sukses hebat menjadi wanita yang kuat sama seperti kamu" ucap Albert dengan mencium kening Eka, sang istri.


Dan tak lama kemudian Clara masuk di dalam mobil dengan di susul oleh Albert yang kini menatap sang istri dengan tersenyum. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Sedangkan Eka hanya diam menatap mobil yang melaju dengan membawa Clara yang mulai menjauh dari pandangannya.


Rafa yang melihat Eka yang hanya menatap jalanan pun hanya bisa menatap sendu sang Mami.


"Putri Mami akan sukses dan menjadi wanita yang hebat sama seperti Mami" ucap Rafa yang kini tersenyum melihat Eka.


Sedangkan Eka pun hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Aamiin, kamu juga harus menjadi putra Mami yang hebat dan juga sukses Nak. Lanjutkan kuliah mu lagi ambil lah jurusan yang kamu mau" ucap Eka yang kini menatap Rafa, sang putra.


"Entah lah Mam, sepertinya cukup sekolahnya jangan lagi" ucap Rafa.


"Bukannya kamu menginginkan menjadi seorang psikolog?" tanya Eka yang kini menatap Rafa.


"Juga belum memikirkan itu lagi Mam, cita-cita ku terhalang sama jurusan lain" ucap Rafa yang kini mengambil toples di meja.


"Jurusan makan dan rayu perempuan ya" jawab Eka yang kini menatap sang Putra yang memasukkan roti ke dalam mulutnya.


"Hemm, betul Mam" ucap Rafa dengan santai.


"Terimakasih Mami" ucap Rafa yang kini tersenyum.


"Ibu sambung,tapi seakan menjadi ibu kandung." Ucap Rafa dengan menatap punggung sang Mami yang menjauh darinya.


Berbeda dengan Rafa saat ini, terlihat Albert dan juga Clara yang berpelukkan.


"Jaga diri baik-baik dan jangan pernah melakukan kesalahan yang dapat merugikan diri sendiri Ra, ingat bahwa kamu harus sukses dan juga menjadi diri sendiri mulai sekarang, jaga diri jangan mengikuti hal-hal yang dapat merugikan kamu" ucap Albert dengan melepaskan pelukkannya kepada sang Putri.


"Iya Pi, Clara pasti ingat semuanya. Ara janji tidak akan melakukan kesalahan yang dapat membuat Ara rugi dan Ara janji akan sukses hingga membuat kalian bangga" ucap Clara yang kini mencium punggung tangan Albert.


"Aamiin" ucap Albert dengan tersenyum.


Ditengah senyuman Ara dan juga Albert ada sepasang mata yang melihat dari kejauhan. Senyuman kebahagiaan akan tetapi rasa menyesal dan juga takut tersimpan jelas di dalam hatinya. Menatap kepergian Clara yang kini mulai menjauh seiring pesawat yang mulai tertutup oleh awan.


"Maaf" ucapnya yang kini melangkahkan kakinya.


"Jika ia jodoh mu, maka ia akan kembali padamu dan kalian akan berjumpa dengan perasaan yang sama. akan tetapi jika ia kembali dengan rasa yang beda maka mungkin saja itu adalah rasa dia yang dahulu yang selalu kamu abaikan yang harus kamu rasakan juga" ucap Albert yang kini menatap seseorang yang kini terlihat murung.


...----------------...


Kamu hadir dalam kesepian ku dan kamu pergi jika waktunya tiba. Akan tetapi ketahuilah hadir Mu telah memberikan kesan terindah hingga hati ini sulit untuk menerima. Jangan mengalahkan Takdir akan tetapi syukuri karna semuanya adalah terbaik untuk kita rasa, Terimakasih cinta telah hadir walau hanya sementara ....


^^^Sny^^^