
"Fyo Anatasyah"
Seorang gadis periang nan cantik, biasanya mereka selalu memanggilnya dengan nama Fyo. Ia tonggal disebuah perdesaan yang cukup terpencil, tapi meskipun ia tinggal diperdesaan yang cukup terpencil, keluarganya termasuk keluarga yang cukup kaya. Papanya mempunyai beberapa ladang yang cukup banyak.
"Azryan Xie"
Azryan adalah seorang polisi tampan, mapan, bertubuh atlis dan memiliki beberapa perusahaan termasuk juga diluar negri. Namun, siapa sangka dibalik ketampanannya itu, dulunya adalah seorang anak kecil yang polos dan penakut. Ia kerap dibully oleh teman-temannya, sampai pada akhirnya ia hampir meregang nyawa. Dan disinilah sifat Azryan mulai berubah menjadi orang yang sangat kejam dan mulai membalaskan dendamnya.
Dan sinilah pertemuan mereka akan dimulai...
"Ya Ampun... Nih anak, jam segini masih tidur!" Yeah... dia adalah mamanya Fyo. Yang selalu sabar dalam menghadapi kelakuan dari anak-anaknya.
"Fyo, bangun! Sudah jam berapa sekarang? Apa kamu nggak takut dihukum." Seraya menarik selimut yang menyelimuti tubuh putrinya.
"Hem... Lima menit lagi ya ma. Fyo masih ngantuk." Fyo kembali menarik selimutnya, lantas membuat mamanya semakin marah dan kembali menarik selimutnya.
"Lima menit lima menit, liat jam berapa sekarang?" Berkali-kali Fyo mengucek matanya guna memperjelas pengelihatan matanya.
Betapa terkejutnya ia, ketika melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 06.42 WIB.
Artinyaaa, "What?" Fyo terkejut dan langsung bergegas lari menuju kamar mandinya.
Dugh, Fyo menabrak dinding kamar mandi dan membuatnya meringis kesakitan. Dan ia malah memaki-maki dinding kamar mandinya yang tak berdosa.
"Aduuuuuh" Ringisku kesakittan, "Siapa sih yang naroh tembok sembarangan disini? Jadi sakitkan jidat gue." Begitulah cara Fyo memarahi dindingnya. Mamanya yang melihat perilaku putrinya, hanya bisa geleng-geleng kepala sambil ngelus dadanya.
...--------------------...
"Pa." Panggil Fyo kepapanya sambil menjulurkan tangannya dan berkata, "Uang saku princess mana?", "Sarapan dulu..." Sahut mamanya.
"Nanti Princess makan dikantin saja ma, bareng sama teman-teman Fyo. Takutnya nanti princess kena hukum hanya gara-gara ngenakin perut princess." Lalu Fyo mencium tangan kedua orang tuanya sambil berpesan, "Jangan ngebut-ngebut bawa motornya. Mama capek dimarahin tetangga."
"Siapa ma yang berani marahin mamanya Fyo? Biar Fyo tampol pipinya pakek nih." Seru Fyo seraya menunjukkan tangannya yang terkepal.
"Alah... sok-sok an mau nampol orang, ama jarum suntik aja masih takut mau sok-sok an jadi pahlawan." Sahut kakaknya sambil memasukkan nasi kedalam mulutnya.
"Biarin, orang cantik mah bebas." Sontak membuat kakaknya tertawa keras, "Cantik dari mananya coba? lo aja masih jomblo."
"Eh, masih mending gua dari pada situ puckboy. Apa? Apa! mau ngelawan ayo sini, sini." Belum sempat kakaknya mengejar Fyo udah lari terbirit-birit.
Sebenarnya Fyo memiliki kekasih yang tengah kuliah dijakarta. Kekasihnya mendadak memutuskannya tanpa memberinya penjelassan. Sejak hari itulah kekasihnya sudah tidak pernah aktif disemua akun medsosnya, apalagi menghubunginnya dan dari sinilah ia nenaruh curiga pada kekasihnya ini. Ia berencana setelah lulus skolah tahun ini, ia berencana tuk pergi kuliah menyusul mantan kekasih dan memberikan penjelassin yang jelas.
......................
Fyo Pov*
Ku keluarkan motorku dan kukendarai dengan kecepatan sedang. Setelah melewati daerah perkampungan, aku mulai menambahkan kecepatan motorku. Yeah! Itu untuk menghindari omelan dari para tetanggaku yang pernah mengadu ke orang tuaku. Nanti jatohlah, nanti nabrak anak kecilah. Padahalkan nggak kena, lagian selama mereka jaga anaknya dengan baik juga, nggak bakal ketabrakkan.
Aku menambahkan kecepatan motorku ketika melewati jalan raya. Nggak ada larangankan? Orang mereka yang disini juga lajunya kencang-kencang.
Prankk~
Keasyikanku berubah jadi kepanikan, kala melihat polisi yang berulang kali meniup pluitnya sambil melambai-lambaikan tangannya kearahku.
"Waduh, gimana nih? Mana gak bawa STNK sama helm lagi. Gue punya ide! Gimana kalau gue pura-pura remnya blong saja. Hahahah, kau memang pintar Fyooo, nggak sia-sia papa sama mama lo besarin lo" Batinku.
Kulajukan motorku dengan santai, setelah itu... "Semuannya minggir... " Teriakku sambil berakting pura-pura takut dan membuat polisi yang mengahadangku menepi dari jalannya.
Yess! Berhasil. Kasih salam perpisahan aah....
"Maaf... Rem-nya blong. Motornya nggak mau berhenti. Nanti aku berhentiiin sendiri, kalo motornya udah capek berjalan?"
"Nanti, kalo udah nyampek disekolah maksudnya hahahah." Gumanku dibarengi dengan tertawa lepas. Lalu kulajukan kembali motorku dengan menambah kecekembanya lagi.
Tit tit tiiiit~ suara klakson motor.
"Berisik banget sih, nih orang. Orang sudah menepi juga. Masih aja nglakson-nglakson nggak jelas." Aku kesal sama orang yang bawa motornya dibelakangku. pdahal aku sudah menepikan motorku, tapi masih aja nglakson-nglakson. Dan pada saat aku melihat kespionku yang mengarah kebelakang.
Buum~
"Berhenti!" Teriak polisi tadi, dan aku memcoba tuk pura-pura tidak tau sambil menambahkan kecepatan motorku, "Saya bilang berhenti!" Teriak polisi itu lagi.
Ciit.... Polisi itu menghadang motorku, sehingga mau tidak mau aku terpaksa memberhentikan lju motorku. Polisi itu turun dari motornya, saat ia membuka helmnya didepanku.
"Ya Tuhan... Dia ganteng banget."
Aku terpanah dengan ketampanannya. Namun, itu tidak membutuhkan waktu lama. Aku langsung berubah jadi kesal, ketika ia mulai bicara denganku dengan nada dingin.
"Kenapa kamu lari dari kami?", "Kan tadi saya sudah bilang, kalo rem motor saya blong..."
Ups, aku langsung membungkam mulutku, bodohnya aku. Bagaimana bisa aku berbicara tanpa berpikir.
"Jangan membodohi saya, memang saya seperti kamu. Terlalu bodoh untuk membodohi orang pintar seperti saya." Ucapnya yang terlalu pedas, sombong dan angkuh.
Namun, saat aku melihat rekan kerjanya itu. kekesalanku makin bertambah saat rekan kerjanya itu menertawaiku. Aku menatapnya tajam dan tidak menggubris ucapan polisi tampan itu. Dilihat dari tulisan name tagnya adalah Azryan Xie.
Kebungkaman dan kekesalanku diketahui oleh Azryan saat menatap bola mataku yang mengarah kearah rekannya.
"Kenapa kamu tertawa?", "Siap pak! Soallnya bapak sama gadis ini lucu. Gara-gara ucapan bapak, ekspresi gadis ini jadi memenggemaskan." Begitulah pernyataan darinya.
"Siapa yang menyuruhmu menatap wajahnya tanpa seizinku?" Azryan kesal, bahkan melebihi kekesallanku padannya, "Siap pak! Biasanya saya seperti ini pak dan bapak juga tau itu kan?" Ucapan rekannya membuat Azryan bungkam.
Follow ig : fiy.ool
Sesuai permintaan kak desi, saya lanjutkan lagi ceritannya. Makasih ya, karena sudah bantu support aku.