
"Terserah kau saja, tapi saat ini aku ingin melihat Kanaya" ucap Clara yang kini tersenyum melihat Viona.
"Ya udah ayo" ucap Viona yang pasrah akan Clara yang tak sabar ingin jumpa dengan keponakannya, Kanaya.
"Emm.. Nata kami pergi dulu ya" ucap Clara yang kini tersenyum melihat Nata yang menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, hati-hati ya" jawab Nata atau Vian yang kini tersenyum ramah melihat kedua gadis yang berada di depannya.
Setelah melihat Clara dan juga Viona yang telah pergi, Nata atau lebih tepatnya Vian pun berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat di mana ia bersama dengan Clara. Kini Nata melangkahkan kakinya menuju mobil yang baru saja sampai.
"Pak, tolong bapak yang bawa motornya ya" ucap Vian dengan tangan memberikan kunci motor.
"Iya tuan" jawab sopir yang membawa mobilnya.
Setelah meminta Sopirnya untuk membawa motornya Vian pun melangkah masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. sedangkan sopir yang membawa motornya pun menghidupkan mesin motornya menuju ke rumah milik Vian.
Saatnya Vian fokus pada mobil yang di bawanya saat itu juga Ponselnya berbunyi. Vian menatap id nama yang menelponnya.
"No name?" gumam Vian yang masih belum berniat untuk mengangkat telpon.
Beberapa kali panggilan tidak terjawab tertera di ponselnya, sedangkan Vian hanya mengabaikan.
Saat Vian fokus pada jalanan kembali pada saat itu juga ada pesan yang masuk.
"Aku ada di Villa" isi teks yang tertera di layar ponselnya.
Beberapa saat kemudian ponsel Vian pun kembali berbunyi, Vian meminggirkan mobilnya untuk mengangkat panggilan telpon dari seseorang yang mengirim pesan.
Terlihat wajah Vian yang terlihat kaget dengan apa yang ia dengar, suara seseorang yang selama ini cukup membuatnya sakit akan semua yang di lakukannya.
sedangkan di tempat lain nampak Clara yang sibuk menggendong tubuh gembul Kanaya yang baru saja ia temui.
"Bagaimana keadaanmu sayang?" ucap Clara yang mencium pipi Kanaya dengan gemas.
"Mama" ucap Kanaya yang kini tangannya menyentuh pipi Clara dengan lembut.
Clara pun tersenyum dengan menatap wajah Kanaya yang semakin mirip dengan Vian.
"Kay, sudah makan belum?" tanya Clara yang kini menatap wajah cantik Kanaya.
seketika Kanaya pun menggelengkan kepalanya, ia terlihat lesu saat di tanyakan sudah makan atau belum.
"Makan ya, Mama suap"ucap Clara yang kini mengambil piring yang telah di sediakan oleh Suster yang menjaga Kanaya.
Sedangkan Kanaya yang melihat Clara menganggukkan kepalanya mau dengan apa yang di katakan oleh Clara.
Senyuman di bibir Clara pun terlihat jelas, kebahagiaan yang dulunya hilang kini terlihat jelas kembali.
"Makan yang banyak ya sayang" ucap Clara yang memberi kan suapan untuk Kanaya.
Satu suapan dua suapan telah di berikan dan dengan cepat Kanaya menerimanya, sampai nasi yang di piring pun tak tersisa dan pada suapan terakhir pun tak di sadari oleh Kanaya.
Mulutnya masih terbuka menerima suapan yang akan di berikan oleh Clara sedangkan Clara yang melihat Kanaya pun seketika mencubit pipi gembul Kanaya.
"Sudah habis sayang" ucap Clara yang tersenyum melihat Kanaya yang terlihat bengong.
sedangkan Viona hanya tersenyum memperhatikan interaksi antara Kanaya dan juga sahabatnya yang sama-sama melepaskan rindu.