
"Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi" sambung Clara dengan sopan.
"Ya, silahkan" jawabnya.
Clara pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, ada rasa bahagia saat semuanya yang di inginkan sama seperti yang impikan. Tak ada kendala sedikit pun.
"Kak ...." panggil Clara yang kini menatap Rafa yang kini terdiam.
Akan tetapi Rafa hanya diam tak menghiraukan panggilan Clara. Ia masih diam dengan tangan yang menompang dagunya.
Clara pun melangkahkan kakinya mendekati Rafa yang kini masih melamun.
"Kak!"panggil Clara yang kini menggoyangkan lengan Rafa.
"Hah ...," jawab Rafa yang kini menatap Clara yang kini sudah di depannya.
"Ada apa ?" sambung Rafa yang terlihat bingung.
"Hanya panggil aja, karna lihat kakak melamun dari tadi" ucap Clara yang kini memperhatikan sang Kakak yang diam.
"Oh" jawab Rafa yang hanya ber"O" ria.
"Ya udah lah ayo pulang " ucap Clara yang kini memegang tangan Rafa.
Rafa pun tersenyum dengan mengacak rambut Clara yang saat ini menatap dirinya dengan tatapan kesal. Mereka berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam dan juga tangan Rafa yang sesekali jahil membuat Clara yang kesal dan Rafa yang tertawa melihat ekspresi sang adik.
"Silahkan masuk Tuan Putri" ucap Rafa yang kini membukakan pintu mobil untuk Clara.
"Terimakasih kesayangan" jawab Clara yang kini tersenyum melihat sang kakak.
Sedangkan Rafa yang mendengarkan ucapan sang Adik pun hanya tersenyum lalu mengedipkan matanya. Rafa pun masuk di dalam mobil dan tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun melesat pergi meninggalkan kampus.
"Makan dulu ya kak" ucap Clara yang kini mengambil ponselnya di dalam tasnya.
"Mau di mana?" tanya Rafa yang kini menatap sang adik.
"Sebentar Ara cari di Google " jawab Clara yang kini mencari lokasi restoran.
"Ahhh di sini aja kak" sambung Clara yang kini melihat tempat lokasi restoran seafood dan ia berikan pada sang kakak.
"Hem nanti kalau udah sampe bilang aja sama kakak" ucap Rafa yang kini fokus membawa mobil.
"Oke siap" jawab Clara dengan tersenyum.
Baik Clara dan juga Rafa sama-sama fokus pada jalanan, Rafa yang fokus mengendarai sedangkan Clara yang fokus melihat ponsel lalu melihat letak restoran.
"Ahhh itu kak" ucap Clara yang terlihat bahagia.
"Oke" ucap Rafa dengan mencari tempat parkiran.
Setelah memarkirkan mobilnya, Rafa dan juga Clara keluar dari mobil. Mereka berjalan beriringan dengan tangan yang bergandengan, mereka memilih tempat pinggiran yang menampakan alaminya keindahan alam.
"Adem enak ya kak di sini" ucap Clara yang kini memperhatikan sekitarnya.
"Iya, masih asri masih asli tempatnya. Bagus juga ada pohon-pohon yang membuat sejuk" ucap Rafa dengan memperhatikan sekitarnya.
"Selamat datang mbak mas, mau pesan apa ya?" tanya seorang wanita yang kini ada di depan Rafa dan juga Clara.
"Berikan makanan spesial kak ya, dan untuk yang lainnya silahkan sediakan saja" ucap Clara yang kini tersenyum ramah.
"Ahh iya kak, jangan lupa nasinya satu ya" ucap Clara yang kini tersenyum menatap wanita yang saat ini ada di depannya.
"Ara! " panggil Rafa yang kini menatap wajah sang adik.
"Apa?" tanya Clara yang kini menatap sang kakak.
"Mana ada nasi Ra, jangan malu-maluin lah" ucap Rafa yang kini menggelengkan kepalanya.
"Tapi di tempat langganan ada kak?" tanya Clara.
"Tempat biasa beda Ara, sekarang kita di mana hem?" jawab Rafa yang kini menatap sang adik.
"Ada kok mas, karna kebetulan ownernya juga setiap kesini pasti di cari nasi juga" ucap pegawainya dengan tersenyum ramah dan juga sopan.
"Owhh gitu? maaf sudah merepotkan mbak" ucap Rafa yang kini tersenyum.