
Dirumah Fyo, ternyata orang tuannya Azryan masih belum juga pulang dari tadi pagi sampai malam. Semua orang terkejut melihat Fyo yang memakai seragam polisi. Beberapa menit kemudian, Azryan masuk kedalam dengan wajah yang cukup kesal. Sehingga membuat semua orang yang berada didalam bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka? Hanya Fyo dan Azryan saja yang tahu.
"Papi, mami. Ayo kita pulang! Azryan mau bicara penting sama kalian." Azryan tiba-tiba mengajak orang tuanya pulang kerumahnya. Lalu mereka bertiga berpamitan pada orang tua Fyo dan pergi meninggalkan mereka yang masih terduduk diatas sofa.
Fyo memilih pergi, meninggalkan mereka keatas dengan cara jalan yang cukup aneh buat semua orang yang melihatnya. Karena melihat Fyo seperti itu, kedua orang tuanya melakukan kecerobohan dengan tidak bertanya padanya. Menurut mereka, mungkin Fyo dan Azryan habis terjatuh. Entah jatuh darimana? Karena melihat rambutnya Fyo yang basah. Dan menurut mereka, mungkin karena bajunya Fyo basah. Jadi, Azryan meminjami seragamnya, agar anak gadisnya itu tidak masuk angin karena kedinginan.
...----------------...
Keesokan paginya, Hari dimana ia akan segera menikah. Semua orang datang membawa pesanan yang kemarin orang tuanya Azryan pesan. Sebagian darinya, tengah mendekorasi halaman yang akan dijadikan tempat untuk acara pernikahan. Fyo terbangun dari tidurnya dan langsung lari masuk kedalam kamar mandi. "Huek huek, kenapa tiba-tiba aku merasa mual?." Fyo langsung mencuci mulutnya, setelah itu berganti mencuci wajahnya. Lalu ia turun kebawah untuk sarapan bersama, Karena acara pernikahannya masih nanti sore.
Dibawah, semua orang tengah menunggu Fyo yang baru saja turun dari tangga. "Pagi, adik gue yang bentar lagi mau nikah." Seru Fiyan yang baru saja, melihat adiknya turun. "Pagi juga kakak gue yang gak nikah-nikah." Seru Fyo tak mau kalah dengan kakaknya. Usaha Fyo berhasil membuat kakaknya kesal. Dan membuat kakaknya diam tak lagi bicara. Semua orang tengah asyik makan, tidak ada yang sama sekali membuka suara.
Kenapa kepalaku tiba-tiba jadi merasa pusing?
"Fyo kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya mamanya khawatir, "Nggak kok ma, Fyo nggak..." Tiba-tiba Fyo jatuh pingsan, sehingga membuat semua orang terkejut. Dan langsung membawanya kerumah sakit terdekat.
Dirumah sakit, orang tua Fyo tengah menunggu dokter membawakan kabar mengenai kondisi Fyo. Sedangkan kakaknya disuruh untuk menjaga rumah, sambil mengawasi orang-orang yang tengah mendekor rumahnya dan juga halamannya. Tak berselang lama, dokter keluar sambil melepas stetoskopnya satu persatu dari telingannya. "Gimana keadaan anak saya dok? Apa dia baik-baik saja" Tanya mamanya Fyo, "Anak ibu baik-baik saja. Dimana suami anak ibu?" Tanya dokter itu balik, "Anak saya belum menikah dok? Tapi nanti mereka akan segera menikah." Jawab mamanya Fyo, "Belum menikah?" Dokter itu terkejut mendengar pernyataan dari mamanya Fyo, "Iyah, memangnya kenapa dok dengan putri saya?" Tanya mamanya lagi.
Dokter itu menghela nafas dan berkata : "Anak ibu hamil. Sudah ya bu, saya mau periksa pasien lainnya. Kalo kalian ada yang perlu ditanyakan lagi, kalian bisa datang keruangan saya nanti." Lalu dokter itu meninggalkan orang tua Fyo. "Baik dok, terimakasih." Ujar papanya Fyo, karena istrinya sudah tidak kuat lagi menahan air matanya. Mamanya Fyo menangis setelah mendengar perkataan dari dokter, "Paaaa, papa dengarkan apa yang dikatakan dokter? Hikksss." Tanya mamanya Fyo sambil menangis dipelukan suaminya. "Kita gagal pa, kita gagal mendidik putri kita."
...----------------...
Plak, mamanya menampar pipi Fyo. "Sudah ketahuan, masih tidak mau ngaku juga. Siapa yang telah menghamili kamu? Ayo jawab." Tanya mamanya Fyo yang sudah tak bisa menahan amarahnya. "A apa? Aku hamil." Guman Fyo, seketika air matanya turun membasahi kedua pipinya. Ia mengangis sejadi-jadinya, seakan tak percaya bahwa dirinya sedang mengandung anak dari Azryan. Kedua orang tua Fyo merasa iba melihat putrinya menangis seperti itu, dan berfikir bahwa putrinya hanyalah korban dari pemerkosaan.
Mamanya langsung memeluk Fyo dan ikut menangis dengannya. Sedangkan papanya berteriak sambil meninju tembok rumah sakit. "Fyoooo, maafin mama ya nak ya? Mama tidak tahu kalau kamu adalah korban." Ujar mamanya Fyo lembut sambil mengecup kening Fyo. "Katakan sama papa, siapa yang telah berani memperkosa kamu?" Tanya papanya Fyo penuh emosi. Karena Fyo tak kunjung menjawab, mamanya mencoba lagi untuk bicara baik-baik pada Fyo. "Fyooo, katakanlah! Kamu jangan takut. Papa akan memberi pelajaran sama orang itu." Ujar mamanya lembut sambil menangkup kedua pipi Fyo.
"Benarkah?" Tanya Fyo kembali. Dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan. Karena begitu mendengar ucapan mamanya, ia langsung berhenti menangis. Lalu mamanya mengangguk sembari tersenyum. Fyo meraih tangan mamanya, lalu menggenggamnya dengan kuat. "Apa kalian berjanji?" Tanya Fyo membuat mamanya bingung dan terpaksa menganggukinya. "Baiklah, Fyo akan katakan. Orang yang telah berani melecehkan Fyo adalah Azryan. Dialah yang memperkosa Fyo dihotel kemarin. Apa kalian percaya sama Fyo? Kalian harus menepati janji kalian." Tiba-tiba mamanya melepaskan tangannya dari genggaman Fyo. Begitu pula papanya yang terkejut, setelah mendengar kata terakhirdari Fyo.
"Kenapa? Apa kalian mau mengingkari janji kalian?" Tanya Fyo yang matanya mulai berkaca-kaca. "Fyo, kamu pasti salah. Azryan tidak mungkin melakukan itu. Kamu pasti salah orang!" Seru mamanya seakan tak percaya dengan kata-kata anaknya barusan. Tiba-tiba pintu rumah sakit terbuka, dan langsung membantah tuduhan dari Fyo. Dan orang itu adalah maminya Azryan, ia datang bersama dengan suaminya. "Itu benar. Anak saya tidak mungkin melakukan hal yang tidak patut seperti itu." Seru maminya Azryaan yang datang tiba-tiba.
Fyo yang mendengar ucapan Maminya Azryan langsung membuang nafas kasar sembari tersenyum kecut pada mereka. "Kenapa? Apa kalian tidak mau mendengar kelakuan bejat dari anak kalian." Seru Fyo yang sudah kelewat benci sama keluarganya Azryan.
Plak, satu tamparan mendarat dipipi Fyo. Tapi tak mampu membuat Fyo merasa tumbang. Dihandapan mereka Fyo masih menunjukan senyumannya, meskipun hatinya masih terasa sakit.
"Bukan Azryan yang berkelakuan bejat, tapi kamu." Bentak maminya Azryan. "Maaf, mungkin anda telah salah menilai anak saya. Saya percaya kok, kalo anak saya tidak berbohong. Jadi, jaga ucapan kalian baik-baik." Bantah mamanya Fyo yang tak terima nama baik putrinya dilecehkan.