I'M Not Police

I'M Not Police
Kedatangan Fyo dikantor



"Azryaan... " Panggil Fyo lembut, tapi Azryan malah pergi meninggalkan Fyo.


Sungguh betapa hancurnya dia saat istrinya menolak dirinya, ia mengambil jaz dan juga kunci mobilnya dan hendak pergi kekantor. Namun, pada saat ia sudah sampai dilantai bawah sekilas ia melihat istrinya yang kebetulan juga melihatnya. Pandangan mereka saling tertuju, namun Azryan langsung mengalihkan pandangannya dan melangkah pergi menuju pintu utama.


Aku tau kamu pasti sangat marah sama aku, tapi sejujurnya aku benar-benar tidak berniat untuk menyakitimu Mas.


Lalu Fyo memasukkan kembali sayur-sayurannya kedalam kulkas. Rencana untuk belajar bikin salad sayurpun telah sirna, saat suaminya pergi meninggalkannya.


Pada saat ia mau memasukkan sayuran yang terakhir, ia kembali mengeluarkannya lagi. Ia ingin menebus kesalahannya pada Azryan dengan cara membuatkan salad sayur melalui resep yang ada dichanel youtube ponsel miliknya.


"Semoga dengan begini Azryan mau memaafkanku." Guman Fyo lalu mengangkat dan mengepalkan jari jemarinya kuat-kuat, "Kamu pasti bisa Fyo, pasti bisa!" Fyo menyemangati dirinya sendiri dan mulai menyiapkan peralatan yang akan ia gunakan.


Dilain sisi Azryan masih tidak bisa melupakan kejadian tadi, ia menepikan mobilnya kebibir jalan. Ia mengambil ponselnya yang ada disaku dan mulai menelfon seseorang disana.


Azryan


("Setengah jam lagi datanglah keruangan saya")


("Siapkan semuanya, saya harap stok bulan lalu masih ada")


("Hmm")


Lalu Azryan mematikan handphone miliknya dan kembali melajukan mobilnya membelah jalan raya yang terbilang agak sepi.


Sesampainya dikantor, ia sudah disambut oleh seseorang. Ia mendekati Azryan dan langsung saja Azryan menarik orang tersebut kedalam dekapannya dan membawanya kekamar pribadinya yang telah didesain khusus oleh seorang arsitektur terkenal tahun lalu.


Setengah jam berlalu Fyo sudah mempersiapkan semuanya, ia berniat ingin mengantarkan bekal makanan yang baru pertama kali ia buat ini untuk suaminya. Tapi ia tidak tau kemana suaminya itu pergi, lalu ia mengambil ponselnya dan berniat menelpon suaminya. Akan tetapi tidak ada jawaban dari yang bersangkutan, lalu ia hendak pergi mencari buku telefon didekat telefon rumah. Guna mencari nomor telfon Raka, karena ia tidak memilikinya.


"Semoga saja dirumah ini ada buku telfon." Guman Fyo saat membuka satu persatu laci dekat telfon genggam.


Karena sejauh yang Fyo tau, orang tuanya selalu memiliki buku telfon dekat telfon genggam milik rumahnya dilaci.


Siapa tau Azryan menyediakannya dirumah ini! Pekik Fyo.


Ketemu, Fyo menemukan buku telpon tersebut. Akan tetapi ia tidak menemukan nama Raka disini. Karena Azryan mengganti nama Raka dengan sebutan Lain, makanya Fyo tidak bisa menemukanya disini.


Karena merasa kesal, Fyo pergi ke lantai atas dan langsung masuk kedalam ruang kerja suaminya. Didalam ia langsung disuguhkan dengan sebuah foto perusahaan yang terbilang besar didinding yNg bercatkan warna putih dan disana juga terdapat nama perusahaan tersebut.


Seketika pandangannya teralihkan pada buku album yang bertuliskan sejarah perusahaan Xie's Company. Apa ini perusahaan milik Mas Azryan ya? Guman Fyo seraya membuka buku tersebut.


Fyo takjub akan kemampuan suaminya, tiba-tiba ia merasa iri akan prestasi yang suaminya miliki. Ia ingin menjadi seperti suaminya yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi pengangguran. Disini juga terdapat foto ia saat membagikan donasi-donasi pada panti asuhan dan juga sekolahan.


Andai aku bisa menjadi seperti kamu, pasti kamu dan aku tidak akan mungkin menjadi pasangan suami istri. Aku lupa! kalau kamu juga bahkan menggunakan uang kamu buat hancurin keluargaku. Mungkin dengan aku yang memiliki uang seperti kamu, pasti aku langsung bisa menuntut kamu. Dan permusuhan pun akan terus berlanjut sampai saat ini.


Fyo terduduk diatas kursi kerja milik suaminya, ia menangis karena kembali mengingat kejadian dimasa lalunya. Azryan yang sudah merenggut paksa kesuciannya, kebahagiannya, keharmonisan keluarganya dan juga bahkan anaknya yang masih belum lahir kedunia ini.


Mana mungkin ia bisa menerima Azryan secepat itu, meskipun hatinya merasa senang saat berada dekat suaminya.


Fyo memotret jalan perusahan tersebut, karena ia yakin jika bukan pergi kekantor. Lalu kemana lagi suaminya akan pergi saat pakai setelan jaz tadi.


Setelah itu Fyo memesan taksi online, sambil menunggu taksi itu dayang Fyo mengganti bajunya dengan memaki celana pendek dan juga jaket hodhie besar milik Suaminya. Itu sudah menjadi kebiasaan Fyo saat Fyo masih tinggal dirumah orang tuanya. Ia sering kali mengambil jaket hodie milik kakaknya yang terbilang cukup besar untuknya. Karean ia merasa bosan dengan pakain feminim miliknya jika bukan dengan baju blouse yah... dengan kaos pendek miliknya.


Tapi itu juga ada untungnya buat Fyo, karena ia tidak mau dipikir sebagai istri dari bos mereka atau kalo enggak juga wanita penghibur itu kalo menurut wanita penggoda yang takut kalah saing dengannya.


Setelah selesai memakai bajunya, lalu ia mengenakan sepatu gunung miliknya. Dan kembali turun kebawah mengambil bekal milik Azryan sambil menunggu taksi yang belum lama ini ia pesan, namun tak kunjung datang.


Beberapa menit kemudian taksi itupun datang, Fyo langsung masuk kedalam taksi tersebut dan juga langsung menyebut nama alamat yang akan ia tuju.


"Dek, tempatnya sudah sampai."Setu sopir saat membangunkan Fyo yang ketiduran sambil memeluk tas ransel miliknya yang berisikin bekal Suaminya.


"Oh sudah sampai ya pak?" Tanya Fyo yang diangguki oleh sopir taksi rersebut, lalu ia turun dari mobil setelah membayar sopir tersebut.


Sesampainya didepan, Fyo merasa takjub akan pemandangannya didepan sebuah perusahaan menjulang tinggi keatas.


"Tidak aku sangka ternyata suamiku sangat kaya raya." Guman Fyo sambil senyam-senyum kegirangan dan melangkah masuk jedalam perusahaan tersebut.


Didalam Fyo langsung menemui resepsionis didepannya. Banyak yang melihatnya tak suka pada Fyo, karena melihat pakaiannya yang terbilang cukup bebas dan sama sekali tidak mempunyai kerapian. "Maaf, kalo saya boleh tau! Ruangan milik mas Azr yan dimana ya?" Tanya Fyo.


"Sebelumnya apa adek sudah buat janji sama pak Azryan." Tanya orang tersebut dan hendak mengambil telfon gengam didepannya.


"Tunggu-tunggu." Seru Fyo menghentikan orang tersebut untuk tidak menelpon suaminya karena ia mau meberikan suprice untuknya.


"Sebenarnya saya belum buat janji sama mas Azryan kalo saya mau datang kesini. Saya kesini karena mau memberikan suprice sama Mas Azryan." Kata Fyo sambil memperlihatkan isi dalam tasnya.


"Saya sepupunya Mas Azryan, saya Fyo. Saya baru saja datang dari surabaya. Kalo mbak nggak percaya! Mbak bisa kok tanya sama kak Raka, pasti dia kenal."


"Apa!" Seru seseorang yang tiba-tiba terkejut mendengar perkataan Fyo, "Mari, saya akan mengantar adik keruangan Pak Azryan." Ajaknya pada Fyo dan berlalu pergi bersama dengan karyawan tersebut, tanpa memperdulikan panggilan dari penjaga resepsionis tersebut, sesekali wanita ini ingin sekali mengambil hati padanya. Tapi Fyo hanya pura-pura tidak tahu dan menganggapnya angin lalu saja.