
Satu bulan kemudian di kediaman Duke, Edward sedang duduk di kursi kerja nya sambil melihat dokumen yang menumpuk di sudut meja.
"Tuan" ucap Franks sopan
"Ya ada apa?" Balas Duke singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas.
"Itu ini tentang guru nyonya,..."
"Kenapa, apa dia mulai menyerah? Lalu memaksa berhenti belajar, sudah kuduga saat dia belajar pelajaran yang sesungguhnya pasti dia akan menye...."
"Bukan itu tuan, malah sebaliknya beliau sangat pintar dan telah selesai mempelajari semua mata pelajaran" sela Franks cepat.
"Hah, apa kau berbohong kali ini?" balas Duke cepat, bahkan sampai mengalihkan perhatiannya dari kertas.
"Aku bersumpah dengan nyawaku tuan"
"Berarti guru-guru itu sudah tidak diperlukan lagi?"
"Ya tuan, mereka bebas mengajar mulai bulan depan"
"Hm....Ya sudah kalau begitu" balas Duke singkat dan kembali lagi ke pekerjaannya.
"Prok prok prok" suara tepuk tangan beserta siulan terdengar sampai ke ruang kerja yang berasal dari tempat latihan nyonya.
Duke menghentikan pekerjaannya kembali dan bertanya kepada Franks karena mendengar suara berisik barusan.
"Kau tahu kenapa akhir-akhir ini sangat berisik di luar, bahkan bisa disebut heboh? Franks"
"Maaf yang mulia itu di sebabkan oleh nyonya sendiri, karena memberi hiburan yang sangat mengagumkan bagi para prajurit dan pelayan"
"Hiburan? hiburan seperti apa itu?"
"Maaf tuan saya tidak tahu yang pasti, tapi yang saya dengar beliau bisa menyerang dengan gaya yang sangat mudah sekaligus keren, juga para pelayan memintanya untuk bisa kedua tangannya menyentuh tanah dari berdiri kebelakang punggungnya, sampai bisa membuat huruf U"
"Sepertinya itu terlihat menarik, lain kali aku kan menontonnya dari sini" sambil melihat Franks yang masih berada di situ.
"Kenapa kau masih berada di sana? cepat kembali ke tempatmu!, aku akan memanggilmu setelah aku menyelesaikan ini"
"Tapi tuan ada yang ingin aku sampaikan lagi"
"Apa katakanlah cepat!!!"
"Ini soal permintaan nyonya yang lain yaitu adalah dia ingin mengurus istana ini dan juga memiliki hak untuk memegang bisnis dari keluarga ini dan mengaturnya"
"Baiklah berikan saja"
"Tapi Tuan, bagaimanapun juga tidak...."
"Tenang saja aku akan melihatnya dulu tidak mungkin kan kalau gurunya berbohong kalau sebenarnya dia pintar pasti punya hasil yang bagus dalam mengurus ini, kita lihat saja kemampuannya"
"Hah..... baiklah jika itu yang anda inginkan, saya pamit dulu" ucap Franks sambil memberi hormat lalu berjalan pergi.
"Pfft... Ini jadi semakin menarik"
.......
Beberapa jam sebelum nya di tempat latihan.
"Hah.... Hah.... Fiuh..., Akhirnya pemanasan sudah selesai dari lari, pus up, dan sit up,......" sambil mengelap keringat yang ada di lehernya.
"Em.... Tapi berasa ada yang kurang deh....oh ya aku harus latihan beladiri dulu kalau tidak nanti jurus jurus nya bakal lupa" pikir ku sendiri di dalam hati.
"Oke!!!, Hufp.... Hah...." Mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya.
"Jurus satu" ucapnya dalam hati.
"Hiaa!!!" Sambil memeragakan gerakan yang diingat
"Jurus dua, tiga, empat, dan lima!!!" Terus memerangakan jurus yang diingat nya sampai tubuh Florence mencapai batasnya.
"Hah... Hah...," Nafas Nya ngos-ngosan lalu dia menjatuhkan badannya ke bawah tanah.
"Sungguh menyebalkan memiliki tubuh yang lemah karena aku paling tidak suka merepotkan seseorang atau diremehkan" ucap ku dalam hati
"Tuk...." Bunyi suara benda kecil yang di jatuhkan, aku yang peka langsung melihat kearah suara,
Di dekat pohon yang kecil bersembunyi 2 orang pelayan, dan saat aku melihat mereka yang sejak tadi memperhatikan ku, seketika mereka merasa malu karena terciduk oleh nyonya nya.
Aku tersenyum lembut lalu mendekati mereka,
"Halo permisi aku sejak kemarin kemarin memperhatikan kalian yang selalu mengintip ku dari sini ada apa ya?"
"Ah... Ee.... Itu maaf kan kami nyonya" ucap mereka tiba-tiba sambil membungkuk kan badan
"kami cuma, melihat anda saat latihan dari kemarin-kemarin karena Anda sangat keren!!!" Ucap satu pelayan berambut pendek kesenangan.
"Jadi kami membawa beberapa camilan dan minuman segar untuk anda nikmati setelah latihan" lanjut pelayan samping nya.
"Pfft...., hahaha....." Aku tertawa kecil lalu melihat mereka berdua yang kebingungan karena aku tertawa,
"Memang ya orang yang bisa beladiri itu selalu menjadi pusat perhatian, karena dianggap keren, mau di dunia ini atau sana sama saja" pikir ku dalam hati.
"Baiklah, baiklah aku terima niat baik kalian, cepat berikan keranjang makanan itu kepada ku" ucap ku sambil mengulurkan tangan ke mereka.
"Eh? Nyonya tidak memarahi kami atau memberikan hukuman karena mengintip" tanya pelayan perempuan yang berambut panjang.
"Buat apa, tapi kalau kalian yang meminta hukuman, aku akan berikannya, mulai saat ini kalian harus membawa makanan dan minuman untukku setelah latihan selesai, bagaimana kalian setuju?"
"Nyonya itu bukanlah sebuah hukuman yang sulit, kenapa anda memberikan hukuman yang seperti itu untuk ketidak sopanan kami ini"
"Karena aku tidak bisa memikirkan hukuman apa lagi yang lebih baik dari pada itu, sudah lah cepat siap kan tempat nya aku kelelahan sekarang"
"Ba....baik nyonya!!!" Mereka dengan tergesa gesa menyiapkan tempat duduk dan menyusun makanan,
Aku tersenyum puas setelah melihat hasil kerja mereka, lalu muncul sebuah ide di kepala ku,
"hm... Bagaimana jika aku menjadikan mereka berdua sebagai pelayan pribadi ku?, Karena di dunia ini sangat di perlukan orang dalam yang setia " pikir ku dalam hati.
"Nyonya persiapan nya sudah selesai, Anda bisa duduk dan makan sekarang" ucap mereka berdua kepada ku.
"Oh, oke"ucap ku lalu duduk di tempat yang sudah dipersiapkan mereka dengan gaya yang anggun seperti ajaran dari ghrea,
Aku benar-benar mengikuti ajaran tata Krama nya karena kalau tidak guruku akan di anggap tidak becus mengajariku dan bakal ada rumor yang tidak enak tentang nya.
Padahal kalau di dunia sana, mana mungkin aku peduli mau makan duduk begini, paling paling makan sambil angkat satu kaki, makan pake tangan langsung atau muluk, ngemilnya gorengan, wajib ada tahu atau gak tempe sama sambel, apalagi tambah kerupuk, uh.... Di jamin maknyus itu....
Pikir ku sendiri, sampai para pelayan bertanya kepada ku, kenapa aku tersenyum kecil, aku hanya membalas kebingungan mereka dengan kata tidak apa-apa dan mulai makanan yang disediakan.
Saat setelah selesai beristirahat sejenak datang lah mentor latihan pedang ku Mr. Boateng,
"Hallo apa kabar nyonya, apa akhir akhir ini anda makan makanan yang mengandung lemak?" Tanya nya tanpa rasa bersalah sekali mengatakan hal seperti itu kepada perempuan kebanyakan yang selalu ingin terlihat kurus langsing.
Bahkan kedua pelayan yang sedang berdiri di samping ku sampai syok mendengar kata-kata haram bagi perempuan, tapi aku malah membalas nya dengan senyuman dan kata kata ramah.
"Tentu saja guru apa aku terlihat lebih berisi sekarang?"
"Hm..... hm, ya kau lumayan berisi sekarang, tapi ini masih kurang semoga nafsu makan mu bertambah lagi ya" ucap nya sambil tersenyum senang, mungkin di pikiran nya dia sedang memperhatikan pertumbuhan putri pungut yang kekurangan gizi, dan menyuruh nya untuk makan yang banyak.
"Baiklah akan ku ingat nasihat guru"
"Apa anda sudah selesai istirahat? Bagaimana kalau kita mulai latihan sekarang?"tantangan nya dengan semangat
"Oke siapa takut!" Ucapku ikut bersemangat sambil membetulkan ikatan rambutku yang longgar, dua pelayan itu ribut ingin membetulkan ikatan rambutku tapi aku dengan cepat menolak nya karena akan memakan waktu yang lama, pastinyakan?.
Setelah selesai berdiri di lapangan arena tiba-tiba guru melemparkan sebuah pedang ke arahku dan dengan cepat aku menangkapnya,
"wah bahkan hasil tangkapan mu bagus juga"ucapnya memuji
"Terima kasih guru Baiklah ayo kita mulai permainannya, 1.....2.....3!!!!"
Dengan ketekunan ku belajar pedang aku dengan mudah melawan guru dengan tingkat yang sangat jauh di atasku,
"Bagus, bagus sekali Florence!!! kamu bisa mengalahkan ku kali ini, tapi jangan harap, aku tidak mau dikalahkan oleh MU sekarang!!!" ucap guru bersemangat
Aku memperhatikan setiap gerakan guru dan mencoba mencari celah yang tidak akan bisa dia lawan dan akhirnya aku bisa melihat celah itu sekarang dan....
"HYAAA!!!!"
Suara teriak ku dan di susul suara pedang yang terpental ke arah lain dan itu adalah milik guru, aku mengacungkan ujung pedangku ke arah lehernya, dia tadinya memasang wajah kaget lalu senyuman singkat mulai terukir di wajahnya.
"Baiklah Baiklah aku mengaku kalah kali ini" sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, tanda menyerah.
"Kau hebat karena bisa mengalahkanku dalam beberapa menit saja," pujinya dengan bangga.
"Dan cara mu bertempur itu ditambah dengan gerakan yang sering kau pelajari diam-diam tanpa orang lain tahu namanya, apa nama gerakan yang sangat halus dan efisien itu?" Tanya nya penasaran
"Kenapa kau tidak bilang-bilang?, mungkin kau bisa mengajariku juga Florence, dan yang terakhir pertandingan yang tadi bisa disebut tidak adil, karena menggunakan teknik selain berpedang tapi aku tidak mempermasalahkannya karena demi melindungi diri harus melakukan dengan cara apapun bukan?" Lanjut nya terus tanpa jeda sedikit pun.
Aku menahan tawa karena guru sudah 2 kali menyebut namaku langsung, tanpa menggunakan embel-embel nyonya atau Duchess Dan aku malah senang karena itu tandanya beliau sedang bahagia, sekarang.
"Florence kurasa aku sudah tidak bisa mengajarimu apa-apalagi karena kamu sangat cepat mempelajari semuanya, dalam waktu satu bulan ini tapi yang pasti jika kau butuh lawan tanding yang seimbang aku bersedia menjadi lawan mu!!!" Ucap nya senang.
"Eh... Maksud ku nyonya..." Lanjutnya kikuk, karena sudah ingat 3 memanggil dengan namaku saja tadi, dan wajah wajah tengang dari para penonton karena guru sudah memanggil dengan namaku berubah menjadi kelegaan yang luar biasa.
Dan aku yang melihat pemandangan itu tak kuat menahan tawa lagi dan tertawa puas, bahkan beliau pun tersenyum canggung, setelah itu selesai aku menawarkan untuk para penonton melihat aksi hebat ku dalam salto dan kayang dan mereka dengan semangat 45 mengiyakan tawaran saya.
Yang menjadi penonton disitu tidak hanya ada pelayan melainkan juga beberapa prajurit yang sudah menjadi fans beratku, akhirnya aku bisa menjadi bunga yang menarik para lebah untuk bisa berada di sisiku.
.......
Terima kasih atas waktu nya membaca cerita ini.....