
"Baiklah mari kita mulai pelajaran nya, yang pertama anda akan belajar huruf kekaisaran dulu baru setelah itu membaca dan berlanjut ke hal lain" ucap Jerome santai
"Dan karena anda dahulu nya adalah rakyat biasa pasti anda belum bisa membaca dan menulis, jadi saya akan mencoba memberikan pelajaran yang mudah di mengerti bagi anda" lanjut nya sambil tersenyum.
...........
"Haaah......" Aku mengeluh panjang sambil merenggangkan badan di kursi belajar ku, setelah Jerome pergi dan tidak ada seorangpun yang menemani ku di ruangan ini.
Aku menatap langit langit ruangan yang luas dan indah lalu mengeluh lagi, karena aku yang sudah cukup tua ini tidak bisa menulis dengan benar di percobaan terakhir.
Padahal aku bertekad untuk bisa dengan cepat menguasai seluruh buku dari berbagai macam pelajaran,
Sebenarnya aku juga malu padahal aku lulusan terbaik di universitas ku dulu. tapi saat menulis angka dan huruf kekaisaran di sini,
Aku merasa menggambar kotak, segitiga, dan lingkaran yang digabung menjadi satu dengan berbagai model dan tambahan garis miring juga titik dimana mana.
Dan membuat kepalaku berdenyut denyut ketika memikirkan tulisan nya, tapi aku juga senang sih waktu Jerome memuji ku karena aku cepat belajar membaca dan berhitung dari pada menulis.
Aku jadi teringat perkataan nya tadi
" Hm..... Kurasa anda tidak perlu belajar membaca, dan berhitung lagi, karena anda sudah mahir dalam hal ini, mungkin sebelum anda lupa ingatan pasti anda pernah belajar membaca sebelumnya"
"Hm......." Aku memandang keluar jendela sambil memikirkan perkataan Jerome yang terakhir bahwa dulu sebelum Florence hilang ingatan pasti pernah belajar membaca.
Dan jika Jerome tidak bilang itu pasti aku tidak akan tau lebih cepat bahwa Florence pernah hilang ingatan, makanya aku merasa aneh dengan ingatan Florence karena aku hanya tau kejadian nya saat berumur 6 sampai 7 tahun.
Aku menatap ke cangkir teh sebentar lalu mengusir pikiran ku tentang ingatan Florence yang hilang dengan mencoba, memahami bentuk huruf dan mencoba menulis nya di kertas.
Intinya besok aku harus bersiap di pelajaran yang tidak Kusuka yaitu dansa karena badan ku sangat tidak lentur jika digunakan untuk itu.
๐๐๐๐๐๐
"Selamat pagi nyonya, silahkan panggil saya senyaman anda saja" ucap Meghan ghrea markle ramah
"Hm.... Bagaimana kalau ghrea?"
"Kurasa itu bagus" balas nya sambil tersenyum,
"Baiklah bagaimana kalau kita mulai pelajaran tata krama dan dansanya?" Lanjut Nya
Aku mengangguk mantap dan di mulailah pelajaran nya.
Ghrea memberi beberapa pertanyaan tentang tata Krama juga contoh contoh bersikap sopan dan lain lain, dan dalam waktu singkat aku langsung bisa mempraktikannya.
Dan dimulai lah pelajaran yang membuat ku sebal.
"Salah nyonya harus nya ke kanan "
"Seperti ini? "Aku berhenti bergerak dan memperhatikan gerakan ghrea.
"Salah!!!, Beri sedikit tekanan ke pinggang Anda" sambil mempraktikannya.
"Oh...., Aku paham" balas ku, lalu mencoba nya dan bisa.
"Hufftt.... Akhirnya selesai juga"
"Apanya yang selesai nyonya ini masih awal belum tarian utama dan lainnya"
"Baiklah baiklah aku akan mempelajari ini sampai bisa, jadi pelajaran Nya berakhir kan ?" Ucapku berharap
Ghrea tersenyum mengalah karena melihat wajah ku yang kusut gara gara menari,
"Baiklah, kalau itu mau anda pelajaran hari ini sampai sini saja semoga anda tidak melupakan gerakan yang tadi ya"sedikit meledek
"Semoga" balas ku sambil tersenyum tidak merasa terganggu dengan ledekannya.
"Bagaimana jika anda minum teh sebelum pulang?" Tawarku saat melihatnya bersiap siap untuk pulang.
"Oh begitu, aku berharap agar kau bisa meluangkan sedikit waktu mu nanti"
"Tentu, saya pamit undur diri dulu"memberi hormat lalu pergi.
"Akhirnya pelajaran hari ini berlalu dengan cepat" gumanku sendiri,
"Aku harus segera bersiap mandi dan makan malam aku akan mencoba untuk tidak ditinggalkan lagi" pikirku lalu bergegas ke kamar
..............
Setelah bersiap, aku dengan semangat 45 melangkah cepat langsung menuju ke ruang makan, dan ternyata usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
Terbukti dengan adanya Albert dan Edward Yang baru bersiap makan, lalu memang wajah terkejut nya sebentar, kemudian bersikap seperti tidak terjadi hal apapun dan melanjutkan makan dengan tenang.
Aku tersenyum puas dalam hati karena tidak terlambat sekarang, padahal aslinya memang tidak terlambat kok, mereka Nya saja memajukan waktu makan malam agar tidak bisa melihat ku lagi.
Karena sekarang sarapan pagi akan di lakukan di kamar masing-masing, aku duduk dengan tenang dan sedikit rasa bangga berhasil di waktu yang pas ini, tapi tiba-tiba saja Albert bangkit dari kursinya sambil menghentakkan meja dengan kencang sambil mencela ku.
"BRAKK !!!!"
"Heh!!!, Pengemis kenapa akhir-akhir ini kau banyak bertingkah? Jangan tampakkan wajah mu, di hadapan ku, di saat yang tidak perlu, kau paham "
Suaranya menggelegar di ruang makan itu.
Duke hanya tersenyum miring, sedangkan para pelayan berusaha tidak peduli dan tutup mata dengan apa yang terjadi dengan ku, sementara aku merasakan amarah yang sangat besar, sampai sampai garpu yang ku pengang bisa bengkok.
Aku bangkit dari kursi lalu berjalan mendekati Albert, jika saja dia bukan anakku yang lupa kehidupan sebelumnya, sudah pasti akan aku pukul dengan rotan karena sudah berkata kasar kepada yang lebih tua apalagi ini adalah orang tuanya.
Aku menatap ke bawah karena dia hanya seukuran pinggang ku saja meskipun dia saat ini sedang berdiri,
"Albert apa kamu di ajarkan oleh ibu mu seperti ini ?" Suara dengan penuh penekanan
"Apa maksud mu dengan membawa nama Duchess sebelumnya !!!" Balas Albert marah, matanya memerah
"Tidak, aku cuma ingin bilang pasti beliau sedih karena anaknya bersikap kasar terhadap mama tirinya yang mencoba menjadi ibu sungguhan baginya"
"Hentikan ini!" Suara kesal dari Duke
"Huh.... Cepat habis kan makanan kalian dan bubar" lanjut nya dan memakan kembali makanannya.
Aku kembali ke kursi ku juga Albert yang duduk kembali dan tanpa banyak bicara kembali makan tanpa ada suara.
๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก
"Franks sudah kau lakukan apa yang aku suruh?"ucap Duke sambil bersandar di kursi kerja nya
"Ya tuan, istri anda bukan lah seorang penyihir"
"Tapi ini aneh, karena kalau dia bukan penyihir mana mungkin bisa mempengaruhi pikiran saya akhir akhir ini bahkan sampai Albert juga"
"Bisa jadi dia menyewa penyihir, tanpa sepengetahuan kita" jawab Franks logis
"Itu bisa jadi, tapi sebelum itu dia belum pernah keluar untuk bertemu dengan siapa pun"
"Kalau begitu mungkin dia punya satu dua trik tuan, memang nya apa yang dirasakan oleh tuan muda Tentang nyonya?"
"Dia akhir-akhir ini, kadang bermimpi, bermain, belajar dan bersenang-senang dengan seseorang yang di anggap ibunya, tapi masalah nya wajah orang itu tidak terlihat, bahkan Albert merasa itu seperti nyata bukan hanya mimpi"
"Sedangkan tuan?" Tanya Franks lagi
"Hampir mirip, aku merasa seseorang ini adalah istri ku tapi bukan dia melainkan seseorang yang lain dan ini membuat ku aneh...."
"Pokoknya laporkan keseharian nya yang mencurigakan, mungkin aku bisa tau jawabannya dari situ" lanjut Edward lagi
"Baik tuan"