
"Om, perut ku sakit" ucap Clara dengan lirih dengan wajah yang sudah di penuhi dengan keringat.
Vian yang mendengar ucapan Clara pun seketika mendongakkan kepalanya menatap Clara yang saat ini terlihat memejamkan mata dengan kening yang sudah basah oleh keringat.
"Astaga Clara!" ucap Vian yang kini berdiri dengan menggendong tubuh Clara dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
"Kamu si ngeyel, udah tau ada sakit maag kenapa mesti banyak cabenya coba? kamu cari penyakit ya!" ucap Vian yang kini sudah membawa mobilnya menuju rumah sakit.
"Om aku sakit, kenapa malah di omelin si. Apa memang om orang yang ga ada hati ya sampai-sampai masih saja hobbynya ngomel saat seperti ini "jawab Clara dengan meringgis menahan sakit.
"Aku sudah memberitahu Clara, berbeda jika aku tidak memberitahu kamu sebelumnya!" bentak Vian yang kini menggelengkan kepalanya.
sedangkan Clara yang mendengarkan bentakan Vian lun seketika kaget wajahnya menatap Vian yang kini fokus menyetir dengan tatapan melihat ke arah jalanan.
"Stttt, sakit"ucap Clara dengan tangan yang menekan perutnya.
"Bertahanlah. Sebentar lagi kita sampai" ucap Vian yang terlihat membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Clara tidak mendengarkan ucapan Vian saat ini karna rasa sakit pada perutnya membuat dirinya tak bisa berkutik sedikit pun. Tak lama kemudian mobil mereka lun sampai di rumah sakit, Vian yang menggendong tubuh Clara hingga salah satu perawat membawa kursi roda agar Clara duduk di sana.
"Tolong, tolong dia" ucap Vian yang melihat Clara tak sadarkan diri.
"Baik pak, silahkan tunggu di luar" ucap sang suster yang menahan Vian untuk masuk ke dalam ruangan.
10 menit kemudian dokter keluar begitu juga dengan suster yang membantunya sebelumya.
"Ba ..., bagaimana keadaannya Dok?"tanya Vian yang terlihat bingung mengkhawatirkan keadaan Clara yang saat ini ada di dalam.
"Terimakasih banyak Dok" jawab Vian yang kini tersenyum legah setidaknya wanitanya baik-baik saja.
setelah sang dokter pergi, Vian pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah ranjang menatap gadis cantik yang kini tengah tertidur karna obat yang di berikan dokter beberapa menit yang lalu.
"Kamu terlalu keras kepala Ara!" gumam Vian yang kini mendudukkan bokongnya ke kursi dengan menghadap ke arah Clara. Tangan kanannya mengusap puncak kepala Clara dengan lembut dan tangan yang kiri mengenggam erat tangan Clara.
Ada rasa sedih saat melihat Clara yang terlihat tertidur dengan keadaan karna sakit.
Vian pun merebahkan kepalanya ke ranjang, matanya terpejam. Vian tertidur dengan posisi tertidur dengan kepala yang bersandar di tangan Clara.
Berbeda dengan Vian dan juga Clara yang saat ini sama-sama tertidur kini terlihat laki-laki yang saat ini terlihat mengomel di balik telponnya dengan tatapan wajah yang telihat menahan amarah apa lagi saat mengetahui seseorang yang ia sayangi menderita sakit sedangkan dirinya tak berada di samping wanita yang selama ini ia jaga.
"Ah kalian tidak becus menjaganya, bagaimana bisa dia bisa sakit sedangkan aku saat ini tidak bisa pergi melihat putri ku!" ucap Albert yang saat ini sedang berbicara di balik panggilan telpon.
"Maaf tuan, Nyonya"ucap seseorang dari ponselnya.
"Carilah di mana putri ku di rawat saat ini!" ucap Albert yang terlihat menahan amarah.
...Jangan pernah Malu dengan apa yang saat ini ada pada dirimu... Kamu adalah jiwa yang sempurna kamu adalah Manusia yang benar-benar sempurna, kamu mampu menjadi apa yang kamu inginkan. kamu bisa melewati rintangan yang datang menerpa walaupun sering kali angin membuat kita goyah jalanan yang penuh dengan lubang atau bahkan terkadang dirimu pun ikut tersandung akibat jalanan yang tak bersahabat. Akan tetapi ingat lah bahwa di balik kaki ini menapak di sana juga adalah saksi bisu bahwa kita pernah terjatuh, tersungkur atau bahkan terluka.......
...Jadilah......
...Jadilah diri sendiri jangan pernah berfikir bahwa kita tak baik... ...
^^^Sny^^^