
POV Destiana
Sarapan pagi itu berakhir baik, bahkan permintaan ku di kabulkan dengan mudah, tapi dengan beberapa keanehan yang terjadi di mulai dari Duke yang tiba-tiba tertawa, padahal tidak ada hal yang lucu.
Juga Albert yang duduk di kursi sebelah ku, dan terus menaruh daging dan lauk lain di piring ku setelah menaruh sepertiga di piring nya.
"Sambil berkata aku tidak akan sanggup menghabiskan nya semuanya, jadi sisanya untuk mu karena anda terlalu kecil"
Aku sampai melirik aneh ke arah nya, sambil berkata dalam hati, "kenapa nih anak tiba tiba stundre?"
Dan Wren dan Joy yang makan dengan tampang takut takut, was was, panik dan lain lain, bahkan terlihat jelas dari wajah mereka tanpa perlu di tutupi lagi.
Mereka terlihat seperti itu di sebabkan oleh tidak lain adalah Edward yang tiba-tiba tertawa saat mereka masuk ke ruang makan ini.
Saat makanan di piring kami akan habis, aku mulai angkat bicara dengan kata permintaan, dan menarik perhatian semua orang.
"Yang mulia, boleh aku minta sesuatu?"
Para pelayan saling lirik mereka bertanya tanya apa yang akan diminta oleh ku, tapi karena Edward yang mengetahui kalau ini sedikit privasi dia langsung menyuruh para pelayan untuk pergi meninggalkan kami semua yang berada di meja makan.
"Apa yang kau inginkan?"
"Itu mudah, karena aku hanya ingin mengadopsi anak anak ini tapi tidak mendapatkan nama belakang karena mereka telah menolong ku, atau di angkat sebagai anak asuh"
Edward terlihat berfikir, sambil tangannya yang mengetuk ngetuk meja makan, "kenapa tidak sebagai pelayan?"
Pertanyaan pun keluar dari mulut nya, dan aku menjawab dengan mantap
"Jika kita menjadi kan nya sebagai pelayan di bawah umur, kita akan kena masalah karena melanggar hak anak anak yang di buat kerajaan meskipun penanganan anak anak yang terlantar atau yatim belum terpenuhi dari pemerintah"
"Makanya aku mengusulkan adopsi tanpa membawa nama keluarga atau membuat hak asuh atas kedua anak ini"
Edward mengangguk angguk paham atas perkataan ku lalu dia berkata,
"Baiklah, akan aku bilang kepada Franks dan dia yang akan mengurus surat surat untuk membuat dokumen resmi nya"
"Terimakasih, tapi aku ada permintaan yang lain setelah ini"
"Ya, sebutkan saja aku akan mendengar kan nya terlebih dahulu baru menyetujuinya"
"Tembakau dan kopi" ucap ku cepat dan Edward menaikkan satu alisnya penasaran.
"Aku butuh kedua limbah dari produksi di daerah selatan untuk menghalau monster dan mempermudah pertambangan"
"Bagaimana kau tahu? Dan bisa yakin akan hal itu?"
"Jika anda bersedia untuk membelikan nya maka aku akan mencoba memberitahukan cara nya, karena tembakau bisa mengusir monster nyamuk yang senang tinggal di tempat gelap dan lembab"
"Dan jika limbah kopi anda bisa membuat para monster tipe serangga menjauh dan tidak akan menyerang jika tidak di ganggu"
"Bahkan jika kedua bahan nya di campur akan menjadi halangan bagi monster tipe kadal mendekat!"
"HM.... menarik baiklah, aku akan memberikan bahan yang kau perlukan untuk membuat pengusir monster, karena meskipun cuma tipe serangga dan kadal itu sudah cukup lumayan"
Ya, Edward benar, karena di daerah barat itu banyak sekali monster yang padahal mirip dengan hewan di bumi tapi dengan ukuran yang tidak wajar juga mana dan sihir yang kuat.
Lalu karena mereka ada banyak seperti hewan pada umumnya berbagai jenis, jadi aku bisa mengurangi beban para penambang dan penjaga yang mengawal.
Karena jika rute ke pertambangan mereka akan melawan para monster tipe 4 kaki atau lebih yang intinya bisa berjalan di tanah, tapi itu belum ada situasi yang tidak terduga dengan melawan monster air.
Dan jika saat sampai di tambang, pasti nya mereka akan di sambut para monster lalu para penjaga pasti akan kelelahan terlebih dahulu setelah pertarungan pertama, apalagi saat pulang nya belum tentu tidak ada monster lagi atau bandit.
Makanya sangat jarang sekali orang yang mau mengambil misi ini di guild petualang meski bayaran nya tidak main-main, bahkan dengan memerintahkan para kesatria pribadi Duke.
Tapi karena aku bisa mengusir para penghuni tambang itu, aku jadi bisa meringankan beban mereka dan para monster itu, semuanya datang dari benua yang belum pernah terjamah.
Meskipun terbatasi oleh lautan, mereka tetap bisa ke menyeberangi nya dan karena hewan hewan atau yang disebut monster ini mempunyai mana dan sihir yang banyak, jika mereka mati dan terkubur.
Itu akan menjadi tambang tambang dari atribut mana nya, seperti air akan menjadi kristal atau berlian, Tanah akan menjadi besi dan jika ada mana yang tergabung seperti atribut cahaya dan api akan menjadi emas dan lain sebagainya.
Tapi tetap saja itu butuh ribuan tahun lamanya untuk di proses, dan mungkin tambang tambang yang sekarang ini, dulunya adalah sarang bagi mereka para monster nyamuk dan serangga.
"Oke tapi masalah yang lainnya sekarang adalah kendaraan, karena tidak mungkin membawa gerobak di pengunungan atau membawanya dengan di gendong, dan jalan nya yang biasa sudah tertutup karena sudah lama tidak digunakan, apa kau bisa menyelesaikan permasalah nya?"
Aku berfikir, sebentar lalu tersenyum cerah dan berkata "kurasa aku tau mari kita bahas ini nanti setelah makan"
..........
"Hah... Aku lelah..."
Aku merenggangkan otot otot ku dengan gerakan yang ringan sambil berendam di air hangat yang telah di siapkan oleh para pelayan.
Aku merasa bersalah dengan anak anak karena membahas hal berat di ruang makan tadi tapi untungnya masalah pertambangan telah selesai.
Karena setelah selesai sarapan aku dan Edward langsung membahas nya di ruang kerja nya, bahkan sampai sore lagi.
Dan membuat badan dan punggung ku pegal semua tapi karena pelayanan dari Mery yang memijat kepala ku dengan lembut rasanya semua rasa pegal itu menghilang.
"Ah ini nikmat sekali....."
Pikir ku dalam hati, bahkan lionna dan red masing-masing memijat tangan dan kaki ku jadi kenikmatannya bertambah berkali-kali lipat.
"Apa ini enak nyonya?" Tanya red senang
"Ya, sangat sangat enak"
"Oh ya nyonya, aku mendengar sesuatu dari para pelayan yang mengurusi Duke tadi katanya anda memecahkan masalah soal pertambangan bukan?, aku sangat senang" ucap lionna mencari topik mengobrol.
"Itu sangat hebat!!"
"Tentu lah kan nyonya ku yang terbaik, apa jangan-jangan ini yang anda maksudkan saat kita pergi ke villa ayah dan ibu tuan Duke"
"Kau pintar sekali Mery bahkan ingatan mu sangat bagus"
"Tapi nyonya aku sangat penasaran dengan kata kata yang mereka sebut kan itu apa ya??....."
"Katrol maksud mu?"
"Ya!!!, katrol !!!, bahkan para peneliti di kediaman Duke terus memuji muji anda setelah mengucapkan kata kata katrol"
"Oh itu apa kau mau aku ajarkan saja dari pada di jelaskan?"
"Ah..... kurasa dua duanya itu sulit, yang mulia"
"Jadi intinya katrol adalah sebuah roda di atas sebuah as roda atau penggerak roda yang dirancang untuk mendukung pergerakan dan mengubah arah dari kabel atau sabuk yang dipasang, atau mentransfer kekuatan antara penggerak roda dan kabel atau sabuk"
"Apa kau paham?" Tanya ku
Lionna dan red memasang wajah bingung yang lucu sedang kan Mery berusaha mengira ngira seperti apa bentuk nya.
Aku telah selesai mandi dan keluar dari baknya sambil tertawa kecil karena raut wajah mereka seperti itu,
"Baiklah apa kau tahu apa itu pesawat sederhana?"
Mereka menggeleng karena tidak tahu maksud dari pesawat sederhana
Akhirnya aku menjelaskan dengan gerakan agar lebih mudah di pahami,
"Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya, atau lebih gampang nya, kalian pasti sering menggunakan suatu alat untuk meringankan pekerjaan, dan alat-alat itu merupakan bagian dari pesawat sederhana"
"Oh seperti sapu!!!" Ucap red semangat sambil mengelap badan ku dengan handuk.
"Ya, itu adalah jenis pengungkit ke tiga Termasuk sekop dan alat pancing dan masih banyak lagi"
"Wow..."
Mereka memasang wajah terpukau ternyata benda benda yang dekat dengan mereka adalah alat bantu sederhana itu.
"Memang nya jenis pe...pe...." Ucapnya tersendat karena lupa dengan kata kata ku, bahkan tangan nya yang mengeringkan rambut ku ikut tersendat karena bhanya mengerikan di bagian yang telah kering.
"Pesawat sederhana!" Ucap ku membetulkan perkataan lionna agar tidak mengeringkan bagian yang telah kering.
"Iya itu!!!, memang nya ada berapa jenis?"
"Jenis-jenis pesawat sederhana dibedakan menjadi empat, yaitu tuas atau pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos lalu Masing-masing dari jenis pesawat sederhana tersebut memiliki fungsi dan keuntungannya masing-masing"
"Dan yang aku beri tahu kepada Duke adalah katrol, dan itu bisa digunakan untuk mengangkut barang atau manusia dengan jumlah beban berat yang telah ditentukan"
"Tapi nyonya aku paham kalau katrol ini berguna untuk mengangkat barang yang lebih berat dan menurut ku lebih masuk akal jika digunakan untuk sumur dan pembangunan rumah, jadi bagaimana cara menggunakan nya jika di gunung?"
Mery bertanya dengan nada serius bahkan dia bisa menebak tempat yang paling penting untuk mengunakan katrol padahal aku belum pernah memberi soal itu.
Dia bahkan bertanya sambil berfikir seperti itu tapi tetap bisa memakai kan ku gaun dengan rapih bersama dengan lionna dan red.
"Tentu saja dengan flying fox!!!"
"Hah???" Mereka semua membuat wajah bingung lagi yang membuat ku tertawa.
.......
POV Joy
Aku menatap balkon kamar milik Tante atau yang lebih tepatnya di sebut Duchess Devonte dari taman, sampai ada suara yang sangat kukenal memanggil ku.
"Joy!!!"
"Ah kenapa kak?"
"Ayo kita segera kembali, para pelayan telah menunggu kita untuk bersiap makan malam, karena mungkin saja nyonya dan tuan juga makan"
"Iya, oh ya, tadi mereka melewati makan siang karena terlalu sibuk bekerja"
Wren mengulurkan satu tangan nya dan aku bangkit berdiri di bantu oleh nya, setelah itu menepuk nepuk ujung gaun ku yang kotor terkena tanah.
Lalu kami berjalan kembali bergandengan tangan, hari ini kami lalui dengan biasa saja, di mulai dari setelah sarapan kami pergi ke ruangan dokter keluarga Devonte.
Mereka memeriksa ku setelah itu menasihati dan memberi obat bahkan untuk jaga jaga mengunakan sihir penyembuhan terhadap ku.
Lalu mereka juga memberitahu Wren untuk menjaga ku jika tiba-tiba ada masalah, setelah itu kami pergi ke tempat latihan tuan muda demi memenuhi tugas kami sebagai teman nya.
Dia melirik kami yang sedang memperhatikannya dari jauh, lalu tiba-tiba ia berkata "kalian mau membantu ku latihan?"
Dengan cepat Wren setuju, dan karena aku tidak boleh banyak bergerak apalagi jika kelelahan jadi aku hanya melihat mereka dari jauh.
Tidak lama setelah latihan persahabatan itu di mulai, aku telah menganalisa gerakan mereka berdua, yang sangat berbeda, tuan Albert dia lebih bermain tenang dan memperkuat kuda kuda nya.
Tapi gerakan nya tidak kaku dan cukup cepat apalagi saat menghindari serangan kakak dia sangat gesit.
Kalau kak Wren karena dia mungkin adalah setengah serigala cara bertarung nya bar bar dan mengunakan insting saja.
Meskipun tuan Albert seperti nya mampu memenangkan pertandingan persahabatan ini, tapi kak Wren lebih banyak pengalaman bertarung secara langsung.
Aku mengira ngira kalau kakak lebih unggul dan mungkin akan menang, tapi di saat detik detik terakhir tuan Albert membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan persahabatan ini.
Albert terduduk di tanah sedangkan Wren menjatuhkan diri nya ketanah dengan terlentang mereka berdua kelelahan saling menetralkan nafasnya.
Seorang pelatih khusus untuk nya bertepuk tangan dengan kencang, dan memuji performa mereka berdua yang sangat bagus.
"Prok...prok....prok....."
"Kalian sangat hebat dan jika kalian terus mengasah kemampuan dan keterampilan kalian, aku yakin suatu hari nanti kalian bisa menjadi petarung yang sangat kuat"
Pujinya dengan bangga, "baik lah karena latihan pedang Albert telah berakhir kalian lebih baik bermain sendiri dulu, karena dia masih ada kelas setelah ini" lanjutnya.
Albert bangkit berdiri lalu menyerahkan pedang kayu nya kepada pelatih dan Wren bangkit berdiri di bantu oleh Albert, karena uluran tangan nya.
"Aku menantikan pertandingan dengan mu lagi" Ajaknya untuk kapan kapan.
"Tentu saja" kakak Wren menjawab dengan semangat bahkan gigi gingsul nya sampai terlihat.
Dan setelah itu kami main bersama sampai makan siang tapi di meja makan hanya ada kami berdua karena tuan Albert sibuk belajar sampai tidak sempat makan bersama.
Sedangkan Duke dan Tante sibuk membahas hal hal sulit di ruang kerja, jadi hanya kami yang nganggur.
Dia akan mengurusi kami jika Duchess sedang sibuk dengan hal lain tanpa perlu bantuan dari nya, dan jika Duchess sedang membutuhkan nya dia akan menitipkan kami ke pelayan lain yang di percayai nya.
Setelah makan kami di beri tahu kalau akan ada yang memeriksa sihir kami, apa kah cocok untuk menjadi penyihir atau tidak.
Jadi kami pergi ke ruang tamu atas arahan Mery, dan begitu sampai seorang laki-laki yang masih muda ku rasa, dan seorang bawahan nya mungkin,mereka berdua tersenyum kepada kami dengan ramah.
Dia membawa 2 bola yang sangat bening seperti terbuat dari kristal, tapi aku tahu kalau itu adalah alat untuk mengukur mana dan sihir tipe yang sesuai dengan kita.
Dia mempersilakan kami untuk meletakkan tangan di atas bola bola itu bergantian dan wajah kedua laki laki itu sangat terkejut karena saat aku memengang bola salah satu bola itu.
Tiba-tiba saja cahaya putih terang keluar dari bola yang ku pengang, bahkan menyilaukan mata kami semua, tapi tidak bertahan lama karena aku buru buru melepaskan tangan ku.
Pria yang terlihat muda itu tersenyum sangat lebar bahkan menyuruh cepat cepat memeriksa atribut yang kupu nya, dan karena sedikit paksaan aku dengan cepat memengang bola yang satu nya.
Lalu menemukan bahwa di dalam bola terdapat warna hitam, putih, merah, biru, hijau dan cokelat Lalu laki laki itu berkata kau bisa melepaskan nya sekarang.
Setelah itu baru giliran kak Wren yang mencoba bola bola itu, saat ia mencoba bola yang pertama itu mulai mengeluarkan warna ungu lalu saat mencoba bola kedua cuma ada satu warna yaitu hijau.
Laki laki itu mengangguk angguk kan kepalanya paham, dan menyuruhnya untuk melepaskan tangannya dari bola.
Setelah itu Mery bertanya apa hasil nya lalu dia menjawab bahwa diriku mempunyai mana yang sangat besar dan sangat langka setelah beribu-ribu tahun, dan juga semua tipe atribut sihir mulai dari cahaya, kegelapan, api, air, tanah, dan udara.
"Sedang kan anak werewolf ini, seperti yang kuduga kekuatan nya hanya rata rata di atas orang biasa tapi karena atribut nya adalah angin dia bisa mengembangkan kemampuan nya, jika di latih dengan baik"
"Oke kalau begitu akan saya sampaikan kepada Duchess" ujar Mery.
"Dan aku akan mengajari anak kecil ini, besok" ucapnya sambil tersenyum aneh kepada ku, yang entah kenapa membuat bulu kuduk ku berdiri.
"Tapi bukankah anda orang yang sibuk?"
"Ya, memang benar urusan ku menjadi ketua penyihir sangat banyak, tapi aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengajari murid yang akan menjadi legenda ini"
"Baiklah akan saya sampaikan ini juga kepada nyonya"
"Kalau begitu kami undur diri dulu" mereka memberi hormat seperlunya lalu keluar di antar para pelayan yang lain.
Setelah itu Mery menatap kami lalu berkata,"Kalian punya waktu bebas sekarang sampai makan malam tapi besok akan di gunakan untuk belajar, lalu ketua menara penyihir yang akan mengajari Joy sedangkan yang bawahan nya akan mengajari Wren paham?"
"Kami mengerti!!!" jawab kami serempak, setelah itu dia pergi mungkin untuk menyiapkan makanan bagi Duchess.
Dan kami pun memutari seisi istana, mulai dari perpustakaan, kamar kamar yang lain, dapur, taman, lapangan tempat para ksatria atau prajurit latihan, bahkan sampai kandang kandang hewan kami kunjungi.
Dan semua tempat yang kami kunjungi itu pasti akan ada beberapa orang yang menyapa kami dengan ramah atau berpura pura ramah yang terlihat aura kebohongan nya oleh mata ku.
Tapi aku lebih memilih pergi dan bermain di taman karena aku bisa merasakan mana ku yang bertambah banyak di sana, mungkin karena tempatnya tumbuhan hidup dan aku bisa menyerap nya.
Karena kak Wren yang bosan melihat ku terus membuat mahkota bunga dia mutuskan untuk tidur berbaring di rumput karena udara sore yang cukup sejuk.
Dan begitu lah kejadian hari ini di lewati tanpa banyak kesulitan setelah kakak bangun ia mengajak ku untuk pulang, dan sekarang kami sedang bergandengan tangan menuju kamar.
.........
"Huffttt.... Hahhhh....."
Wren yang berada disamping joy merenggangkan badan nya sambil menguap lebar saat kedua anak itu akan pulang.
"Apa kakak masih mengantuk?, Padahal kau sudah tertidur selama sore ini dan tidak menemani ku bermain"
"Ya, itu belum cukup untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran ku"
"Memang ya kakak kebo!!!, Kau tidak boleh tertidur setelah ini karena kita harus makan bersama dulu!!!, Paham?!!" Teriak Joy tepat di telinga Wren
"Iya, iya bawel..... Tak perlu berteriak juga aku sudah mendengar mu" dia berkata seperti itu sambil menutup kedua telinga serigala nya.
"Memang benar! Tapi kakak lebih sering tidak menggunakan telinga mu dengan baik untuk mendengarkan pendapat orang lain!"
"Sudah sudah adik kecilku sukanya marah marah saja, liat di ujung jalan pelayanan menunggu kita" ia mengusap usap kepala Joy dengan lembut.
Memang benar kalau Wren tahu kelemahan adiknya ini, jika di usap usap kepala nya ia akan jadi jinak dalam sekejap.
Joy yang di usap usap kepala nya menggigit bibir bawahnya untuk tidak luluh tapi akhirnya dia tidak kuat dan berkata.
"Kali ini ku maafkan awas kalau di ulangi!!!"
Dan berlari duluan meninggalkan Wren di belakang, Wren memasang wajah kemenangan lalu memberi salam patuh dengan tangan nya sambil berkata.
"Baik baik!!!"
.......
POV Destiana
Makan malam tadi berjalan dengan lancar, aku mengangkat topik percakapan yang menarik bagi anak anak tidak seperti saat sarapan pagi.
Dengan bertanya apa kegiatan hari ini?, atau apa yang kalian mainkan bersama?, apa kalian menemukan hal-hal baru?, Seperti itu.
Dan Joy yang sangat bersemangat memberitahu keseharian nya saat ini lalu Wren hanya menambah kan sedangkan Albert sama seperti sikapnya yang dingin mirip dengan ku yang hanya membalas hal hal penting atau monoton.
Seperti: "iya hari ini sama seperti hari hari kemarin saat kutukan tidak mengambil alih, aku belajar, latihan belajar lagi membaca dan latihan, ya kurang lebih seperti itu".
Dan raut wajah ku berubah dengan tersenyum kesal karena ucapannya,
"Hah...."
Hanya mengingat seperti itu lagi membuat ku benar benar membuat ku kesal lagi, maklumi aku juga seperti itu, irit bicara.
Pokoknya sekarang yang harus ku urus adalah surat dari si tukang besi yang pintar chayton aland ini, pikir ku dengan memegang surat dari nya.
Hari mulai gelap dan kamar ku terang karena cahaya bulan yang masuk melalui jendela yang terbuka lebar, meskipun aku menggunakan sihir untuk membantu penerangan kamar dan lain lain.
Tapi itu sudah di matikan agar tidak menggangu para pelayan yang masih harus berjaga jika kamar dari salah satu tuan rumah nya menyala.
"Nah.... mari kita buka"
Aku membuka surat dan membacanya dengan penerangan seadanya dari cahaya rembulan.
"Oh jadi Ikemen ini memakan umpan nya"
Jadi kalau begitu aku harus segera membalas nya dengan segera, agar bisa membuat kesepakatan dengan nya dan mengetahui identitas penjahat itu.
Saat aku sedang asik menulis untuk membalas surat tiba-tiba saja seseorang sedang berdiri di dekat jendela yang terbuka lebar.
"Siapa disana!!!"
Ucapku dengan nada mengancam bahkan pena bulu ku jadikan sebagai senjata pertahanan diri, orang itu tersenyum miring lalu menampakkan diri.
"Lama tak bertemu nyonya Florence, atau harus ku panggil nyonya apa?"
"Ah ternyata kau end"
Ucap ku sambil menurunkan pena nya yang telah siap menjadi senjata pertahanan diri, "Apa yang kau lakukan di malam hari seperti ini?"
"Dan kenapa tidak lewat depan saat pagi nanti, kau benar-benar menggangu aktifitas ku saat ini"
Tanyaku dengan tetap bersiaga jika terjadi penyerangan, dengan tidak melepaskan pena bulu itu dan dia berjalan mendekati ku lalu berkata,
"Se suka ku lah ingin masuk lewat mana dan kapan saja"
"Oh jadi begitu terus apa yang engkau lakukan sekarang? kita berduel di sini atau di tempat yang telah kau tentukan?"
Aku menarik nafas sebentar lalu melanjutkan,
"Tapi kau harus mengantarku sampai sana, tentunya saja dengan menggendongku, karena aku tidak bisa melompat-lompat bebas di atap seperti mu"
"Hah...." Dia menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, lalu berkata "bisakah anda melepaskan pena bulu itu di meja?, Aku merasa terancam jika kau tidak menaruh nya"
"Aku tidak bisa menaruh benda yang bisa melindungi ku kecuali kau berjanji untuk tidak menyerang secara tiba-tiba"
Balas ku berkompromi, dia tertawa kecil lalu menggeleng pelan, "kayak kau tahu saja niat ku kesini?"
"Jadi tenang saja kau bisa menaruh pena itu dimeja dan aku berjanji untuk tidak menyerangmu,"
"Bagaimana bisa aku percaya pada ucapan seorang pembunuh bayaran?"
"Aku bersumpah dengan nama kakak ku Florence"
"Huh....."
Aku menyerah karena ke keras kepalaan nya, dan menaruh pena bulu itu di meja, "sudah kan?"
Dia tersenyum dan kembali mendekat tanpa memberi jarak yang jauh, lalu dia berkata "tangan mu", aku mengedipkan mata beberapa kali lalu membalasnya.
"Untuk apa?"
"Ulurkan saja"
"Awas saja jika kau aneh aneh aku akan...."
"Tenang saja, aku berjanji tidak akan melakukan hal yang aneh"
Aku melihat nya dengan mata yang menyipit tidak percaya, setelah itu menyerah dan mengulurkan tangan kanan ku, dia tersenyum penuh kemenangan.
Lalu mengambil tangan ku dengan posisi salah satu kakinya di lipat, ala ala kesatria yang akan bersumpah, mencium punggung tangan ku dengan lembut sambil berkata.
"Aku bersumpah untuk melindungi anda dengan menjadi bayangan yang akan selalu mengikuti tapi tidak pernah terlihat dalam malam"
"Eh?!!" Aku terkejut karena sumpahnya yang tiba tiba, "tunggu tunggu, apa yang kau lakukan saat ini!"
Tapi bukan nya dia menghentikan sumpah nya ia tetap mengoceh terus,
"Demi memenuhi keinginan asli dari kakak Florence aku akan menjaga anda bahkan mempertaruhkan nyawa ini"
Sebuah lingkaran sihir besar terbentuk di bawah kaki kami berdua dan cahaya yang cukup terang keluar dari kamar ku, aku bahkan harus menutup mata ku karena terlalu silau.
Sampai cahayanya meredup aku membuka mata dan mendapatkan dia yang telah menghilang dengan surat bewarna hitam yang berada di mejaku.
"Ah.... dasar bocah sialan....., Dia membuat kontrak penjaga dengan sihir, itu tidak akan bisa di batalkan kecuali jika ia mati karena melindungi ku atau sama sama mati karena melindungi ku"
"Tap tap tap!!!"
Suara orang yang berlari dari luar ke kamar ku terdengar sangat jelas, dan saat aku menengok, benar saja ketukan dan pertanyaan yang terdengar panik terdengar dari luar pintu.
"Nyonya apa anda ada di dalam, dan apa anda baik baik saja?"
"Ya, aku ada di dalam dan baik baik saja"
"Boleh kah aku masuk?, Hanya untuk memastikan"
"Ya, boleh"
Setelah kata-kata persetujuan keluar dari mulutku pelayan ku yang bernama Mery langsung memeriksa seluruh tempat di kamar.
Bahkan dia membawa kesatria perempuan ikut ke dalam dan pembantunya memeriksa ke setiap sudut jika ada hal hal yang aneh.
Setelah dirasa tidak ada apa-apa mereka bertanya padaku apa yang terjadi dan aku berkata,
"Itu tadi hanya cahaya yang disebabkan oleh kekuatanku karena sebuah percobaan sihir dari buku yang ku pelajari ini"
Entah mereka percaya atau tidak mereka hanya mengangguk lalu pamit undur diri, dan memohon maaf karena menganggu waktu malam nya.
"Fyuhhh....."
Aku merasa lega setelah itu mulai membaca surat yang diberikan Nathan, aku membolak-balik kan surat ini karena terlihat bagus dan misterius.
Bewarna hitam legam seperti malam, dan ada beberapa taburan Warna biru terang dan putih disurat nya seperti cahaya dari bintang yang menyinari malam.
"HM..... dia punya selera yang bagus juga"
Setelah itu mulai membuka surat dan membacanya.
..........