
Sepulang sekolah, seperti biasa Azryan menjemput ku diluar gerbang, "Kak, bagaimana tadi acara nya?", "Biasa aja," Aku langsung berdecak kesal padanya, "Ih... aku serius", "Jadi, menurut kamu, ucapan saya tidak serius, begitu!" Lalu aku diam tak menjawab, percuma kalo bertanya sama batu, tidak bisa diajak kompromi.
Sepulang sekolah, "Mampir", "Tidak, saya ada perlu dikantor" Lalu dia pergi, begitu pula juga aku. Aku masuk kedalam rumah, menyapa kakak yang tengah rebahan di sofa sambil memainkan ponsel nya, lalu aku naik ke kamar. Setelah itu, aku langsung mandi.
Setelah aku mandi, aku langsung membuka ponselku dan langsung mengirim pesan pada Dea. Berharap dea akan cepat-cepat membalasnya.
20 menit kemuadian, Dea masih belum membalasnya. Sehingga membuat mulutku berdecak kesal. Lalu aku langsung video call, berharap Dea langsung mengangkatnya.
Berdering....
"Yoyo, maaf ya! Soalnya tadi Riko nyabut ponselku dan membawanya kabur" Ucapnya yang kembali bahagia, "Iyah nggak papa, aku ikut bahagia lihat kalian bahagia" Lalu kami berbincang-bincang mengenai pelajaran tadi sekolah.
"Oh ya btw, ujian nasional kita akan dimulai dua hari lagi lohhh", "Oh ya?", "Iyah, gue nggak sabar mau cepat-cepat lulus. Dan melanjutkan kuliah gue dijakarta" Dilihat wajah Dea kembali sedih ketika mendengar ucapanku, dan itu membuatku bingung. Apkah aku salah dalam perkataanku? Apa mungkin Dea tersinggung dengan kata-kataku.
"Yoyo, kamu masih ingin bertemu dengan pacar kamu dulu ya? Sebaiknya kamu lupain dia, pasti dia udah punya cewek lain disana, yo" Ucapan Dea mampu membuatku sedih, apa mungkin kak Randy sudah punya cewek lain disana? Tapi entah kenapa aku masih ingin sekali pergi ke jakarta, seakan ada yang menarikku kesana.
Beberapa menit kemudian, Riko tiba-tiba datang dan langsung memeluk juga mencium bibir Dea. Sehingga membuat Dea tidak bisa bicara.
"Woy disini masih ada orang woy. Nggak dikatin, nggak didepan ponsel disamain aja. Kayak gak ada waktu luang saja", "Makannya nikah" Seru Riko, seakan aku telah sembuh dari sakit amnesia. Kenapa bisa aku lupa menanyakannya pada Azryan.
Huaaaaaaa huaaa, "Eh lo kenapa yo?" Tanya Riko khawatir. Begitu pula dengan Dea, karena melihatku tiba-tiba nangis "Kamu siiih, bikin Yoyoku kesal", "Akukan nggak sengaja, tapi nggak papalah. Sebelum kita nikahkan, Fyo sering bikin aku cemburu sama kamu. Masa, dia mau Nino jadi bapaknya anakku, kan aku nggak mau kalo sampai kamu dan anakku dimiliki orang lain", "Oh ya, tapi itu semuakan salah kamu sendiri. Siapa yang waktu itu bilang nggak siap jadi bapak? Yaa, otomatis nanti aku cari bapak yang lainlah, yang mau menerimaku dan juga calon anakku", "Apa!" Ucap Riko terkejut. Hedeh, biasa nasib orang jomblo. Yang namanya nyamuk ya tetap jadi nyamuk. Lama-lama gue bosan ngedengerin pertengkaran mereka.
"Diaaaaaaam, apa kalian nggak bisa diam. Gue bosan tau nggak, ngedenger kalian bertengkar terus. Bukannya tanya kenapa aku nangis? Malah ngungkit-ngungkit masalah yang udah kelar. Bagaimana nanti kalian jadi keluarga bahagia, kalau masalah yang udah kelar aja kalian perdebatkan!" Seruku kesal, "Iyah bu Hajjah. Oh ya, bu Hajjah tadi nangis kenapa yah? Tanya Riko lembut, sehingga membuat aku dan Dea tertawa. Karena dia menyebut namaku dengan sebutan bu Hajjah, emang dasar ya tuh anak.
Aku melempar ponselku, lalu menutup wajahku dengan bantal. Azryan gimana sih, katanya aku bukan tipenya. Tapi kenapa dia menerima perjodohan ini. Emang dasar ya tuh anak, awas aja kalo kesini.
Oh ya, kenapa aku nggak nyuruh kakakku buat nyuruh Azryan kesini ya. Jadi nggak perlu nunggu besok, ya kan? Lalu aku bangkit menuju kamar kakakku. Kakakku tengah fokus menatap komputernya. Lalu aku mendekat kekakakku, lalu memimijit pundaknya.
"Abaaang" Sambil memijit pundaknya, "Disini dek, capek sekali kepala gua, nah yah disitu" Ucapnya ketika aku memijit keningnya, "Kak", "Kayaknya nggak disitu deh dek, coba dipundak lagi", "Kaaaak", "Aduhhhh", "Sekali lagi kakak potong ucapanku, aku bakal delete tuh file. Biar kakak ketik lagi, mulai dari awal", "Yah jangan dooong, nanti kalo papa marah gimana? Kan kasian, sama para petani, gajiannya harus diundur", "Makanya dengerin Fyo", "Iyah apa?", "Pinjam ponsel", "Bilang dong dari tadi, kirain mau beliin masker ditoko yang kemarin. Iiiih, amit-amit", "Emangnya kenapa?", "Gara-gara tu masker, gua ampe dikejar-kejar ame cewek-cewek kegatelan", "Enak dong", "Enak dari mananya?", "Emangnya kakak udah punya pacar?", "Ada deh, udah-udah. Nih ponsel gua, sejam lima puluh ribu", "Oke" Ucapku lalu naik kekasur kakakku sambil rebahan.
Lalu mencari nama yang bertuliskan Azryan dipencarian whatsapp. RyanC7N? Kok nggak ada ya, namanya tuh anak. Disini cuma ada nama RyanC7N.
"Kak, nama whatsappnya kak Azryan apa?", "Ryan culun", Mana nggak ada, disini adanya RyanC7N", "Yah, itu", "Owwwh" Aku mengangguk paham, saat aku mau mengetik pesan. Kenapa kakak menamai kak Azryan diwhatsappnya dengan sebutan Ryan culun.
Culunnya dari mana juga, orang dia ganteng. Ganteng sih ganteng, tapi sayang, orangnya kayak es bak kulkas berjalan. Tapi kenapa aku jadi penasaran ya! Asal usul dari nama dari RyanC7N alias Ryan culun menjadi Azryan yang tamvan.
"Kak", "Apalagi sih Fyoooo", "Hehehe, ngomong-ngomong. Dulu kak Azryan itu culun ya? Kok sampai-sampai kakak menulis nama kontaknya dengan nama RyanC7N" Tanyaku.
"Kenapa emangnya?", "Yaaa aku mau tau aja, kak Azryan kan calon suami Fyo. Jadi, Fyo selaku calon istrinya berhak tau asal usul dari calon suami Fyo" Hufft, calon suami! Aku bahkan malas menyebutnya sebagai calon suami. Belum nikah aja, dia udah berani membohongiku apalagi nanti.
"Dulu waktu semasa Smp, Ryan itu memang anaknya culun dan juga penakut. Tapi dia orangnya pintar bahkan waktu kakak masih sekelas dengannya. Ryan lebih dulu mendahului kami naik kelas karena kepintarannya. Jadi, kakak naik kelas 2 Smp, Ryan udah bisa masuk sekolah Sma", "Wauu, itu sangat jenius, emangnya IQ kak Azryan berapa kak?", "Entah, kakak jadi merasa bersalah sama Ryan dulu semasa Smp" Aku tak mengerti dengan ucapan kakakku, merasa bersalah! ungkapan macam apa itu?
Follow ig : fiy.ool
Ceritanya masih dalam perbaikkan yaaaa, jadi mohon untuk kesabarannya. Ada banyak cerita yang aku rubah.