
"Tunggu Ara, kita masih menunggu seseorang datang dahulu" ucap Albert yang kini menatap sang putri.
"Siapa Pi?" tanya Clara yang bingung.
"Seseorang yang akan di jodohkan dengan kamu" ucap Rafa yang kini menyantap buah yang telah di kupas olehnya.
"Apa?" ucap Clara yang kini menatap sang kakak dengan tatapan kaget.
"Apanya?" tanya Rafa yang kini menatap sang Adik yang saat ini menatapnya.
"Siii ..."ucap Clara yang lagi-lagi terpotong oleh ponsel Albert yang berbunyi begitu nyaring.
"Ponsel papi tu bunyi" ucap Clara yang menatap sang Papi.
Mendengar deringan ponsel Pun Albert pun melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, sedangkan Clara menatap sang kakak yang saat ini menikmati buah apel yang ada di tangannya.
Clara hanya menatap ponselnya melihat dan juga berharap adanya pesan yang di kirim oleh Vian, akan tetapi harapan tak seindah dengan kenyataan karna pada dasarnya ponselnya berbunyi notice dari orang yang selama ini ia hindari.
Ponsel yang ada di tangannya pun ia kembali letakkan sedangkan Clara kini menatap sang kakak dan juga beralih menatap ruangan di mana sang Papi yang sedang menelpon.
"Mam" panggil Clara yang melihat sang Mami yang saat ini mengambil beberapa makanan lalu di susun ke meja.
"Iya sayang" jawab Eka yang kini meletakkan buah di dekat Clara.
"Siapa yang mau datang?"tanya Clara yang kini menatap sang Mami.
"Teman Papi "ucap Eka yang kini melangkahkan kakinya menuju dapur kembali.
"Jika teman Papi di jodohin sama Clara udah tua dong Mi" jawab Clara yang kini menatap sang Mami yang kini sudah ada di depannya.
"Astagfirullah, membayangkannya saja aku sudah merinding Mi" ucap Clara yang kini menutup matanya membayangkan semua yang di katakan oleh Rafa.
"Tidak usah di dengar ucapan kakak kamu" ucap Eka yang kini menatap tajam Rafa.
"Berhentilah untuk menjahili Clara, rafa" sambung Eka yang kini melihat ke arah Clara yang terlihat terdiam.
Tak lama kemudian bel pun berbunyi, bersamaan dengan Albert yang kembali ke meja makan.
Sedangkan Eka kini membuka pintu untuk menyambut teman yang dikatakan oleh Albert.
"Mari kita makan malam bersama dulu"ucap Eka yang mempersilahkan tamu yang datang.
Clara menoleh saat Albert yang berdiri menghampiri orang yang baru datang.
"Apa kabar Candra" ucap Albert yang kini menepuk pelan punggung laki-laki yang saat ini ada di depan Albert sedangkan Clara tak bisa melihat siapa yang saat ini ada di depan sang Papi.
"Baik Om, alhamdulillah" jawabnya yang terlihat dekat dengan Albert.
Sedangkan Rafa yang mendengarkan suara wanita yang saat ini baru saja masuk pun melangkahkan kakinya dengan senyuman di bibirnya yang tak lepas dari pandangan Clara.
"Mas Albert gimana kabarnya?" tanyanya yang kini tersenyum melihat Albert dan tak lama kemudian dia pun memeluk tubuh Eka yang terlihat tersenyum kikuk menyambut mereka yang saat ini tersenyum.
"Hallo Om tante dan kakk ...." ucap perempuan cantik yang saat ini menatap Rafa dengan wajah yang terlihat ragu.
"Rafa sayang" ucap sang wanita yang kini menatap Rafa dengan kagun.
"Bunda" panggil Rafa yang kini mencium punggung tangan wanita yang kini ada di hadapannya.