Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Terimakasih" ucap Clara yang kini telah turun dari motor milik Nata.


"Sama-sama, mau di tunggu atau gimana Ra?" tanya Nata yang kini melihat mobil milik Clara.


"Ini langsung pulang ko, sepertinya mobil sudah bisa di pakai Nat" ucap Clara.


"Baik lah aku tunggu saja" jawab Nata yang kini bersama dengan Clara.


"Terserah kau saja" ucap Clara yang kini melangkahkan kakinya memperhatikan mobil miliknya.


"Ini kuncinya" ucap Nata yang memberikan kepada Clara.


"Biaya perbaikinya?" tanya Clara yang kini melihat Nata.


"Sudah selesai" ucap Nata yang kini melangkahkan kakinya menuju motornya.


"Semakin kesini semakin terlihat kamu mirip dengan dia" gumam Clara dengan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobilnya. Dan ucapan Clara yang masih terdengar oleh Nata, membuat Nata menoleh ke arah Clara yang kini sudah di dalam mobil.


"Duluan aja Ra, aku di belakang kamu" ucap Nata yang kini melihat mobil Clara.


Tak menjawab ucapan Nata, Clara pun melajukan mobilnya mendahului Nata.


Di persimpangan jalan, terlihat Clara yang berhenti menunggu Nata.


"Kenapa, Ra?tanya Nata yang kini menatap Clara.


"Pisah di sini saja Nat, rumah kita tidak searah. Insya'Allah aku aman" jawab Clara yang kini melihat ke arah Nata.


"Oke, hati-hati ya" ucap Nata yang kini tersenyum melihat Clara.


Clara pun menganggukkan kepalanya.


"Kamu juga" ucap Clara yang kini menatap Nata.


Sedangkan Nata menganggukkan kepala lalu tersenyum melihat Clara.


Tepat di persimpangan mereka berpisah, Clara yang belok ke kanan sedangkan Nata belok ke kiri.


Clara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya, beberapa menit kemudian ia pun sampai di rumah.


Keningnya berkerut saat melihat sebuah mobil yang terparkir di halaman rumahnya, sebuah mobil yang tidak di kenal. Akan tetapi tatapan matanya melihat ke arah rumahnya yang kini pintu rumahnya telah terbuka.


"Assalammualaikum" ucap Clara yang kini melihat ke dalam.


"Waalaikumsalam warohmatullah wabarokatu " jawab seorang wanita yang kini tersenyum melihat Clara.


"Mami ...," ucap Clara yang kini berlari memeluk Eka, sang Mami.


Eka yang melihat sang putri pun tersenyum menatap Clara yang berlari ingin memeluknya. dengan rentangan tangan ia menyambut pelukan sang putri yang selama ini ia rindukan.


"Mami kapan sampai dan mana Papi?" tanya Clara yang terlihat mencari keberadaan Albert, sang Papi.


"Papi lagi ketemu temannya" jawab Eka dengan tangan yang mengelus puncak kepala Clara.


"Papi ketemu sama temannya?" ucap Clara.


"Mobilnya ada Mam?" sambungnya dengan melihat ke depan.


"Iya, Papi pergi bersama dengan Kakak kamu" jawab Eka yang kini memberikan gelas air putih untuk Clara.


"Terimakasih Mam" ucap Clara yang mengambil gelas yang di berikan oleh Eka.


"Sama-sama Nak" jawab Eka yang kini tersenyum melihat Clara.


"Tapi, Ara penasaran kenapa sampai kalian ke sini?" tanya Clara yang kini menatap sang Mami.


"Apanya yang membuat penasaran?" tanya Eka.


"Kalian tiba-tiba kesini, membuat Clara kaget. Apa lagi melihat mobil yang baru makanya Clara bingung saat melihat rumah terbuka Mam" Ucap Clara yang kini menidurkan kepalanya di kaki Eka, sang Mami.


"Mendadak sayang, Papi bilang ada kerjaan di sini. Saat Mami tau mau kesini Mami langsung ikut saja" Ucap Eka yang terlihat bahagia dengan tangan yang mengusap puncak kepala Clara.


"Hemm"


"Malam itu ...."


...----------------...


...Mencintai dalam Diam, menginginkan namun tersadar hanya sebuah harapan yang tak ada ujungnya... ...