Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Ara! " panggil Rafa yang kini menatap wajah sang adik.


"Apa?" tanya Clara yang kini menatap sang kakak.


"Mana ada nasi Ra, jangan malu-maluin lah" ucap Rafa yang kini menggelengkan kepalanya.


"Tapi di tempat langganan ada kak?" tanya Clara.


"Tempat biasa beda Ara, sekarang kita di mana hem?" jawab Rafa yang kini menatap sang adik.


"Ada kok mas, karna kebetulan ownernya juga setiap kesini pasti di cari nasi juga" ucap pegawainya dengan tersenyum ramah dan juga sopan.


"Owhh gitu? maaf sudah merepotkan mbak" ucap Rafa yang kini tersenyum.


pegawai restoran terlihat tersenyum lalu menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Clara dan juga Rafa.


"Ada ada aja Ara ...!" ucap sang kakak yang kini menggelengkan kepalanya.


"Hais buktinya memang ada Kak" jawab Clara yang kini terlihat tersenyum menatap layar ponselnya.


"Assalammualaikum Sayang" ucap Clara yang kini terlihat tersenyum ramah di balik ponselnya.


"Sia ...," tanya Rafa yang terlihat bingung menatap sang Adik, akan tetapi pertanyaannya ia urungkan karna ia tahu siapa pemilik suara tersebut.


"Hallo Ma, waalikumsalam" ucap suara anak kecil yang terdengar ceria dan juga bahagia.


"Hallo sayang, Kay lagi apa?" tanya Clara yang terlihat senang.


"Lagi duduk ama Aunty Viona, Ma" ucapnya dengan nada cadelnya.


"Wahh pasti seru ya sayang?" jawab Clara yang kini terlihat bahagia menatap wajah Kanaya.


"Seluu ma, Kay main pasil-pasilan" ucap Kanaya yang nampak tertawa.


"Wahhh mama pengen kesana jadinya" ucap Clara yang kini tersenyum melihat Kanaya.


30 menit kemudian semua pesanan yang diinginkan oleh Clara dan juga Rafa sudah tersedia di atas meja dengan lengkap.


"Makan dulu, Ra" ucap Rafa yang kini menatap Clara yang masih bercerita dengan Viona, sahabatnya.


"Iya kak" jawab Clara dengan melihat Rafa lalu kembali fokus pada ponselnya yang masih video call dengan Viona dan juga Kanaya.


"Vi, sudah dulu ya mau makan dulu nanti saat aku sudah pulang aku telpon kamu" ucap Clara dengan tersenyum melihat Viona dan juga Kanaya.


"Iya Ra" jawab Viona yang kini tersenyum begitu juga dengan Kanaya yang kini tersenyum dan tangan yang melambaikan.


"Assalamualaikum warohmatullah wabarokatu kesayangan" ucap Clara yang kini tersenyum melihat Kanaya dan juga Viona.


"Waalaikumsalam warohmatullah wabarokatu Ma, daaa Ma. Hati-hati ya" jawab Viona yang kini terlihat tersenyum melihat Clara.


Setelah panggilan terputus, Clara pun tersenyum lalu meletakkan kembali ponselnya di meja. Ia menatap sang Kakak yang saat ini terlihat menikmati hidangan yang ada di meja.


"Enak Kak?" tanya Clara yang kini mencuci tangannya di dalam mangkuk yang sudah di sediakan.


"Hm, coba saja sendiri" jawab Rafa yang terlihat menikmati makanan.


Clara pun hanya menganggukkan kepalanya mencoba semua yang ada di depannya dan tak lupa nasi yang ia pesan sebelumnya, yang telah di sediakan oleh pelayan restoran.


Hanya hening tak ada suara, baik Clara dan juga Rafa hanya terfokus dengan makanan yang ada. Mereka telah terbiasa makan tanpa suara hingga makanan habis baru lah saat itu mereka bicara.


...----------------...


...Pertemuan dan juga Perpisahan, Pengalaman dan Hikmah .......


...Semua adalah pelajaran yang dapat di ambil. Jangan pernah menyesali dengan apa yang di Alami jangan pernah mengeluh akan tetali terus lah berjuang dan berfikirlah positif bahwa setiap kejadian yang di alami adalah sebuah kesuksesan yang akan kita petik nantinya .......


sny