
Vian menatap layar laptopnya mengetik sesuatu setelah itu ia pun menutup laptopnya dan membereskan semua yang ada di meja.
Laptopnya ia masukkan ke dalam tas, setelah itu ia pun berjalan menyusul Clara yang saat ini di kantin. Dalam langkah kakinya ia sibuk merutuki kecerobohan nya yang membuat penyamarannya terbongkar, ia takut dengan apa yang ia lakukan membuat dirinya dan juga Clara menjauh akan tetapi semua yang ia fikirkan membuat dirinya merasakan sakit di kepalanya. entah apa yang akan di lakukan di hadapan Clara karna kebodohan yang ia lakukan selama ini semata-mata agar dirinya bisa menjaga dan juga dekat dengan gadis cantik yang saat ini membuatnya dalam ketakutan kehilangan.
"Ara?" panggil Nata alias Vian yang saat ini duduk di berhadapan dengan Clara.
"Makan saja dulu, aku pun lapar" ucap Clara dengan tangan yang menyendok bakso lalu ia makan.
Nata yang mendengarkan ucapan Clara pun hanya diam lalu memakan bakso yang ada di depannya.
Mulutnya terlihat mengunyah namun rasa yang ia rasakan sama sekali terasa ambar tak ada rasa, cabai yang ia masukkan di dalam mangkok bakso miliknya pun terasa biasa padahal dirinya anti oleh cabai.
Rasa pedas yang ia rasakan setelahnya membuat wajahnya memerah, padahal sebelumnya rasa pedas tidak ia rasakan saat masuk ke dalam mulutnya akan tetapi saat Clara mulai membuka obrolan, rasa pedas itu terasa begitu cepat terasa.
"Ada apa ?"tanya Clara yang melihat raut wajah Nata yang memerah serta keringat yang keluar di dahinya.
"Pedas" ucap Clara yang telah mencicipi rasa kuah bakso yang sengaja ia ambil dari mangkok Nata.
sedangkan Nata menganggukkan kepalanya menatap Clara yang kini menggelengkan kepalanya. Clara beranjak dari duduknya sedangkan Nata masih diam di tempat dengan terus-terusan meminum air putih yang ada di depannya.
"Minum ini" ucap Clara yang kini menyodorkan gelas berisikan air hangat.
"Air putih tapi anget "ucap Clara yang kini duduk menghadapi Nata.
Nata pun meminum sampai habis, dengan sesekali matanya menatap Clara yang saat ini fokus pada ponselnya.
"Terimakasih, Ra" ucap Nata yang kini meletakkan gelas di atas meja.
Clara pun yang fokus pada ponselnya seketika menoleh ke arah Nata ia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Dan tatapannya kembali pokus pada ponsel pintar miliknya.
Hening tidak ada pembicaraan antara Clara dan juga Vian. Clara yang fokus pada ponselnya sedangkan Nata kini mengeluarkan laptopnya dari tasnya.
Nata terlihat mengerutkan keningnya saat menatap layar laptopnya dengan tatapan fokus dan sama sekali menghiraukan Clara yang kini terlihat memperhatikan dirinya.
"Sesibuk itukah dirinya sampai aku saja tidak di lihat?" batin Clara yang kini menatap Nata atau Vian.
"Sebentar ya Ra, aku selesaikan semua berkas ini dulu setelah ini kita cerita" ucap Nata yang kini memeriksa semua email yang telah di kirim oleh sekretarisnya.
"Hahh, ii...ya" jawab Clara yang kini terlihat gugup mendengarkan ucapan Nata.
30 menit telah terlewati. Clara hanya diam dengan menatap ponsel miliknya dan Nata yang masih terlihat fokus pada layar laptopnya. Clara pun memesan makanan yang terlihat memenuhi meja mereka, gadis yang saat ini ada di depannya terlihat menikmati makanan yang ada di meja dengan tangan yang mengscroll layar ponselnya. Sedangkan Nata hanya menatap sekilas wanita yang saat ini ada di depannya tanpa ingin mengganggu sedikit pun.