
"Thank you very much, but kamu selalu ada untukku." Ujar Fyo lembut sambil memegang pipi Nino. Nino pun mulai mencium bibir Fyo, lama-kelaman ciuman itu berubah menjadi ciuman panas antara kedua sejoli ini. Fyo tidak menyangka dirinya, akan menyerahkan kesuciannya pada seseorang yang belum sah menjadi suaminya.
Sedangkan disisi lain, Azryan tengah mengawasi mereka berdua yang tengah asyik berciuman. Lewat cctv yang telah ditaruh oleh Raka, sebelum mereka masuk kekemar itu. Dengan segala cara Raka telah mengeluarkan beberapa uang untuk menyogok resepsionis agar mau memberikan kunci kamar mereka, sebelum mereka datang kehotel. Dan tak lupa ia juga memesan kamar untuk mengawasi mereka bersama dengan tuannya yaitu Azryan.
Nino dan Fyo berhasil membuat seorang Azryan Xie marah, tangannya terkepal kuat. Seakan bersiap untuk melayangkan sebuah bogeman untuk memberi pelajaran pada Nino. Meskipun Azryan sering menyangkal bahwa dirinya tidak pernah menaruh perasaan pada Fyo. Tapi hatinya berkata lain, ia merasa hatinya sangat sakit melihat Fyo bermain dengan laki-laki lain selain dirinya. "Tuan, apa tidak sebaiknya kita menghentikan mereka sebelum terlambat?" Tanya Raka yang cemas, karena melihat sikap dari tuannya. Azryan hanya diam tak menjawab, dia memilih untuk menahan dirinya.
Tuan, kenapa tuan ingin mempersulit keadaan? Sudah jelas-jelas tuan cemburu melihat mereka berdua sedang berciuman. Kenapa tidak langsung cegah mereka berdua saja? sebelum kesucian Nona Fyo hilang direnggut oleh kekasihnya. Aku sudah capek-capek pakai seragam polisi dengan tuan dan juga pasang cctv untuk mengawasi mereka berdua. Tapi apa ini yang tuan lakukan? Tuan hanya diam duduk melihat mereka berdua berciuman.
"Tuan." Panggil Nino, tapi Azryan sudah berdiri dan pergi keluar kamar. Didalam hatinya Raka, ia merasa senang melihat tuannya yang mau memberi pelajaran pada Nino. Karena dia sudah lama tidak melihat tuannya memarahi karyawannya yang tidak becus dalam bekerja. Raka pun mengikuti tuannya dengan langkah cepat.
Brak, Azryan menggebrak pintu kamar yang ditempati oleh Fyo dan Nino. Azryan langsung menarik Nino yang sudah telanjang dada. Dan berkali-kali dia memukuli Nino yang masih bingung akan kedatangan polisi. Sedangkan Fyo tertegun melihat Azryan datang dan langsung memukuli Nino. Dia takut kalo dia akan mengadu pada papanya. Mau lari pun tidak bisa karena Nino telah menyobek bajunya dan hanya tersisa bra-nya saja. Tapi ia masih memakai roknya, karena Nino belum sempat membukannya.
Azryan memberikan kode pada Raka dengan menggelengkan kepalanya kesamping, yang menunjuk kearah pintu keluar. "Siap pak." Seru Raka, layaknya seorang polisi sungguhan. Dan menyeret Nino keluar dari kamar. Pintu pun ditutup oleh Raka, lalu Azryan tergerak ke pintu dan mengunci pintunya. Sehingga membuat Fyo merasa gelisah dan ketakutan. "Ke ke kak Azryan." Seru Fyo terpotong-potong sambil menutupi tubuhnya. Azryan berjalan kearah Fyo dengan menatapnya tajam. Karena merasa takut, Fyo mulai beranjak dari kasur sambil membawa selimut untuk menutupi dadanya, agar tidak terlihat oleh Azryan.
Saat Azryan berjalan mendekatinya, Fyo lari untuk menghindarinya. Dan membuat Azryan lari menangkapnya, karena kesal ia menarik selimut yang membalut tubuh Fyo. Glek, Azryan menelan air ludahnya, karena melihat tubuh Fyo yang lumayan menurut pandangannya. Tapi itu mampu membuatnya tergoda. Rasa ingin memiliki semakin menjadi-jadi. Ia langsung menarik tubuh Fyo dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur. Sehingga membuat Fyo meringis kesakitan. "Kak, apa yang mau kak Azryan lakukan? Ini tidak benar." Ujar Fyo ketakutan, tapi itu tidak dihiraukan oleh Azryan.
Azryan menindih tubuh Fyo, dan memainkan rambut Fyo. "Lepas, lepaskan aku. Apa yang kamu lakukan? Aku akan beritahu papa, apa yang telah dilakukan sama calon menantunya ini pada anaknya. Lepaskan aku atau kalau nggak," Ucapan Fyo terpotong oleh Azryan yang tak kalah marah dengan Fyo. "Aku akan menerkam mu sekarang juga." Benar saja, Azryan langsung me****t bibir Fyo dan mulai menjamahi tubuh Fyo. Fyo tidak bisa apa-apa, karena mulutnya dibungkam dengan mulutnya. Sedangkan kedua tangannya ditahan dengan borgolnya.
Dug, lutut Fyo terangkat keatas dengan kuat. Sehingga membuat Azryan meringis kesakitan, seakan terkena setruman dibagian bawahnya. Azryan berteriak keras, dan membuat Fyo kembali bernafas lega. Meskipun nafasnya rada ngos-ngossan. "Ow shhit, berani sekali kamu", "Kamu yang berani sekali menyentuhku." Bantah Fyo, sehingga membuat Azryan semakin marah. Azryan pun langsung melepas perjakanya pada Fyo. Tanpa memperdulikan tangisan dan erangan darinya.
Setelah beberapa jam kemudian, Fyo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bahkan tangisannya sudah tidak mengeluarkan suara lagi, hanya air mata saja yang keluar dari matanya. Sedangkan disisinya, masih ada Azryan yang tengah terbaring ngos-ngossan. Setelah menikmatinya tanpa ampun. Fyo beranjak dari kasur dengan membawa selimut, untuk menutupi tubuhnya. Ia mengambil ppakainnya yang berserakan dibawah sambil terisak.
Saat Fyo masuk kekamar mandi, Azryan tiba-tiba menahan pintu kamar mandi yang mau Fyo. Azryan memberikan seragam polisinya pada Fyo, karena ia tahu bajunya telah disobek oleh Nino. Fyo mengambilnya, lalu menutup pintunya tanpa berterima kasih. Sehingga membuat Azryan tangannya terkepal kuat, dan memilih untuk memakai kaos polisinya dan juga celananya. Setelah itu memakai sepatunya. Tak berselang lama, Fyo keluar dengan langkah yang cukup aneh bagi Azryan. Tapi yang pasti itu karena ulah yang dibuatnya pada Fyo.
"Aku akan mengantarmu pulang." Serunya dingin, tanpa dosa. Lalu pergi keluar dari kamar hotel, meninggalkan Fyo yang berjalan cukup lama. Karena merasa dibagian selangkangannya terasa sakit, Fyo kembali menangis sambil berjalan dengan menahan tubuhnya didinding. Karena sudah tidak tahan lagi, Fyo memilih duduk sambil bersandar didinding, sesekali ia mengusap air matanya.
Dimana anak itu? Kenapa lama sekali? Apa jangan-jangan...
Azryan lari kembali kekamar tadi, saat pintu lift terbuka. Ia mendengar suara isakan tak jauh darinya. Lalu ia pergi mencarinya dikamar, tapi Fyo tidak ada didalam. Saat ia keluar dan melihat kearah samping, ternyata Fyo tengah terduduk disebelah vas bunga besar, sambil menangis. Ia bernafas lega ketika sudah menemukan Fyo, dan berjalan kearahnya. Azryan langsung menggendong tubuh Fyo tanpa berkata apa-apa. Sehingga membuat Fyo kaget, karena tubuhnya tiba-tiba digendong oleh seseorang. "Aku akan membalasmu." Seru Fyo pelan pada Azryan, tapi Azryan tidak memperdulikannya dan pergi membawanya turun kebawah.
Selama perjalanan pulang, Fyo hanya diam dan sesekali terisak sambil mengusap air matanya. Ia bersandar dipintu mobil Azryan, "Dimana Nino?" Tanya Fyo, tanpa menatap wajah Azryan. "Penjara." Jawab Azryan, singkat dan padat. "Dia bahkan belum sempat menyentuhku. Tapi yang melecehkanku masih berkeliran disini." Guman Fyo sambil tersenyum sinis pada Azryan.