I'M Not Police

I'M Not Police
Pendarahan (2)



Dirumah sakit Fyo sudah dibawa keruangan UGD, sedangkan Azryan masih mondar-mandir nggak jelas, karena tidak diizinkan masuk kedalam ruangan oleh seorang perawat. Ia menelpon Raka buat mengantar orang tuanya Fyo datang kemari, sedangkan Fiyan (Kakaknya Fyo) tidak ia izinkan ikut kesini. Tak lupa juga ia mengabari kedua orang tuanya sendiri untuk datang kemari.


Kedua orang tua Azryan datang lebih dulu, karena kebetulan mereka ada disurabaya. Mamanya datang dengan kedua pipi yang sudah basah karena terkena air matanya, ia menghampirinya dan mamanya langsung menumpahkan deraian air matanya dipundak sang anak, menangis terisak-isak dipelukan Azryan. Azryan melepaskan pelukannya, lalu mengusap air mata mamanya sambil menatap manik mata sang mama. Setelah merasa lebih tenang, beberapa pertanyaan pun ia lontarkan pada sang anak.


Setelah semuanya kembali tenang, kini keluarganya Fyo datang dengan raut muka marah, panik dan tak berdaya. Ia tentu saja ia tak berdaya didepan Azryan karena Fiyan masih ditahan olehnya. Mereka diam, tak mau menanyakan kondisi dari putrinya, karena mereka yakin kalo mereka (Keluarga Azryan dan Azryan) belum tau mengenai kondisi Fyo, lantaran pintu ruangan UGD yang masih belum terbuka dan keberadaannya mereka yang masih ada diluar.


Beberapa jam kemudian, dokter keluar. Semua orang langsung mendekatinya, "Bisa bicara dengan suami pasien?" Tanya dokter sambil melihat wajah mereka satu persatu, memastikan bahwa suaminya ada disini.


"Ya, saya suaminya." Lantas membuat kedua orang tua Fyo merasa kesal, karena Azryan yang mengaku-ngaku sebagai suami Fyo.


Dokter itu menyuruh Azryan ikut keruangannya. Tiba-tiba Mamanya Fyo menghentikan langkah mereka, "Tunggu, dia bukan suaminya. Kami adalah orang tuanya, biar kami saja yang ikut sama dokter."


"Tidak bisa, Azryan memang suaminya. Besaan... tolonglah lupakan masalah keluarga kita, mereka sudah terlanjur menikah. Ini menyangkut keselamatan menantu kami, jadi sudah menjadi tanggung jawab kami menjaga keselamatan putri kami." Elak Mamanya Azryan bohong, karena dia pikir jika orang tua Fyo yang ikut dokter pasti dirinya tidak akan tau mengenai kondisi Fyo.


Dokter itu tak mau ambil pusing, ia menyuruh Azryan dan juga papanya Fyo ikut dengannya. Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dengan wajah yang mungkin bisa membuat mereka yang ada didepannya tau, mengenai masalah kondisi Fyo.


"Tidak, itu tidak mungkin. Fyo tidak mungkin kegugurankan pa?" Tanya mamanya Fyo yang mulai menangis.


"Mama yang sabar ya, mungkin Fyo sudah menjadi kehendak tuhan. Tuhan mungkin tidak mau membebani Fyo dengan tanggung jawab yang cukup besar diusianya ini."


Kedua wanita itu menangis dipelukan suami mereka masing-masing. Berbeda dengan Azryan yang tengah menyesali perbuatannya pada Fyo. Beberapa menit kemudian, Fyo dipindahkan ketempat rawat inap disana.


Semua orang ikut mengantar Fyo keruangannya, sedangkan Azryan pergi membayar biaya administrasi disana, lalu kembali keruangan Fyo menemui kedua orang tuanya.


"Ma, ini sudah larut. Sebaiknya kita pulang kerumah." Ajak Azryan


"Apa kamu sudah gila! Kamu baru saja kehilangan anak kamu, apa mami pernah ngajarin kamu bersikap seperti ini!"


"Terserah mama, kalau itu mau mama. Azryan mau pulang, ada pekerjaan yang masih belum Azryan kerjakan." Azryan pasrah, lalu ia pergi meninggalkan orang tuanya yang masih tak percaya dengan sikap acuhnya pada Fyo. Dan ia merasa bersalah karena terlalu memanjakannya.


Setelah kepergian Azryan, tiba-tiba mamanya Fyo tertawa sambil tersenyum kecut pada orang tua Azryan. Mereka hanya bisa menunduk, karena merasa gagal dalam mendidik putra semata wayangnya dan menerima semua makian dari mamanya Fyo.


Azryan pergi ketempat club malam dengan ditemani wanita-wanita cantik didepannya, bukan untuk memuaskan nafsunya, melainkan meminta mereka untuk memukulnya. Menurutnya, dengan begini ia akan merasa lega karena telah menebus kesalahannya pada Fyo. Awalnya mereka takut karena harus memukul seseorang yang mempunyai martabat dan gelar yang cukup tinggi.


Mereka yang gelap mata, langsung mulai melayangkan pukulan demi pukulan kearah Azryan. Sedangkan yang takut memilih mundur tanpa sepengetahuan Azryan.


"Tuan, sepertinya orang yang tuan suruh kami layani sudah tidak waras lagi deh." Bisik wanita itu (wanita yang berhasil kabur dari Azryan) pada bosnya. Lalu menceritakan semua kejadian barusan.


"Apa?!" Bos itu tak percaya dengan ucapan wanita tersebut, lalu ia sendiri pergi ketempat Azryan berada.


Saat ia sudah sampai ditempat Azryan, ia terkejut dan langsung menghentikan wania penghibur tersebut. Ia menyuruh mereka pergi tapi sebelum itu, ia memarahi mereka terlebih dulu.


Bos itu, atau lebih tepatnya lagi adalah sepupu Azryan membantu Azryan bangun berdiri dan duduk diatas sofa lagi. Dan menyuruh seseorang mengambikan kotak P3k -Nya dilaci.


...----------------...


"Haris Djuans"


Haris adalah sepupu Azryan. Haris ini ayahnya adalah kakak dari papanya Azryan. Meskipun ayahnya adalah seorang pengusaha, haris tidak mau mengikuti jejak sang ayah. Lantaran kurangnya kasih sayang padanya, sehingga membuatnya menjadi anak yang kurang patuh pada orang tuanya. Haris membangun club malam yang saat ini Azryan tempati karena ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya. Dan impiannya pun terwujud, ia membangun club malam yang cukup besar dari bantuan Azryan.


Azryan mulai menangis dan berteriak setelah ia menahannya beberapa saat yang lalu. Dan benar-benar menyesali perbuatannya pada Fyo, sampai mengharuskan kehilangan janin yang telah Fyo kandung selama ini. Sesekali Azryan meminum minuman berakohol didepannya.


Haris pun berusaha menghentikan Azryan, agar tidak meminumnya lagi. Meskipun ia akan rugi jika jika Azryan tidak membeli minumannya, tapi bagaimana pun Azryan adalah seseorang yang pertama kali mau membantunya dalam kesulitan.


Hariz menghubungi Raka untuk menjemput Azryan, namun ponsel Raka tidak bisa dihubungi. Ia pun terpaksa mengantar Azryan pulang kerumahnya sampai dikamarnya, lalu kembali lagi keclub miliknya.


...----------------...


Di pagi harinya, Fyo terbangun dari tidurnya. Ia terkejut melihat kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Azryan bersama dengannya. Lalu ia tersadar saat mengingat kejacian tadi malam, dengan segera ia mengecek kondisi perutnya.


Rata! Perutnya sudah tidak membuncit lagi, Fyo tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Berkali-kali ia mengelus perutnya, memastikan bahwa dirinya tidak sedang mengigau karena baru saja bangun dari tidur. Namun, hasilnya tetap sama yakni Rata. Fyo menangis sambil berteriak, membuat semua orang yang berada didalam ruangannya merasa terkejut.


"Tidak! Ini tidak mungkin. Dimana bayiku? Diamana bayiku! Kenapa perutku bisa seperti ini? Tidak tidaak..." Teriak Fyo histeris