
Kedua orang tua Fyo dan kedua orang tua Azryan langsung lari menghampiri Fyo, setelah mendengar teriakkannya barusan. Mereka merasa cemas karena Fyo tidak bisa dikendalikan, lalu seseorang tiba-tiba datang yakni Azryan. Dia masuk dengan paniknya, lalu langsung menyuruh semua orang keluar dari ruangan Fyo. Mereka menurut dan mempercayakan semuanya pada Azryan, Azryan mengunci pintunya dan kembali mendekati Fyo yang masih melempar-lemparkan barang-barang didekatnya. Dan hampir saja ia mau melepas jarum infus yang menempel ditangannya. Beruntung Azryan melihatnya dan langsung menghentikannya, jika tidak! Kemungkinan darah akan menyucur deras dari tangannya, yang akan membuatnya jadi semakin kacau.
Azryan menarik tangan Fyo dan menggenggamnya dengan kuat, sambil berkata, "Apa yang kau lakukan? Apa kau ini sudah tidak waras!" Teriak Azryan dan membuat Fyo baru tersadar, kalo yang ada didepannya ini adalah Azryan. Sebelumnya Fyo tidak sadar kalo Azryan ada disini, yang ia tau. Waktu ia bangun, ia melihat kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Azryan. Lalu sejak kapan Azryan berada didalam ruangannya? Begitulah pertanyaan yang ada dibenak Fyo saat ini.
Dengan segeralah Fyo melepas genggaman tersebut dan mendorong tubuh Azryan hingga terduduk dibawah lantai. Azryan langsung bangkit dan langsung bertanya pada Fyo, "Beginikah kamu membalas air susuku dengan air tuba mu? Yang benar saja!" Seru Azryan sambil membenahkan kemejanya.
Satu kalimat keluar dari mulut Fyo yaitu PERGI, namun Azryan tidak menggubrisnya. Membuat Fyo mengulangi kata-katanya lagi, tapi tetap saja tidak digubris olehnya (Azryan). Fyo turun dari kasurnya, membuat Azryan panik dan langsung membantunya berdiri. Lalu Fyo mempunyai ide untuk membuat pria yang ada disampingnya ini pergi dari hadapanya. Ia berjalan kearah pintu keluar, dengan dibantu oleh Azryan. Azryan tidak sadar kalo dia mau diantarkan keluar oleh Fyo, lantaran saking seriusnya memperhatikan langkah kakinya Fyo.
Pada dasarnya, niat Azryan mulai dari datang menjenguk Fyo sudah baik ditambah lagi, dia yang mau membatu Fyo melupakan kesedihannya. Walaupun dia sendiri harus mau mengubah sikapnya dari orang yanga angkuh dan tidak berperasaan menjadi orang yang sangat perharian pada Fyo. Namun Fyo masih tetap tidak bisa menghargainya. Lantaran apa yang telah diberikan pada Azryan sudah terlalu cukup untuk dideritanya, dia sudah tidak mau menjalin hubungan dengannya, apalagi hanya sebatas kebetulan.
"Apa kau berniat ingin mengusirku?" Tanya Azryan saat tau arah yang Fyo mau tujuh.
"Tentu saja! Membicarakan soal air susu dengan air tuba. Bukankah aku sudah memberikannya padamu berkali-kali, tapi kamu sendirilah yang sudah mengundang air tuba itu datang mengahampirimu. Sekarang aku tanya sama kamu! Seberapa banyak aku memberimu air susuku hah?" Tanya Fyo tegas.
"Satu! Kau hanya memberikan air susumu hanya satu kali dihotel yang selingkuhanmu pesan. Apa kau masih ingat?"
Satu tamparan mendarat dipipi Azryan sebelah kanan yang sudah nampak sedikit merah. Namun itu tetap saja tidak membuatnya merasa marah. Dia masih tetap merendahkan harga dirinya didepan Fyo yang membuat Fyo jadi semakin muak padanya.
Bisa-bisanya pria ini berkata mesum didepannya. Jelas-jelas tadi ia membicarakan soal peribahasa, lalu kenapa otaknya bisa.... Huhh, memikirkan dia saja sudah membuatku gila. Lalu aku harus apakan dia? Apa aku harus membiarkannya saja. Dan membiarkannya melihatku menangis meraung diatas kasur itu.
Batin Fyo sambil membayangkan dirinya menangis diatas kasur sambil ditatap oleh Azryan dengan senyuman liciknya.
...----------------...
Fyo : Thor, luh kok senang amat bikin hidup gua jadi susah. Ingat Thor gua disini gua abis kelangan bayi gua, jangan jadiin gua jadi bahan tertawaan dong Thor. Ahh lu mah nggak asyikkk!
Author : Shuuft, kok kamu bawel sih yo. Emangnya kamu nggak lihat cover novel kamu! Disitu bener-bener tertulis kalo cerita ini mengandung komedi juga, emangnya harus ngetik yang romantis mulu?
Fyo : Ya iyalah, dari dulu ampe sekarang gua dijadikan sadgirl mulu. Emangnya enak apa?
Fyo : Thor lu kok ngambek sih
Thor.....
Woiii Thor Author
Halah pakek ngilang segala, entar kalo butuh duwit juga ngetik lagi.
Author : Duwat-duwit, duwit dari mana. Orang yang ngelike ama vote aja cuma dikit.
...----------------...
Berkali-kali Fyo menggeleng-nggelengkan kepalanya, mengingatkan kejadian dimana Azryan adalah penyebab kehilangan bayinya yang masih belum terlahir.
"Sekarang apa mau kamu?" Tanya Fyo sambil melipatkan tangannya didepan dada.
"Tentu saja, meminta penjelasan beberapa hal mengenai air susu itu! Kapan kamu memberikannya padaku berkali-kali". Seru Azryan dan berjalan santai kesofa, lalu duduk dan berbaring disofa tersebut.
Beberapa jam kemudian, Fyo sudah kembali tidur, Azryan yang sudah tidak mendenngar tangisan dan makian Fyo pun langsung menghampiri dan mencium keningnya. Lalu pergi menemui mereka semua yang masih ada diluar.
Orang tua Azryan dan orang tua Fyo langsung berdiri, kala mendengar suara pintu yang terbuka dari bilik ruangan Fyo. Beberapa pertanyaan mereka lontarkan padanya, mulai dari menanyakan bagaimana bisa ia bisa menenangkan Fyo sampai Fyo bisa tertidur pulas. Awalnya orang tua Fyo sempat curiga padanya, tapi setelah mendengar ucapan dari Azryan, mereka langsung meminta maaf dan berterima kasih padanya. Namun lagi-lagi Azryan menyindir mereka tentang anaknya yang bernama Fiyan, mengingatkan perjuangannya saat ia harus melawan maut yang mau menghampirinya karena ulah dari Fiyan. Sungguh, kejadian dimasa lalu membuatnya benar-benar tidak bisa melupakan rasa sakitnya pada Fiyan dan temannya.
Azryan pergi kekantornya dengan perasaan senang karena suda bisa menenagkan Fyo walaupun dengan cara rendahan, tapi ia juga bersedih karena sudah kehilangan anaknya. Ia mengusap air matanya sekilas dan menelpon seseorang untuk datang kekantornya. Yeah! itu adalah Haris, Harislah yang mencarikan solusi atas masalahnya malam itu. Kalau bukan dia, mungkin aku sudah meminta solusi pada Raka. Dan yang ada malah Fyo makin membencinta. Meskipun dia tidak mencintai Fyo, tapi dia juga masih punya akal. Kalo bukan maminya yang menyayangi Fyo, pasti sudah dari dulu Azryan membunuh Fiyan setelah kematiannya Rendy tentunya.
Andai aku bisa memutar waktu kembali, aku ingin menikahinya dan merawat anakku dengan baik. Dan masalah Fyo, aku akan mengembalikannya pada keluarganya. Jadi dia tidak harus merasakan kepahitannya hidup diusianya ini.
Kedua orang tua Fyo merasa senang melihat putrinya bisa tidur pulas seperti itu. Lalu kedua orang tua Azryan datang membawa makanan buat sarapan untuk mereka santap bersama-sama. Mereka menerimanya dengan perasaan campur aduk, seperti ingin melemparnya karena sudah merasa kesal, tapi merekalah yang juga sudah membantunya. Tidak enak jika menolaknya, karena dari kemarin mereka juga belum makan.