I'M Not Police

I'M Not Police
Bab 28



"Cukup! Mungkin dari tadi saya hanya diam saja, mendengar semua kata-kata kamu. Tapi kali ini saya yang akan menghadapi kamu. Awalnya kami tidak ingin menunjukan video kamu dengan orang lain. Tapi kali ini tidak! Karena kamu sudah melewati batas. Ini kalian bisa lihat video mesum anak kalian dengan Orang lain." Seru Bram, selaku papanya Azryan sambil menyerahkan bukti pada kedua orang tua video.


Fyo tidak tau, kalo Azryan akan melakukan hal yang sangat merendahkan, seperti ini. Rasa cemas dan ketakuttan mulai Fyo rasakan.


"Itulah alasan, mengapa kami menyuruh anak kami kembali kejakarta. Karena anak yang ada didalam kandungan anak kalian, bukanlah hasil perbutan dari Azryan." Ujar Bram yang sudah terlanjur kecewa pada Fyo.


Awalnya ia berniat untuk menikahkan Fyo dengan anaknya. Karena mereka pikir Azryan sangat mencintai Fyo, sampai ia rela melakukan hal yang sebodoh dulu. Tapi setelah melihat video yang entah dikirim oleh siapa? Ia langsung menyuruh Azryan kembali kejakarta untuk melanjukan masa depannya disana. Dan anehnya lagi, dengan senang hati Azryan menerima perintah dari orang tuannya. Padahal, sebelumnya ia selalu menolak kembali kejakarta. Dan berkata, kalau dia akan kembali kejakarta bersama dengan Fyo.


"Tidak, ini tidak mungkin. Video ini tidak benar, karena pada saat itu Azryan datang kesana. Dia mencegah kami melakukan hubungan terlarang. Tapi sebenarnya dia sendiri yang mau menggantikan Nino. Dia bahkan, memukuli Nino dan menyuruh Raka buat bawa Nino kepenjara. Tapi anehnya lagi, Raka berpakaian seperti polisi. Sehingga dia bisa mengelabuhi Nino, tapi tidak denganku. Aku curiga, apa mungkin Azryan bukanlah polisi sungguhan. Bagaimana bisa Raka yang baru saja datang dari jakarta, dalam sekejap jadi polisi. Bukankah itu sangat konyol?" Seru Fyo yang tak terima dirinya fitnah, dan membalikkan suasana keadaan.


Dalam sekejap, Fyo mampu membuat kedua orang tua Azryan merasa panik. Panik karena identitas anaknya akan terbongkar didepan orang tua Fyo.


Bagaimana bisa Fyo tau? Tidak-tidak aku nggak boleh bicara gegabah. Atau kalau enggak! Identitas Azryan akan diketahui oleh orang tua Fyo. Dan dia pasti tidak akan percaya lagi pada kami, dan mereka juga tidak akan mau menerima Azryan suatu saat nanti.


Berkali-kali maminya Azryan mencoba mengontrol emosinya, sedemikian rupa. Tapi didalam hatinya, dia sangat ingin membungkam mulut Fyo. Ia melihat wajah sang suami, begitu pula sebaliknya.


"Kembalikan ponsel saya! Saya tidak mau berurusan dengan kalian lagi. Dan kalian juga gak perlu khawatir mengenai kelakuan anak kalian. Selama dia bisa diam, maka kami juga akan tutup mulut. Jadi kedepannya, saya harap kita tidak pernah bertemu kembali. Kalaupun akan bertemu lagi, semoga kita bisa melupakan kejadian ini. Dan untuk kamu Fyo, jaga calon anak kamu baik-baik. Oh ya satu lagi, saya sama sekali tidak pernah mengancam papa kamu. Tapi papa kamu saja yang terlalu lemah." Ujar Bram dan mulai melangkahkan kakinya, meninggalkan mereka.


"Dasar pengecut, keluarga kalian benar-benar pengecut. Suatu hari nanti, aku akan mengingat semua kejadian ini sedetail-detailnya. Haaaaaa dasar pengecuuuut!" Teriak Fyo histeris, tanpa terasa pipinya mulai basah terkena air matanya sendiri.


...----------------...


Dirumah kediaman keluarga Fyo. Semua perlengkapan pernikahan dan juga semua pesanan makanan, sudah berdatangan dan tersusun rapi dihalaman rumah Fyo. Dan dengan terpaksa semuanya dibiarkan disana. Bahkan semua para tamu undangan, yang nantinya ikut menikmati acara pernikahan yang seharusnya digelar nanti sore, terpaksa harus dibatalkan.


Gadis itu merasa hidupnya sudah hancur. Bahkan kekasihnya(Nino), pergi meninggalkannya ke luar negri. Setelah ayahnya mendengar bahwa Nino telah menghamilinya. Sungguh orang tua macam apa itu? Karena anaknya telah menghamili anak orang lain, ia langsung mengirim putranya ke luar negri. Meskipun bukan putranya yang melakukannya. Tapi itu tetap sama saja, kalau bukan Azryan yang menghentikannya. Tanpa terasa air mata Fyo turun membasahi kedua pipinya.


Ceklek, pintu kamar terbuka. Fyo langsung cepat-cepat menghapus air matanya. Dan berdiri mengahampiri seorang wanita paruhbaya, yang selama ini merawatnya dengan kasih sayang yang tiada duanya. Alasan Fyo langsung cepat-cepat menghapus air matanya, karena dia tidak mau orang tuanya tau kalau dia tengah bersedih. Dirumah sakit tadi Fyo sudah berjanji untuk tidak bersedih lagi. Karena waktu mereka dirumah sakit, kedua orang tua Fyo menyuruh untuk menggugurkan kandungannya, dan melanjutkan pendidikannya. Tapi Fyo menolak untuk menggugurkannya, karena bagaimana pun, anak yang ada didalam kadungannya itu adalah titipan tuhan. Dan Fyo tidak mau menambah dosa karena itu.


Kedua anak dan ibu itu tengah duduk diatas ranjang, mereka saling berpegangan tangan. Dan sama-sama saling menatap wajah lawan bicaranya, seakan merasa bahwa dirinya bersalah. Fyo pun memberi senyuman kepada mamanya, untuk mengurangi rasa kecanggungan diantara mereka berdua. Tiba-tiba mamanya Fyo, meneteskan air mata dihadapanya. Sehingga mebuatnya kembali bersedih, pasanya dia tidak mau melihat orang terdekatnya menangis dihadapannya.


"Mama... Mama jangan nangis. Kalau mama nangis, Fyo jadi ikutan sedih..." Lirih Fyo sambil mengusap air mata mamanya, tapi malah membuatnya ikutan menangis.


"Enggak, enggak. Mama gak nangis kok. Mama hanya salut saja sama Fyo, karena melihat Fyo yang sudah kembali tersenyum. Fyo jangan nangis, kasihan sama dedek bayinya. Nanti dedek bayinya ngambek lo, minta dibeliin ini itu." Kata mamanya Fyo, sambil tertawa. Dan berhail membuat putrinya ikut tertawa.


Sepertinya ini belum waktunya, untuk memberitahu Fyo. Mengenai alasan mengapa kami selalu tunduk pada orang tua Azryan. Tapi bagaimanapun, kami tau kalo kamu berkata jujur. Maafin kami yang telah membuat kamu terjerumus dalam janji kamu.


"Sudah, ayok kita makan kebawah." Ajak mamanya Fyo dengan diiringi sebuah senyuman yang benar-benar tulus.


Mereka berdua turun kebawah, menghampiri mereka yang sudah menunggunya. Ditempat makan, mereka menyambut Fyo dengan senyuman yang berbeda dengan sebelumnya. Dimana waktu itu, Azryan selalu datang, dan ikut gabung makan bersama dengan keluarga ini. Sehingga membuat kedua orang tua Fyo tersenyum kikuk padanya.


Fyo tersenyum melihat keluarganya yang kembali bahagia. Tidak ada kekangan, dan tidak ada pula Azryan. Rasa takut mereka juga, kini mulai ikut hilang.


Semoga kita akan selalu bahagia bersama ya nak ya? Dan Moms harap, kamu tidak akan menanyakan siapa ayah kamu, dimana dia? Seperti apa wajahnya? Itu sama sekali tidak penting. Karena dia telah meninggalkan kamu, dia juga tidak mengakui kamu. Jadi, dia sama sekali tidak pantas menjadi ayah kamu. Moms-lah yang nantinya, akan menjadi ibu sekaligus ayah kamu. Love you baby...