I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation

I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation
13,5



Ternyata isi surat itu sangat penting mulai dari ciri-ciri sosok yang menyerang Albert, dan di ketahui tujuan nya adalah membalas kan dendam penyihir itu.


"Tapi dia belum mendapatkan informasi lagi tentang siapa orang itu, jadi sementara Nathan mencari nya aku bisa tenang saja menunggu di rumah dengan tenang"


"Heh.... Dia meremehkan ku ternyata dasar....." Ucap ku tertawa kecil setelah membaca surat nya.


Aku membaca pesan kecil yang tersembunyi di paling bawah surat, setelah membolak-balikkan surat nya jika ada tambahan pesan lagi.


Aku akan datang saat kau membutuhkan ku, atau saat aku sudah menemukan pelakunya dan membawa bukti, lalu jika anda ingin aku datang, anda hanya perlu meniup peluit yang berada di dalam kotak mawar yang ada di depan jendela.


"HM?"


Aku penasaran dengan surat nya yang mengatakan kotak mawar, lalu langsung memeriksa nya dengan berjalan ke arah jendela.


Setelah membuka buka gorden dan menuju ke arah balkon aku melihat sebuah kotak mawar hitam berada di atas pagar, aku segera mendekati nya dan membawanya masuk ke dalam.


"Mawar hitam?, Kurasa aku tau apa arti maksudnya"


"Kesetiaan" ucap ku dalam hati dengan sedih, karena kesetiaan dia bukan untukku Destiana tapi untuk Florence yang pergi.


Jadi aku akan menaruh bunga bunga ini di makam Dianna, karena ia juga orang yang diberikan kesetiaan oleh nya dengan tulus.


"Oh ya kalau di pikir pikir, angin di luar cukup kencang tapi kenapa kotak itu tidak terjatuh?" Pikir ku penasaran, lalu mengeluarkan isi mawar itu dan menemukan sebuah peluit yang cukup unik.


"Ini bagus juga lalu bagaimana caranya memanggil dia hanya dengan meniup peluit?" Pikir ku lagi


"Hah....." Aku menyerah untuk berfikir lalu melanjutkan membalas surat yang tadi untuk tuan aland.


Setelah selesai aku pun beranjak tidur untuk pagi hari yang akan ku lewati besok.


...


POV Edward


Hari hari kemarin berjalan seperti biasa nya setelah pemusnahan kelompok assassin itu, tidak ada masalah serius kecuali Albert yang berubah karena pengaruh kutukan.


Tapi tidak masalah karena Florence tetap berada di samping nya dan itu membuat nya terkendali, aku jadi sering melihatnya di dekat pohon yang paling besar di bukit yang dijadikan sebagai taman.


Karena setiap kali aku akan keluar untuk memantau perkembangan pertambangan aku pasti melewati taman itu.


Dia duduk di atas rumput ditemani Albert yang tertidur di pangkuannya, dan entah kenapa angin yang menggerakkan rambutnya terlihat berkilau di timpa cahaya pagi.


Bahkan angin pun juga membuat daun dan bunga bunga berterbangan di sekitar nya yang menambah kesan bahwa ia adalah sebuah lukisan malaikat yang turun ke bumi demi menjaga anak anak.


"Sungguh indah....."


Ucap ku tanpa sadar saat melihat itu, bahkan di depan para tamu bangsawan yang kembali menginventariskan pertambangan kami.


Bahkan beberapa dari mereka melihat itu dan menyebutnya sebagai Dewi Aphrodite yang turun ke bumi, lalu sekarang rumor rumor mulai terdengar kalau Duchess Florence tidak kalah cantik seperti lady Dianna.


"Hah...."


Aku membuang nafas lelah karena selalu terfikir kan hal itu, bukan soal rumornya melainkan saat itu Florence terlihat sangat mempesona.


Tiba-tiba wajahku terasa panas, lalu kepala ku masuk kedalam lubang yang di buat dari kedua lengan yang di lipat di atas meja.


Aku kembali melihat pekerjaan yang menumpuk di meja lalu mengeluh "aduh lelahnya", aku bahkan tidak bisa fokus karena selalu teringat saat melihat Florence waktu itu.


"Ah pokoknya dia sangat mirip dengan wanita misterius di mimpi ku"


Intinya dan sekarang aku harus fokus dengan pembangunan tower flying fox yang sebentar lagi jadi, "oh ya aku harus terus memeriksa Struktur tanah nya juga, belum lagi yang lain lain, hah.... Sungguh melelahkan"


...


POV author


Franks yang ikut membantu pekerjaan tuannya, mulai memperhatikan keanehan dari Edward.


Karena dia yang tiba-tiba saja tersipu malu bahkan wajah nya memerah lalu ia menyembunyikan wajahnya dengan kedua lipatan tangan nya.


Beliau bahkan beberapa kali menggeleng kan kepala saat menatap dokumen yang sedang ia kerjakan, bahkan setelah ia mengganti dokumen yang lain.


Tuan mungkin bosan dengan masalah yang ada di dokumen ini lalu mengganti nya dengan yang lain, tapi tetap saja fokus tidak ia dapatkan.


"Apa yang di pikir kan nya hingga menjadi seperti itu?"


Makanya ia memberanikan diri untuk bertanya,


"Tuan? Apa anda baik baik saja?, Mau kubawa kan teh atau kopi?"


"Ah? Oh ya, teh saja"


"Baik, akan segera saya bawakan"


Franks berusaha tersenyum seperti tidak ada kejadian apa-apa, lalu pamit keluar dari ruang kerja tuannya.


"Aku akan membawakan teh untuk menyegarkan pikiran nya dari masalah yang mungkin mengganggu tuan!"


Pikir Franks sambil berjalan menuju dapur, dan saat ia tiba ternyata Duchess Florences sedang berada di dalam dapur memasak kue untuk anak anak.


Anak perempuan yang bernama Joy itu sedang di suapi oleh Florence, Franks tersenyum lalu berkata


"Ah nyonya anda ada di sini"


Franks menyapanya dan Florence menengok ke belakang, pas sekali angin kencang dari luar masuk kedalam saat ia menoleh.


Dan membuat keindahan alami terpancar dari nya, Franks yang melihat seperti itu terdiam membeku, dan Franks berkata dalam hati.


"Pantas saja tuan terlihat gelisah, dan kacau, karena ini toh...."


"Oh Franks apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Florence yang membuat dirinya tersadar dari lamunannya.


"Ah!!.... Itu.... HM.... Saya harus menyuruh pelayan untuk membuat teh penyegar pikiran untuk tuan!!!"


"Oh kalau begitu mau aku buat kan sekalian tidak?"


"Ah tapi nyonya beliau adalah orang yang pemilih jadi....."


"Nyonya!, Jangan mengotori tangan anda lagi hal sekecil ini bisa kami urus!"


Larang seorang pelayan perempuan bernama Mery, dia satu satunya pelayan yang bersama nya di dapur saat ini karena Florence telah mengosongkan dapur untuk tempat memasaknya bersama anak-anak.


"Tak apa apa aku mengerti seleranya" balasnya dengan cepat tidak menerima penolakan dari Franks.


"Hah.... Baiklah maka aku akan melihat proses nya"


Florence tersenyum lalu menyuruh Mery untuk menyiapkan bahan bahannya, setelah semua nya tersedia di meja, dia merenggangkan badan dan berkata "mari kita mulai"



Siram Bunga Lavender kering dengan air panas dan tutup sampai sekitar 5 - 8 menit.



2.Beri madu dan air perasan jeruk lemon dan beri daun mint untuk aromanya. Sajikan, diminum anget pas saat flu, cocok banget.


3.Catatan, bunga lavendernya bisa disaring, dan ampasnya taruh tempat pendingin jika masih di bumi bisa di taruh ke kulkas, jadi bisa digunakan sekali lagi ya.


"Nih silahkan di bawa, aku akan pergi lagi untuk memakan kue yang ku buat bersama anak-anak" ucapnya pamit lalu pergi keluar membawa banyak kue di bantu pelayan dan anak anak itu.


Franks mengedipkan matanya beberapa kali karena bingung, dia pikir Duchess akan mengantarkan teh nya sendiri tapi ternyata tidak.


Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil teko tersebut menyusunnya dengan gelas lalu membawanya dengan nampan ke ruang kerja Duke.


Saat sampai dia menyerahkan gelas yang telah berisi teh yang di buat Duchess, Edward menatap gelas itu lama, lalu bertanya.


"Kenapa wanginya harum sekali? Beda dari biasanya"


"Oh ini buatan Duchess langsung tuan"


"Ah...., Florence? Dia membuat nya sendiri? Bagaimana bisa, memangnya apa yang dilakukan oleh nya di dapur?"


Lalu Franks menceritakan bahwa Duchess membuat kue kue an bersama anak-anak, dan beliau yang memaksa nya untuk membuat kan teh.


"Oh jadi begitu"


Edward berfikir karena dia lupa kalau Florence yang mengajarkan masakan timur itu kepada ibu nya dan tentu saja untuk membuat teh ia pasti bisa.


"Jadi atas usaha nya aku akan meminum ini"


Edward mengangkat gelas dan meminum tanpa ragu ragu, wajah Franks panik bagaimana dengan tanggapan dari tuan nya ini setelah meminum teh itu.


"Ah!!! Ini.....!!!"


Wajah Edward membeku karena kaget dan Franks dengan panik meminta maaf agar tidak membiarkan Duchess menyeduhkan teh untuknya lagi.


"Tidak tidak perlu seperti itu, yang ku maksud rasa dari teh ini sesuai dengan selera ku, bagaimana bisa"


"Eh saya tidak tahu itu akan benar benar selera tuan..., Karena kukira perkataan Duchess yang mengetahui selera tuan, itu hanya sekedar ke bohongan"


"Dia bilang mengetahui selera ku?"


Tanya Edward sangat terkejut


"Ya tuan!!!"


"Oh mungkin saja dia adalah seorang pengamat selera orang orang disekitarnya, jadi seperti ini tidak mengherankan lagi, seperti koki kerajaan"


"Ah..., Aku paham memang benar kalau koki kerajaan adalah yang terbaik untuk menebak makanan kesukaan seseorang, jadi Duchess mempunyai kehebatan seperti itu sungguh mengagumkan"


"Ya sudah, pikiran ku telah jernih mari membahas tentang flying fox dan kapal dan kereta yang di bicarakan Duchess, kau ambil kursi dan sebuah catatan"


Franks menuruti perkataan tuan nya, saat ia telah siap mereka memulai rapat bisnis, jadi flying Fox yang mereka bahas adalah pengiriman barang atau para pekerja tambang dan kesatria yang telah di gilir.


Dengan menaikkan barang tambang kesebuah kotak lalu menurunkan nya melalui tebing, dan itu juga akan berlaku bagi para pekerja dan penjaga jika penggiliran telah tiba.


Karena ada dua menara yang menjadi tempat pemasangan flying fox, pertama di dekat tambang, dan di bawah tebing yaitu, tempat menara penerimaannya.


Jika menara yang didekat tambang berguna untuk menurunkan hasil tambang dan barang barang lain nya, karena pasti nya akan di buat perkemahan untuk menjaga menaranya agar tetap aman.


Dan jika saat pergantian pekerja mereka bisa turun melalui transfortasi itu meski harus tetap berhati-hati karena mungkin saja dijalan saat meluncur mereka diserang monster tipe bersayap.


Lalu setelah itu kotak hasil tambang ditukar dengan yang kosong, kalau kotak peralatan perkemahan diganti isinya seperti bahan makanan minuman atau baju senjata dan lain lain.


Lalu itu semua dibawa oleh kelompok yang baru dengan sihir, karena cara penambangan yang sangat baik itu bisa mengurangi pemakaian sihir teleportasi untuk memindahkan barang tambang dan manusia nya.


Setelah itu menara penerima akan mengambil hasil tambang dan membawanya dengan kereta mesin uap yang diusulkan Duchess, hanya mengunakan bahan bakar sebuah batu yang sering muncul di daerah timur tenggara kekuasaan Duke yang menguasai pertanian.


"Tapi tuan anda ingat kan tentang perkataan beliau kalau batu bara itu cukup berbahaya"


Ucap Franks mengingatkan, Edward mengangguk lalu berkata "Aku tau, jadi aku telah berbicara dengan pemilik daerah nya dan mengusulkan untuk bekerja sama dengan membangun fasilitas penelitian"


"Jadi kita akan menunggu hasil penelitian nya baru menggunakan batu bara tersebut" lanjutnya lagi.


Mereka kembali bercakap-cakap, dan menemukan pemikiran kalau ekspor kerajaan lain lebih mudah menggunakan mesin uap juga jika digunakan kepada kapal.


Dan rapat pun berakhir dengan baik.


....


POV Destiana


"Huh baju ini sangatlah berat"


Aku mengeluh saat mengangkat roknya dengan kedua tangan ku, "ganti yang lebih tipis" perintah ku lagi.


Red membantu ku melepaskan gaun tadi sedang kan Lionna membawa kan gaun berwarna hitam tipis yang terlihat nyaman dan elegan, aku tersenyum puas lalu menyuruh mereka memakai kan nya kepada ku.


"Tok tok tok"


Suara ketukan di pintu lalu disusul dengan perkataan Mery di luar kamar, "nyonya keretanya telah siap"


"Baiklah"


Mery berkata seperti itu bersamaan dengan selesai nya pakaian ku, lalu mengambil topeng burung hantu bewarna putih yang diberikan lionna dan memakai nya.


"Oke aku siap!"


Aku diantar oleh Mery melewati jalan rahasia untuk sampai di kereta yang menyamar seperti saudagar kaya, seorang pengawal yang lebih mirip bulter karena pakaiannya, berdiri di depan pintu masuk.


Mery tidak ikut masuk ke dalam kereta kecuali orang ini, aku menatap Nathan yang masih tersenyum meskipun kereta telah bergerak.


Yah ini salah ku juga sih, karena memanggil nya untuk meminta bantuan jika ada mata mata putra mahkota yang mengikuti kereta saat pulang nanti.


"End hentikan senyuman mu itu"


Tegur ku dengan cepat


"Memang nya senyuman ku ada yang salah?"


"Ya, senyum terpaksa yang dibuat buat"


"Oh.... begitu, baiklah....." Dia sekarang memasang wajah serius.


"Apa yang harus kulakukan jika ada mata mata?, Membunuhnya?"


"Jangan di bunuh!, Cukup lumpuhkan mereka saja" ucap ku untuk mencengah pikiran psikopat nya keluar.


"Ah.... Aku paham, berarti menghajar mereka sampai tubuh nya tidak bisa digerakkan lagi!" Ucap nya senang dengan wajah tanpa dosa.


"Salah, salah, salah!, Hah.... Kau hanya perlu membuat mereka tidur...."


"Selamanya!!!" Ucap Nathan semangat dengan memotong pembicaraan ku


"Bukan!!!!!!....." Teriakku karena idenya


"Hahahaha"


Tawanya tiba-tiba meledak, diikuti dengan kata, "anda sangat lucu yang mulia, kenapa anda sangat takut jika aku membunuh mereka?"


"Aku paham kok, apa yang anda inginkan jadi tidak perlu dijelaskan juga" lanjutnya lagi sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke depan mukaku.


Aku menggigit bibir, dengan wajah yang memerah karena malu "Emang ini anak perlu dikasih hukuman, biar jera!!!" pikirku dalam hati.


"Awas aja pokoknya kalau tidak boleh membunuh mata-mata itu jika kau membunuh mereka aku akan menyentil ginjal mu, ingat itu!!!!"


"Hah?!! ginjalku memangnya bisa?" tanyanya meremehkan


"Bisa!!!" ucap ku dengan percaya diri


Dia menyengir lebar lalu berkata, "bagaimana anda bisa berhubungan dengan putra mahkota?"


Aku mengerti maksudnya karena keponakan ku itu adalah orang yang cerdik dan membuat nya menjadi musuh bisa berbahaya.


"Hm.... mulai dari mana ya?, sebenarnya sih aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya sebatas keponakan, lagi pula aku juga belum pernah bertemu dengan nya setelah masuk ke dalam tubuh ini "


Jawab ku santai, lalu melanjutkan "ini sih disebabkan oleh seorang lady yang menginginkan pertunangan nya dengan putra mahkota di batalkan, kau pasti sudah tahu berita itu karena dia mencoba berbagai macam cara untuk memutuskan nya"


Nathan mengangguk lalu aku ingin melanjutkan ceritanya lagi tapi mulut ku tidak bisa berbicara karena ragu ragu untuk menceritakan rahasia lady itu kepada Nathan m


"Kenapa?, apa itu adalah rahasia yang cukup besar kalau begitu jangan ucapkan!, Kau terlihat seperti terbebani"


"Tidak, kau adalah orang yang di sayang Florence dan Dianna, juga orang kepercayaan ku, jadi bagaimana bisa, aku tidak memberitahu kan mu masalah nya"


Balas ku cepat lalu dia menjawab "baiklah kalau begitu beritahu aku!"


Aku terdiam sebentar lalu menarik nafas pelan dan memberitahu kalau lady itu pernah mengalami kehidupan yang berat saat itu dan dia berusaha memperbaiki nya di kehidupan sekarang dengan menjauh dari putra mahkota.


"Maksud anda dia mengulangi kehidupan nya kemarin?"


"Ya, makanya dia langsung tahu kalau aku adalah jiwa dunia lain"


"Jadi apa dia mengancam anda akan memberitahu kan kenyataan ini kepada publik?!"


"Bukan itu yang ku khawatir kan, melainkan dia mengetahui dalang dari semua ini kepada keluarga Devonte"


"Penjahat yang sebenarnya!!!"


Dia berkata seperti itu sambil mengeram dan mengepalkan tangannya dengan erat,


"Maka aku hanya perlu memaksa nya mengatakan siapa orang itu!!!"


"Jangan tidak semudah itu! karena musuh kita kali ini sama ucap lady itu, dia adalah orang yang cerdik dan rakus terhadap apa saja dia bisa dengan mudah memotong ekornya dengan cepat jika penyelidikan dilakukan"


"Jadi kita harus menangkap nya pelan pelan" lanjut ku lagi


"Huh.... Rasanya aku ingin memenggal kepala orang itu dan menggantungnya di jalanan agar orang orang tidak berfikir bodoh untuk melawan keluarga anda"


"Hahaha.... Bagaimana jika orang itu adalah seorang yang berkuasa bisa saja kau menjadi incaran seluruh kerajaan nanti"


Dia memasang wajah kesal lalu aku melanjutkan,


"Makanya kau ikuti saja aliran nya, tidak perlu terburu-buru karena kita akan memasang kan perangkap dan mendapatkan hasil"


Nathan terdiam sebentar lalu menyetujui perkataan ku, setelah itu dia bertanya "Apa jangan jangan itu putra mahkota?, Kan lady itu sangat terobsesi untuk di batalkan pertunangan nya"


"Bukan, bukan.... Dia hanya benci setengah mati terhadap nya karena perlakuan pria itu saat menikah dengan nya apa lagi saat Saintees datang dan orang itu menghasut keduanya karena tidak menyukai si lady"


"Hah.... Sungguh orang yang menyebalkan, dia harus dimusnahkan dari muka dunia ini" dumel Nathan sendiri.


"Makanya ia berusaha keras untuk memutuskan pertunangan nya dengan bekerja sama dengan ku"


"Jadi mari lakukan yang terbaik karena seperti yang kuduga putra mahkota tertarik pada teknologi yang ku berikan kepada aland"


"Tapi nyonya apa kau tidak merasa aneh kalau putra mahkota gampang dibujuk seperti itu oleh si penjahat bagaimana dia bisa tertarik dengan teknologi?, bukannya dia harus tertarik dengan harta atau tahta?"


"Entahlah mungkin karena dia sudah mempunyai uang dan tahta...." Ucap ku lalu teringat dengan sebuah lagu yang sangat pas untuk nya.


"Harta dan tahta jelek (akhlak nya) enggak papa, asal banyak duitnya yang penting apa? harta dan tahta" Nyanyi ku dalam hati


"Jadi mungkin dia, pelariannya teknologi, karena dia belum bisa menguasai itu" lanjut ku lagi dan ditambah oleh Nathan


"Karena diri-nya yang bodoh mungkin, hahahaha"


"Awas jangan mentertawakannya karena dia bisa saja bersin saat kita membicarakan nya"


Aku tidak peduli ucapnya cepat lalu melihat keluar jendela dan berkata,


"Sebentar lagi kita sampai, jadi anda akan bertemu dengan putra mahkota yang bodoh itu untuk pertama kalinya, jadi berbahagialah"


"Tentu saja aku sangat bahagia sekali, tapi bisakah kau membantuku saat aku kesulitan bicara nanti?, tapi aku mohon jangan mengacungkan pedang tanpa alasan kearahnya!!!"


"Baiklah baiklah aku akan membantu anda jika keadaannya bertambah rumit karena tidak mungkin seorang yang bodoh bisa mengalahkan percakapan dari anda"


"Wah kau memujiku secara tidak langsung"


Dan percakapan kami pun berakhir, setelah beberapa saat kemudian sampai di tempat kerja aland dan rumah nya juga.


Disitu sudah terparkir kereta yang lumayan mewah meskipun, bukan kereta yang biasa nya keluarga kerajaan pakai.


Nathan bersiap dia mengeluarkan topeng bewarna hitam dan memakai nya agar tidak mudah dikenali oleh mereka, setalah itu dia membuka pintu dan turun duluan.


Lalu membantu ku turun dari kereta, lalu melihat pemandangan beberapa orang berpakaian seragam resmi kesatria berjaga di luar rumah, meskipun sudah ditutupi dengan jubah panjang.


Aku telah mengaktifkan cincin perubah suara ku untuk saat ini, dengan nada seperti seorang wanita yang bar bar, yaitu nada suara yang berat untuk ukuran wanita.


Aku melirik ke Nathan dan ia juga membalas lirik kan ku, setelah itu dia menyerahkan tangan nya untuk aku gandeng, dan aku tanpa ragu melingkar kan tangan ku.


Setelah itu kami berjalan karena didepan kami telah menunggu pak aland yang terlihat gelisah dari tadi tapi saat melihat kereta ku datang wajahnya mendadak cerah.


Dia menyambut kami dengan memakai nama samaran yang dulu ke beritahu "Miss Caroline akhirnya anda datang"


"Ya, di mana tamu spesial kita berada?" Tanyaku sedikit berbisik di telinga nya.


Karena jika terdengar oleh para kesatria ini bisa bisa kepalaku lepas duluan, karena sedikit menghina putra mahkota kerajaan yang akan menjadi raja di masa depan.


"Beliau ada didalam nyonya"


"Oh...., kalau begitu tunjukkan aku jalan nya" aku menutup mulut ku dengan kipas yang biasa kupakai jadi senjata lalu mengikuti nya berjalan masuk.


Pak aland membukakan ku pintu rumah nya, dengan diikuti tatapan tajam yang melihat ku dari para kesatria, mereka sangat tidak sopan karena melihat ku dari atas ke bawah.


Dia membawa kami ke ruangan yang belum pernah kulihat sebelum nya meskipun sudah berkali kali kemari, karena kurasa dia terburu-buru untuk menata ruang yang pantas untuk putra mahkota.


Disana putra mahkota duduk di sofa yang cukup mewah, satu kaki kanannya di atas paha kiri nya, dan saat aku masuk berdampingan dia dengan cermat melihat ku.


Kukira penampilan nya akan jelek seperti bangsawan bodoh yang gendut juga memakai pakaian yang norak, tapi yang kulihat ini berbeda 100 derajat dengan pikiran ku.


Rambut nya terlihat bewarna coklat gelap dengan sedikit warna emas atau pirang, dan itu menyebabkan rambutnya terlihat berkilau, meskipun di dalam ruangan ini sedikit gelap.


"Mungkin rambutnya adalah Tumblr light"


Pikir ku tanpa sengaja, sambil menahan diri untuk tidak tertawa karena pemikiran ku.


Badan nya tegap, tidak berisi atau terlalu kurus, karena mungkin saja di dalam badan nya sixpack, wajah nya tampan dan mungkin saja jika dia hidup di Indonesia akan langsung ditawari untuk jadi model atau artis.


Aku menggeleng pelan untuk mencoba mengusir pemikiran pemikiran seperti itu dari kepala ku agar fokus dengan apa yang terjadi sekarang.


Nathan mempersilahkan ku untuk duduk di bangku yang tepat berada di hadapan pria itu, sementara Nathan berdiri di belakang bangku ku.


Itu bukan dilakukan tanpa sebab karena dia harus menjaga bagian belakang ku jika terjadi serangan mendadak.


Aku duduk secara tidak sopan dengan langsung menghempaskan tubuhku ke bangku yang empuk, tanpa memberikan hormat kepadanya terlebih dahulu.


Mukanya terlihat lucu sekarang karena dia sedikit terkejut dengan sikapku yang seperti ku,


"Pada hal dia tahu aku putra mahkota tapi dia masih bisa bersikap seperti itu kepada ku?" mungkin pikir nya


Bahkan satu pengawal yang berdiri di samping nya juga terlihat siap menghukum ku karena tidak bersikap santun kepada nya.


Dia juga sudah menarik pedangnya untuk menebas ku tapi putra mahkota memberikan isyarat agar tidak menyerang ku.


Bulu kuduk ku merinding karena melihat tatapan tajam mata abu abu pria yang menjadi pengawal putra mahkota, meski hanya sebentar.


Rambutnya yang berwarna merah darah terlihat kontras dengan matanya, kutahu dalam sekali lihat dia itu sangat berbahaya.


Bahkan instingku mengatakan pengawal nya itu lebih kejam dan sadis di bandingkan dengan Nathan.


"Baiklah tuan Philip, karena Miss Caroline telah datang, saya akan membiarkan kalian berdua berunding dengan nyaman di ruangan ini"


Ucapnya dengan nada hormat lalu pak aland pergi keluar dan menutup pintu untuk privasi kami, setelah dia pergi Philip membuka mulut.


"Jadi anda orang yang membuat cetak biru dari mesin uap itu, kenapa anda tidak ingin menjual nya kepada kerajaan?"


"Aku akan memberikan kompensasi yang besar atau gelar dan apapun, jika kau menjual cetak biru nya, tapi jika tidak mau kau bisa menyuruh tukang besi itu untuk membuat banyak dan menjual nya dan mendapat banyak keuntungan"


Lanjutnya lagi, yang menurut ku ucapan nya itu seperti penjual yang menawar barang dagangannya di pasar.


"Karena sebagai warga kerajaan yang baik hal ini harus dilakukan, untuk menumbuhkan rasa....."


"Siapa bilang aku tidak ingin menjual nya kepada kerajaan?"


Aku menyela ucapannya, membuat putra mahkota terdiam lalu melanjutkan ucapku


"Aku hanya ingin bertemu dengan anda dan meminta beberapa syarat agar aku bisa menjual mesinnya kepada anda, dari mesin yang di buat pak Aland, oh satu lagi memang nya kau kira aku adalah rakyat kerajaan ini?"


Ucapan bagian terakhir ku sedikit di tekan karena memang benar aku bukan dari kerajaan ini, hanya gelandang yang berpindah-pindah tempat untuk mencari makan.


Dan terakhir kewarganegaraan ku ada di Indonesia dengan kartu tanda penduduk (KTP), jadi ucapan ku tidak salah dong.


"Oh jadi kau ingin apa gelar bangsawan? rumah yang mewah? harta yang tidak akan pernah habis"


"Bukan itu semua!!!, Karena yang akan ku minta sekarang adalah batal kan pertunangan anda dengan lady velly!!!"


"BRAKKK!!!!"


"Prang prang!!!!'


Saat ucapan itu keluar dari mulut ku tiba-tiba saja putra mahkota menendang meja hingga terbalik kearah ku, bahkan semua cemilan dan teko teh yang telah disiapkan oleh pak aland terjatuh ke lantai.


Untung saja aku bisa menyingkir lebih cepat, karena bisa bisa terkena teh yang masih panas, dan saat aku melihat lantai yang berserakan dengan cemilan, piring dan teh yang tumpah.


Rasanya aku ingin mencaci maki putra mahkota karena membuang-buang makanan yang telah disajikan tapi saat aku hendak protes dan melihat nya mulut ku terkunci rapat.


Karena orang itu sedang mengeluarkan aura amarah yang besar dan jahat, dan membuatku tidak bisa memprovokasinya.


...