Look At Me, Uncle

Look At Me, Uncle
LMU



"Iya juga si, lagi pula jarang kan Mami pulang cepat biarkan mereka berdua membuat adik untuk kita" ucap Clara dengan tersenyum.


Pletak!


"Aduh, kenapa si kak? Sakit tau!" ucap Clara yang kini menatap wajah sang Kakak.


"Adik adik adik mulu, nanti pas ada kamu mewek karna kasih sayang mereka hilang sama kamu! kamu mau?" tanya Rafa yang kini menatap wajah Clara.


"Entah" jawab Clara yang terlihat santai dengan tangan yang mengusap keningnya yang terasa sakit.


"Kalian ini apa apan coba?" ucap Eka yang kini meletakkan gelas teh di atas meja.


"Terimakasih mam" ucap Rafa yang hendak mengambil gelas yang ada di meja.


"Sttt ..., apa apaan? ini punya papi bukan punya kamu" ucap Albert yang kini mengambil gelas yang ada di tangan Rafa.


"Sedikit saja Pi" ucap Rafa yang menatap sang Papi.


"Bikin sendiri" jawab Albert dengan menyeruput teh yang di bawa oleh Eka, sang istri.


"Dasar pelit!" ucap Rafa dengan mengambil makanan didalam toples.


"Kalau ini kamu harus buat sendiri, makanya buruan nikah biar tau gimana rasanya diperhatikan sama istri" ucap Albert dengan mengambil roti yang ada di piring.


"Hilihh Papi, di luaran aja Papi tegas muka dingin sifat sikap kayak kulkas, tapi dirumah saat mami melotot ya Papi meleyot juga" jawab Rafa dengan santainya.


Bugh!


"Aduh!" ucap Rafa mengaduh saat merasakan bantal sofa yang melayang mengenai wajahnya.


"Siapa bilang Papi gitu, yang ada Mami takut sama Papi" ucap Albert dengan tangan yang mengambil gelas dan hendak menyeruput teh,akan tetapi saat gelas itu menempel di bibirnya saat itu juga gelasnya di ambil oleh Eka, sang Istri.


"Mi ...,"panggil Albert yang kini menatap wajah sang istri.


"I...iya"jawab Albert yang kini seakan tau dengan tatapan sang suami.


"Bikin sendiri!" jawab sang istri dengan meletakkan gelas dari tangannya ke meja.


"Oh astaga, maaf mam" ucap Albert yang kini menatap wajah sang istri.


"Katanya gak ta ...," ucap Rafa yang tergantung karna sang Papi memotong pembicaraannya.


"Diam dan pergilah kekamar!"ucap Albert dengan menatap sang putra,Rafa.


"Hmmm okelah" jawab Rafa lalu berjalan meninggalkan Albert dan juga Eka.


Setelah Rafa pergi, Albert pun sibuk membujuk sang istri yang terlihat kesal dengan apa yang ia katakan beberapa menit yang lalu. Ia terlihat kesulitan untuk membuat sang istri kembali moodnya.


"Rafa! lihat saja nanti,uang jajan kamu papi stop" batin Albert yang kini terlihat memijit keningnya yang berdenyut.


"Mami, maaf ya" ucap Albert yang kini sibuk membujuk Eka.


Eka pun berdiri dan meninggalkan Albert yang saat ini masih duduk dan berusaha membujuk dirinya. Melihat Eka yang berdiri meninggalkan dirinya membuat Albert menyusul Eka yang pergi kekamar.


Berbeda dengan kakak dan juga kedua orang tuanya, kini terlihat Clara yang menggelengkan kepalanya.


"Ada putrinya disini tapi mereka sibuk dengan apa yang mereka bahas sampai melupakan diriku yang di sini" gumam Clara yang mengambil makanan di dalam toples lalu menyeruput teh, yang di bawakan oleh Maminya untuk sang Papi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terkadang perdebatan membawa sedikit demi sedikit pengertian untuk mengetahui sifat sikap masing-masing dalam mengambil keputusan dan juga penilaian dalam memandang dan menilai bagaimana seseorang tersebut, apa lagi perdebatan di dalam hubungan yang terjalin akan membuat perasaan lebih paham dengan apa yang diinginkan.......


...Bukankah bumbu di dalam hubungan adalah perdebatan dan perselisih pahaman yang ada akan membuat tali hubungan lebih erat????...


^^^sny^^^