
Matahari pagi mulai bersinar dan menerobos sela-sela jendela yang tertutup oleh gorden, aku membuka mataku yang masih terasa berat.
"Hoam....." Aku menguap sambil menggerakkan tangan ku yang kaku keatas,
"Oh......... hari yang dijanjikan pun tiba, aku harus bersiap-siap sekarang, meskipun ini masih terlalu pagi sih....." ucapku dalam hati,
Akupun beranjak ke jendela dan membuka gordennya lebar-lebar, matahari pagi memang yang terbaik, dan saat aku menengok ke belakang pas sekali suara ketukan pun berbunyi, yang di sambung dengan perkataan dari seseorang.
"Nyonya apa Anda sudah bangun?"
"Ya" Aku menjawab cepat,
"Itu suara Mery" lanjut ku dalam hati lalu diapun bertanya lagi
"Bolehkah saya masuk?"
"Tentu" balas ku dan dia dengan segera membuka pintu lalu mendekatiku yang sedang berada di jendela
"Ya ampun nyonya kenapa Anda membuka gorden ini sendiri?"
"Aku terbiasa" ucapku refleks
"Eh.....?"
Dan akupun langsung tersadar kalau Florence belum pernah membuka gorden kamarnya sendiri, selama ia tinggal di sini, maupun dulu saat di rumahnya, Mery yang mendengar jawaban itu pun bingung.
"Ah..... tidak, tidak, aku hanya ingin melihat matahari saja" ucapku cepat agar Mery tidak bertanya tanya lagi, lalu akupun menyuruhnya untuk mengambil jubah yang panjang yang akan menutupi badan ku dari udara pagi yang sangat dingin.
"Anda ingin ke mana nyonya?"
"Oh aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar di luar"
"Oh apa anda mau di temani nyonya?" Tawar nya langsung
"Tidak usah, lebih baik kau siapkan saja air mandi untuk ku" tolak ku halus
"Baiklah nyonya, sesuai keinginan anda" balas nya lalu dengan cekatan mengambil jubah, aku pun keluar dari kamar dan berjalan-jalan di sekeliling taman yang sangat indah.
Embun-embun masih menempel di daun-daun dan bunga-bungaan, aku mencium bau mawar yang sangat semerbak, dulu waktu di bumi Aku tidak akan mungkin mencium bau mawar yang sesegar ini di pagi hari, selesai menikmati udara pagi aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap mengenakan gaun bukan baju latihan kali ini.
Karena aku akan menghadiri pertemuan paling penting hari ini, sewaktu sarapan bersama, Albert dan Edward memperhatikanku dengan serius dari awal masuk sampai keluar dari ruangan itu.
Dan juga hari ini mereka tidak seperti biasanya, karena mereka menungguku datang lalu memakan makanannya bersamaku.
Saat aku sedang makan aku rasa mungkin otak mereka sedikit konslet, seperti terkena listrik,
"Eh..... tapi disini tidak ada listrik ya?" pikir ku, dan akhirnya sarapan tadi berubah menjadi ajang menatap paling tajam dan paling lama, oleh mereka berdua.
Bahkan sampai aku merasa makanan yang ku makan menjadi tanpa rasa karena ingin cepat cepat pergi dari sana,
...................
Saat aku menaiki kereta kuda untuk menuju ke tempat yang telah ditentukan, aku sedikit bersyukur karena tadi tidak makan terlalu banyak,
"Lebih baik aku puas-puasin saja makan banyak nanti, di restoran itu sekalian, dan itu lebih baik daripada di tatap dengan tatapan tajam, sampai membuat bulu kudukku berdiri semua" gumanku sambil bersandar di sofa yang empuk liona menatapku dengan hawatir lalu bertanya
"Nyonya, apa kursinya kurang empuk? atau keretanya yang terlalu panas, dan kenapa anda mendengus seperti itu" tanyanya panik
"Ah..... tidak aku hanya tidak mood saat sarapan tadi" balas ku cepat
"Oh ya, liona saat nanti kita berada di dalam, aku mau kau meninggalkanku berdua saja dengan countess" pinta ku kepada nya,
"Tapi nyonya bagaimana jika anda membutuh sesuatu atau dalam bahaya?"tanyanya khawatir
"Tidak akan!, Kau tenang saja aku kuat kok kamu lihat sendirikan kalau aku adalah perempuan yang kuat"
"Iya anda benar anda adalah wanita yang paling kuat yang pernah saya lihat dan paling keren" ucapnya dengan bangga aku tersenyum kecil lalu berkata lagi untuk tidak di khawatir kan oleh Nya.
"Tenang saja jika aku butuh bantuanmu Aku akan memanggilmu langsung"
"Baiklah nyonya" ucapnya menyerah
Dan akhirnya kami telah sampai di restoran yang telah dijanjikan, aku masuk ke dalam restoran dan langsung disambut oleh pelayan yang bertugas menunjukkan tempat kami yang sudah dipesan sebelumnya,
Di sana duduk seseorang wanita yang sangat cantik rambutnya terlihat berwarna pink jika terkena matahari dan berwarna merah jika di dalam ruangan yang gelap atau ketika malam.
Dia menyadari saat aku datang dan langsung menyambutku dengan salam hormat
"Selamat datang nyonya Florence namaku adalah Demeter lida velly hington, dari keluarga count hington" ucapnya
"ya" dia ntersenyum singkat lalu melanjutkan
"Sebelumnya saya ingin berkata lebih dulu, kalau anda pasti saat ini sedang bertanya-tanya, kenapa saya bisa tahu atau lebih tepatnya menebak Anda adalah jiwa yang datang dari dunia lain, karena saya adalah orang yang diberikan kesempatan hidup kedua di kehidupan yang sama kali ini, bukan seseorang yang berasal dari tempat yang sama dengan anda"
Aku berusaha tidak terkejut dan menjawab,
"Oh aku mengerti tapi bagaimana kau bisa tahu tentang bumi atau Korea"
"Itu karena menyangkut masa laluku, karena bakal ada seseorang yang jatuh dari dunia lain ke dunia ini dan dianggap sebagai saintess dan menikah dengan raja lalu menjadi ratu dari kerajaan ini"
"Wow ini menarik sekali, jadi apa hubungannya aku dengan masa lalumu, dan juga saintess itu" ucapku
lalu dia melanjutkan,
"Karena aku yang dulu adalah ratu dan penyebab kematian orang yang mengincar keluarga anda adalah Putri raja sekarang, dan otak dari segala macam teror yang selama ini mengikuti suami dan anak kesayangan anda"
Aku terdiam terkejut, karena informasi ini dan aku belum bisa mempercayai nya lalu berkata.
"Aku belum percaya padamu, apa kau punya buktinya?"
"Belum kucari tapi pasti ada" ucapnya yakin
"Lalu apa maumu? bagaimana caranya aku membalas atas informasi ini"
Dia tersenyum kecil lalu berkata
"Mudah sekali nyonya Florence karena anda cuma harus membujuk, memeras, mengancam, ataupun memaksa putra mahkota dengan tidak membahayakan keselamatan anda sendiri, dan karena beliau adalah saudara sepupu dari suami Anda pada akhirnya akan lebih mudah, dan ini murni untuk membatalkan pertunangan saya dengan dia"
Aku menepuk dahi sambil menggeleng-gelengkan kepala lalu terkekeh pelan
"hahaha kau lucu, Aku saja tidak dekat dengan putra mahkota bagaimana aku bisa membujuk, mengancam, memeras, atau memaksanya?"
"Aku tahu anda pasti adalah orang yang pintar karena saintess itu saja pintar apalagi anda yang bisa belajar semua pelajaran dan berbagai keterampilan dalam satu bulan, anda bahkan langsung bisa mengerjakan tugas seorang Duchess dengan rapih"
"Wah kau memata-matai Ku ya?, hebat sekali tapi sejak kapan?"
"Mungkin sejak kita tidak sengaja bertabrakan di pasar?"
Aku terdiam selalu mengingat mengingat kejadian itu,
"Ah....... nona berambut pirang ternyata" ucapku sambil tersenyum
"Anda benar"
"Apa yang kamu gunakan saat itu?, sampai bisa merubah rambut dan wajahmu"
"Aku menggunakan batu sihir perubah"
"Apakah itu cukup populer?"
"Malah sebaliknya nyonya ini adalah barang yang sangat langka dan hampir beberapa orang tidak mempercayainya"
"Dan bagaimana kau bisa mendapatkannya?"
"Apa anda mulai tertarik? Kalau anda tertarik aku bisa memberikannya, tapi jika anda menyetujui perjanjian ini"
Akhirnya aku pun berpikir sebentar sambil menghitung keuntungan dari tindakan yang berbahaya yang akan di ambil 0% dan juga tindakan yang akan menghancurkan keluargaku adalah 0%
"Oh ternyata lebih sedikit daripada keuntungannya" pikir ku
"Baiklah aku hanya perlu mencoba untuk memutuskan pertunangan kalian kan?"
"Ya anda benar"
"Tapi apa kau akan berjanji untuk mencari bukti yang tepat, dan jika mereka bergerak untuk merencanakan sesuatu yang berbahaya bagi Albert dan Edward kau harus langsung memberiku kabar itu"
"Deal?" Tawar ku
"Deall!!!" Jawabnya mantap, lalu aku pun mendengar kisahnya sedikit yang ingin dia ceritakan padaku, dan aku juga menceritakan sedikit tentang masa laluku, aku pulang di saat matahari tepat berada di atas kepala bahkan tidak ada satupun awan yang menutupi, yang membuat siang hari ini sangat terik.
"Ah akhirnya masalah hari ini terselesaikan" gumanku lalu mengajak lionna untuk kembali.
...........
Halo ketemu saya lagi terimakasih......