
Sedangkan Kanaya yang melihat Clara menganggukkan kepalanya mau dengan apa yang di katakan oleh Clara.
Senyuman di bibir Clara pun terlihat jelas, kebahagiaan yang dulunya hilang kini terlihat jelas kembali.
"Makan yang banyak ya sayang" ucap Clara yang memberi kan suapan untuk Kanaya.
Satu suapan dua suapan telah di berikan dan dengan cepat Kanaya menerimanya, sampai nasi yang di piring pun tak tersisa dan pada suapan terakhir pun tak di sadari oleh Kanaya.
Mulutnya masih terbuka menerima suapan yang akan di berikan oleh Clara sedangkan Clara yang melihat Kanaya pun seketika mencubit pipi gembul Kanaya.
"Sudah habis sayang" ucap Clara yang tersenyum melihat Kanaya yang terlihat bengong.
sedangkan Viona hanya tersenyum memperhatikan interaksi antara Kanaya dan juga sahabatnya yang sama-sama melepaskan rindu.
berbeda dengan Kanaya dan juga Clara, kini terlihat Vian yang mengendarai mobilnya menuju Villa.
dengan raut wajah yang terlihat tak bisa di tebak.
10 menit kemudian Vian pun sampai di Villa,terlihat mobil yang sudah terparkir di halaman yang sudah ia kenali. Vian pun turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya menuju seseorang yang saat ini sedang duduk dengan kaca mata hitam dan juga ponsel yang di tangannya.
Wanita cantik, dewasa dan juga bertubuh yang begitu seksi akan tetapi sama sekali membuat Vian seketika berdecih seakan tak suka.
"Haiii sayang" ucapnya yang melihat Vian, ia meletakkan ponselnya di meja lalu berdiri dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Vian.
"Katakan apa yang kau inginkan" sambung Vian dengan melangkahkan kakinya menuju meja.
Vian menduduk kan bokongnya di kursi dengan meletakkan kunci serta ponselnya di atas meja. sedangkan wanita yang saat menatap wajah Vian yang sama sekali tak bersahabat dengannya, ia melangkahkan kakinya mendekat dan duduk ke kursi di mana ia menunggu Vian.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Anak ku" ucap sang wanita yang kini menatap wajah Vian dengan serius.
Degh!
Seketika Vian menoleh ke arah wanita yang saat ini mengucapkan kata-kata anak dari mulutnya.
"Sungguh Vian aku ingin bertemu dengan Putri kita" ucapnya sekali lagi dengan tatapan sendu melihat ke arah Vian.
"Tidak akan! seperti yang aku katakan, kamu tidak akan bisa bertemu dengannya karna kamu yang membuangnya saat ia baru lahir dan saat itu kamu tidak pernah menginginkannya bukan" ucap Vian dengan menatap wajah sang wanita yang saat ini terlihat dengan mata yang mengembun.
"Ia sudah bahagia dengan mama sambungnya, untuk kehadiran kamu tidak ada gunanya lagi. Lebih baik kamu kubur saja harapan kamu ingin bertemu dengan Putri saya!" ucap Vian yang terlihat santai akan tetapi begitu tegas saat di dengar.
"Bagaimana pun ia juga anak ku Vian! ia juga butuh kasih sayang dari ku. Dan aku lah ibu kandungnya" jawab sang wanita yang kini menatap Vian.
"Butuh kasih sayang dari kamu, kamu ibu kandungnya?" ucap Vian yang menatap wajah wanita.
"Iyaa kamu ibunya akan tetapi aku melupakan jika ia butuh kasih sayang dari kamu, ia tak membutuhkan kamu karna saat ini sudah mendapatkan seorang ibu yang lebih dari kamu" tegas Vian yang terlihat menatap sang wanita yang saat ini menatapnya.