Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



Sebuah pertikaian masih berlanjut hingga tanpa terasa roti yang di bawa oleh kedua orang tuanya sudah habis termakan oleh Clara. Hingga tanpa di sadari Rafa, sang kakak masuk ke dalam ruangan di mana Clara di rawat.


"Assalammualaikum " ucap Rafa yang kini terlihat melongo menatap kedua orang tuanya dan tak mendapati sang adik.


"Aaaa...,"


ucap Rafa yang belum selesai saat melihat Clara yang saat ini sedang menikmati roti yang ada di kotak makanan.


"Ara, bukannya kamu sakit?" tanya Rafa yang saat ini menatap wajah sang adik, Clara.


"Sakit, cuma saat melihat papi dan juga mami yang saat ini seperti itu membuat ku ingin memperhatikan mereka. Mereka seakan membuat ku lebih cepat sembuh.


"Mi Pi" panggil Rafa saar menatap kedua orang tua mereka.


"Diam" ucap Albert maupun Rafa bersamaan.


sedangkan Clara yang menatap sang kakak pun terdiam lalu tak lama kemudian tertawa saat melihat ekspresi sang kakak yang terlihat kesal.


"Diam Claraaa!" ucap Albert, Eka dan juga Rafa bersamaan.


sedangkan Clara yang mendengar bentakan dari orang tua dan juga kakaknya langsung terdiam tak membuka suara. Hening dan tak ada suara dari mereka, ruangan yang tadinya terdengar riuh kini hening dan hanya ada suara cicak saja yang berbunyi sesekali.


Clara pun menutup toples yang ia pegang lalu meletakkan kembali ke meja. Dengan langkah gontai ia menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya.


sedangkan Albert, Eka dan juga Rafa hanya menatal Clara yang tidur memunggungi mereka.


"Clara"


"Sayang"


"Dek"


"Maaf" ucap mereka dengan kompak.


"Semua ini demi Papi dan juga mami ya g berisik yang membuat Ara kesel ya?"ucap Rafa yang kini sudah mendekat ke arah Clara.


"Hehhh, kenapa malah kami?" ucap Albert yang kini menatap sang putra yang kini menatap sang Papi dengan tangan yang berada di bibirnya.


Sedangkan Albert terlihat menautkan alisnya menatap Rafa yang memberikan kode agar tidak membuat Clara bertambah kesalnya. dengan Memberikan kode diam dengan mata yang berkedip.


"Ada apa si, kamu cacingan ya dengan menaikkan aliss dan juga mata yang berkedip" ucap Albert yang menatap Rafa.


"oh astaga Papi, Papi kenapa kurang koneknya? ga di kasih jatah smaa mami kah?" ucap Rafa yang bingung dengan sang Papi yang terlihat sangat tidak mengetahui kode yang di berikan oleh Rafa.


"Diam Pi, biarkan Rafa yang menbujuk Clara" ucap Eka yang kini menepuk pundak sang suami.


"Putri kita terlihat kesal karna kita kompak membentaknya Eka" ucap Albert yang memperhatikan Rafa yang belum juga mendapatkan sinyal bahwa sang putri tak lagi marah atau pun kesal.


"Lebih baik kita keluar saja"ucap Albert yang kini memegang tangan sang istri,Eka.


dengan cepat Eka menepuk tangan Albert dengan sorot mata yang tajam.


"Putri ku sedang kesal malah kamu mau pergi saja gimana si mas?" ucap Eka yang kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah Clara.


"tadi di suruh diam dan tak perlu bicara saat aku mau keluar ehh malah bilang begitu, dasar wanita mahluk yang sulit di pahami "gumam Riko yang kini melangkahkan kakinya mendekat ke arah sofa dan mengambil roti yang ada di toples.


...Berpisah bukan berarti tak lagi mempunyai rasa, akan tetapi perpisahan adalah jalan di mana untuk berhenti saling menyakiti......


...Sny...