I'M Not Police

I'M Not Police
Gara-gara DVD



Sesampainya dirumah Azryan, Fyo langsung tercengang dengan rumah yang ada didepannya ini. Bukankah dia tinggal sendiri dirumahnya? Pikir Fyo saat ia melihat Azryan mengeluarkan kopernya didalam bagasi mobilnya. Lalu mereka berdua masuk kedalam rumah besar itu.


Fyo mengikuti Azryan yang masih membawakan kopernya dari belakang. Saat ia mau menaikki tangga didepannya, sejenak ia berfikir. Apa dia akan tidur diranjang sama dengan Azryan? Fyo menggeleng-nggelengkan kepalanya dengan kuat, lalu menarik kopernya dari tangan Azryan tetapi tidak bisa terlepas dari tangannya (Azryan).


Azryan bingung saat menatap wajah istrinya itu, takut?! Hanya Fyo yang tau. Azryan menarik kopernya lagi dan mau membawanya keatas, tapi koper itu ditahan oleh Fyo.


"Sa saya mau tidur dikamar yang ada dibawah, boleh?" Sambil menatap wajah Azryan dengan raut cengengesan.


Azryan menuruti kemauan Fyo, Azryan kembali turun kekamar bawah (Kamar tamu). Lalu ia mencari kunci kamar tersebut didalam laci yang ada didepan kamar tersebut.


Apa yang sedang ia cari? Kenapa lama sekali! Lama-lama aku jadi mati kepanasan disini, ditambah lagi dengan keberadaannya disini.


Fyo yang sudah tidak sabaran, langsung membantu mencarikan benda yang Azryan cari. Setelah tau yang Azryan cari adalah kunci kamar tersebut.


Satu persatu laci itu dibuka oleh Azryan dan Fyo, namun tak kunjung dapat. Sebenarnya kunci yang mereka cari telah disembunyikan didalam saku Azryan saat Fyo sedang membantunya, karena Azryan tidak mau pisah ranjang dengannya.


Azryan berdiri, ia pura-pura frustasi dengan menutup laci itu kuat-kuat. Dan mengatakan pada Fyo agar mau mengurungkan niatnya untuk pisah ranjang dengannya, karena itu sama sekali tidak ada gunannyakan?.


"Tunggu sebentar, aku akan mencarinya lagi. Siapa tau tadi ada yang kelewatan! Kalau kamu mengantuk, kamu bisa tidur duluan."


"Tidak bisa, ini adalah malam pengantinku. Aku tidak mau menunggu istriku berlama-lamaan disini."


Fyo membelalakkan matanya dan menghentikan aktivitas tangannya yang lincah mencari benda tersebut. Ingin rasanya ia memberikan bogeman keras dimulutnya, bagaimana bisa ia lupa kalau ia baru saja keguguran dan mau mengajaknya enak-enakkan.


Fyo mengurungkan niatnya, ia lebih memilih kembali mencari kunci tersebut. Dari pada meladeni orang yang tidak waras itu menurutnya.


Azryan membuang nafas kasarnya, lalu menutup laci yang baru saja Fyo buka dengan rapat-rapat. Azryan menarik kerah baju Fyo keatas dan membuat yang bersangkutan ikut berdiri.


...----------------...


Azryan terus saja menarik kerah baju Fyo sampai mereka melewati tangga menuju kamar Azryan, tanpa memperdulikan ocehan dari Fyo. Didalam kamar Azryan langsung mengunci kamarnya dan melepaskan Fyo. Fyo kini bisa bernafas lega dan dengan gesitnya ia menghirup udara berkali-kali yang membuat Azryan jadi gemas melihatnya.


Azryan pergi kekamar mandi dan meninggalkan Fyo sendiri dikamar, karena sejauh yang Azryan tau! Fyo tidak akan lari jika sudah terkunci didalam, mustahil baginya untuk mencari kunci cadangan kamar ini.


Setelah selesai mandi Azryan keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ada ditangannya. Setelah selesai berganti pakaian ia bersiap untuk tidur bersama dengan istri kecilnya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Azryan saat melihat Fyo membawa bantal dan selimut miliknya.


"Naik! Ayo naik." Lanjut Azryan yang membuat Fyo jadi semakin kesal.


"Tidur saja disofa, emangnya kamu pikir kamu ini siapa? Tapi saya juga harus ikut tidur disofa. Lebih sempit lebih asyikkan? Saya sudah tau apa maksud kamu yang sebenarnya."


Fyo terkejut dengan perkataan Azryan, karena sudah terlalu capek ia pun memutuskan untuk tidur diranjang bersama suaminya.


Belum sampai lima menit Azryan langsung mendekati Fyo, lalu membisikki sesuatu ditelinga Fyo.


"Apa kau tau? Waktu saya mengurus surat nikah kita, saya dapat hadiah DVD dari mereka. Apa kamu mau saya putarkan sekarang?" Ajakan Azryan mampu membuat Fyo jadi penasaran dengan DVD tersebut.


Azryan bangun dari tidurnya, lalu mencari DVD yang ia terima tadi pagi didalam tas kerjanya. Setelah itu ia masukkan DVD tersebut ketempat pemutar DVD, lalu kembali duduk disebelah Fyo.


Awalnya sih, biasa-biasa aja saat video itu dimulai. Tapi disaat dimenit kelima, Fyo langsung berteriak histeris kala melihat isi video tersebut berbeda dengan Azryan yang tampak begitu menikmatinya.


Fyo mengambil remote tv yang ada ditangan Azryan dan langsung mematikannya, membuat Azryan jadi merasa sedikit kesal, memangnya apa yang salah dengan isi video itu? Bukankah mereka memberikan DVD itu untuk orang yang baru saja menikah? Begitulah yang ada dibenak Azryan.


"Em... Nikmat ya ngeliatnya? Apa kamu pikir saya ini sudah terlalu dewasa sampai-sampai kamu putarkan video itu dengan sengaja! Saya ini masih 18+ belum 21+ seperti kamu. Tontonan seperti ini tidak layak untuk ditonton dalam kalangan remaja tau nggak sih kamu itu?"


Pers*tan, jelas-jelas Azryan memang dengan sengaja memutarkan DVD itu. Padahal dia sendiri sudah tau apa isi dari video itu, lalu kenapa ia tidak memberitahunya?


"Rendahkan suaramu! Saya juga masih punya batas kesabaran. Jangan pancing emosi saya atau kamu akan menerima akibatnya!" Ujar Azryan sambil menatap Fyo dalam-dalam. Matanya berkaca-kaca bukan karena ingin menangis, tetapi karena efek dari video yang tadi ia putar.


Tatapannya seakan mau menerkamnya, Fyo mengambil langkah untuk menjaga jarak dengan Azryan, takut akan terjadi apauntu padanya.


"Emm...Ngomong-ngomong sepertinya DVD harus dibuang." Seru Fyo seraya mengalihkan perhatian azryan.


Tetapi alasan itu tidak mempan, Azryan masih menatapnya tajam. "Eee... Sepertinya saya harus pergi mandi. Euh, rasanya lengket sekali badanku." Elak Fyo sambil menyingkirkan tubuh Azryan dan langsung beranjak pergi kekamar mandi.


Azryan tercengang dari kecantikan Fyo, dilihatnya istri kecilnya itu secara dekat! Membuatnya seakan ingin kembali merasakan kenikmatan yang sebelumnya ia dapatkan secara paksa pada Fyo.


Kenangan kelam itu, lagi-lagi membuatnya merasa bersalah pada Fyo. Ia ingin sekali menebus semua kesalahannya padanya, memulainya lagi dari awal dengan membuka lembaran baru bersamanya.


Azryan berlalu pergi mengambil DVD itu, merusaknya dan membuangnya ketempat sampah. Setelah itu, ia turun kebawah pergi keruangan favoritnya yaitu tempat untuk menghilangkan setresnya.


"Dimana dia? Cepat sekali dia pergi. Ada baiknya jika ia tak kembali lagi." Guman Fyo saat tidak mendapati keberadaan suaminya dan juga pintu kamar yang sudah terbuka lebar.


Fyo berjalan menyusuri kamar seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ia bawa.


"Baju tidurku yang kemarin belum sempat aku cuci. Apa disini tidak ada baju tidur sama sekali." Ujar Fyo sambil mencari-cari isi lemari Azryan.