I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation

I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation
Di hina



Duke hanya tersenyum miring, seakan meremehkan permintaan dari ku, aku yang melihat senyuman nya itu kesal seperti di remehkan tanpa berkata apa-apa, karena aku sudah tau kalau maksud senyumnya adalah


"Memang nya pengemis seperti mu bisa belajar?, Paling tidak kau malah akan membuat mereka (guru) kesulitan dengan kemampuan yang kurang dari dirimu"


Aku menatap kesal pemilik mata biru cerah itu karena sudah meremehkan ku dengan senyuman nya, lalu aku berkata.


"Kau tidak boleh melihat buku dari sampulnya Duke !, karena aku akan membuktikan pandangan mengejek dirimu itu dengan kemampuan ku!"


"Baiklah akan ku panggil kan guru untuk mu, aku berharap agar kau tidak mengecewakan ku dan menurunkan martabat dari keluarga ini" ucap nya santai dengan tetap melihat ku dengan tatapan tidak percaya.


Aku menghela nafas perlahan lalu berkata


"Lalu, kapan mereka akan sampai?"


"Kau mau saat ini juga?, aku pasti bisa memanggil nya tapi tergantung mereka mau atau tidak nya mengajar bekas rakyat jelata seperti mu?" Balas Duke tenang.


Aku meredam amarahku karena terus di hina oleh suami sendiri meskipun suami kontrak, lalu menjawab dengan nada angkuh


"Terserah kau saja, tak apa besok asalkan mereka berkualitas, mau itu dari bangsawan atau pun rakyat biasa sekalipun aku tak peduli tanggapan mereka, terimakasih atas kemurahan hati Duke, aku pamit dulu" beranjak pergi dari ruangan itu.


Duke menatap kepergian Florence dengan muka datar, Franks yang melihat percakapan tadi sedikit takut dan tidak enak untuk meminta pamit dari tempat itu.


Duke melirik sekilas Franks dan berkata "Rupanya, aku harus benar-benar memecat kepala koki yang sekarang ya?"


Franks hanya bisa tersenyum canggung, menanggapi ucapan tuannya.


...****************...


Aku berjalan secepat mungkin menuju kamar, saat sudah sampai di sana aku mengusir semua pelayan yang ada di dalam maupun di luar kamar untuk menjauh dari kamar sampai sore.


Setelah itu aku langsung menjatuhkan tubuhku ke atas kasur dan memeluk bantal besar untuk menutupi wajah ku yang sudah memerah karena ingin menangis,


Pikirkan ku kalut karena perlakuan Edward yang kejam dan meskipun aku tau dia adalah reinkarnasi suamiku yang sifatnya berbeda, entah kenapa aku berharap dia adalah orang yang sama dengan yang aku kenal.


Karena kalau Rangga yang dulu itu selalu lembut kepada ku, selalu mementingkan kepentingan diri ku, selalu memberikan pundaknya untuk aku bersandar, selalu tersenyum menenangkan meskipun hati, badan dan pikirannya lelah, selalu menjadi pengingat waktu makan.


Aku yang mengingat kenangan itu tanpa sadar menangis sendirian dalam diam sampai sore,


"Aku kangen kamu Rangga kenapa Lo harus renkarnasi dan jadi orang yang berbeda?"


...****************...


Malam hari, suara daun yang berhembus oleh angin malam yang dingin membuat Edward sedikit tenang di dalam ruang kerjanya, dia sengaja membuka jendela lebar lebar sejak tadi agar fokus kerja nya kembali,


Tapi tetap saja pikiran nya tetap tidak fokus karena memikirkan perkataan Franks saat setelah makan malam tadi juga mimpi aneh yang membuat dadanya sesak begini.


"Yang mulia, saya ingin menyampaikan bahwa Duchess tidak melakukan apapun (maksudnya udah tenang, tidak aneh seperti pagi tadi)"


"Bagaimana keadaan nya sekarang?"


"Maksud anda?, Beliau tidak memakan makanan tadi sore, kecuali meminum air dan memakan sedikit kue "


"Padahal dia sendiri yang ingin makan di kamar karena merasa pusing" pikir Edward dalam hati, juga sedikit merasa aneh


"Franks"


"Ya tuan?"


"Kau boleh pergi sekarang"


"Tapi tuan, anda belum menyelesaikan tugas anda mana mungkin saya bisa istirahat sekarang"


"Aku mengijinkan"


"Tapi...."


"Cepat ini perintah!!!"


Setelah Franks keluar, dia kembali melanjutkan pekerjaannya dan entah sejak kapan dia sudah tertidur karena lelah lalu bermimpi sedikit tentang seseorang yang sangat dia kenal dan tidak asing tapi dia sangat melupakan wajah nya dan mukanya juga tak terlihat orang itu berkata bahwa


"Sayang kamu kerja?"


"Iya, aku pulang nya malem ya"


"Hati hati di jalan, muach"


"He eh, oh ya ada kupat daging rendang, di panasin ya jgn lupa, itu kan makanan kesukaan kamu"


"Terima kasih, sayang ku tercinta"


"Iya sama-sama"


"Kok jawab nya gitu doang sih, mana balasannya"


"CK... Nyusahin aja, ya udah gini aja deh.... Kalau cinta pertamaku adalah pekerjaan berarti cinta terakhir ku adalah kamu ga, dadah"


"Tu....tunggu!!!," teriak Edward sambil mengulurkan tangannya ke depan dan seketika dia sadar kalau itu adalah mimpi aneh, dan dia sekarang berakhir sepeda ini berfikir dan menebak nebak apa kejadian ini berhubungan dengan Florence yang aneh.


"Ha-ha-ha, gak mungkin aku sudah bermimpi ini sejak 2 thn yang lalu, jadi mungkin dia tidak ada hubungannya dengan ini semua" ucap Edward pada diri sendiri.


Dia mengacak acak rambut nya sendiri kesal, karena pemikiran lain tentang Florence yang belum makan cukup,


"Ku rasa aku sekarang sudah gila karena menghawatirkan orang itu, padahal dia hanya seorang pengemis, aku harus cepat cepat ke kamar dan tidur" bangkit dari kursinya lalu pergi ke kamar nya.


...****************...


Pagi hari yang cerah, aku telah selesai bersiap untuk sarapan bersama setelah aku memantapkan hati untuk menjadi diri sendiri dengan sifat seseorang Destiana putri Olivia,


Cuma untuk menangkap pria yang dulunya adalah suamiku di Indonesia dan anakku satu-satunya,


"Huff...... " Aku menghela nafas pelan


"Aku harus memantapkan hati untuk memancing rasa cinta yang mereka punya untuk Duchess sebelumnya beralih kepadaku, jadi aku gak boleh plin plan kayak anak ABG yang baru tau cinta!!!, Jadi semangat Tia kamu pasti bisa mengembalikan rasa cinta Rangga & brian untuk mu" ucap ku dalam hati.


Aku melihat ke cermin pantulan diri Florence sangat cantik, aku menggeleng geleng kepala ku, karena aku merasa iri jika di bandingkan dengan penampilan diriku dulu yang muka pas pasan, cuek, tidak pekaan, tapi tetap saja Rangga ngejar ngejar.


"Tapi kalau di pikir pikir aku sangat memalukan kemarin, dari tiba tiba menangis lalu tidak bisa menahan amarah seperti bukan diriku saja dan rasanya aku malu untuk memperlihat kan wajah ku disana " ucap ku sambil mengelus kening yang pusing.


"Nyonya sudah waktunya sarapan" ucap pelayan dari luar


"Baiklah, ayo kita lakukan yang terbaik untuk hari ini" ucapku optimis sambil tersenyum kecil lalu keluar kamar.


Saat aku sampai di sana, Edward dan Albert sudah sampai duluan di meja makan dan bahkan sudah memulai makan sejak tadi, lalu aku langsung berinisiatif duduk di kursi yang paling dekat dengan mereka berdua.


"Bagaimana kabar kalian hari ini?" Tanya ku berbasa basi


Edward yang mendengar pertanyaan ku menampilkan wajah sok, sementara Albert bahkan sampai menjatuhkan garpu nya, lalu selanjutnya dia beranjak bangun dari tempat duduknya dan berkata dia tidak nafsu makan lagi dan pergi dari ruangan itu padahal isi piring nya masih banyak .


"Pfftt...." Duke menahan tawa nya yang meledek lalu berkata


"Kau sebenarnya makan apa sejak kemarin racun? Atau yang lain? Sampai bisa merubah sikap mu yang dulu kayak tikus ketakutan yang siap di mangsa oleh kucing, sekarang menjadi kucing rumahan yang berani dengan tuan nya?"


"Aku lebih aneh dengan pertanyaan mu itu, intinya aku akan bertanya sekarang, kapan guru ku datang?"


"Hm...... Bahkan kau sekarang tidak sabaran, tenang saja setelah sarapan selesai mereka akan segera datang"


"Oh baiklah terimakasih" balas ku singkat karena kesal dan berfokus kepada isi piring ku.


...****************...


Ucapan Edward menjadi kenyataan sudah ada 3 orang yang menungguku di ruang tamu aku bingung kenapa tidak datang satu satu di setiap beberapa jam sekali misalnya di jadwal agar tidak bentrok tapi pertanyaannya ku tersebut langsung terjawab oleh Franks,


Yang berkata bahwa mereka bertiga adalah keluarga yang pria paling muda adalah Jerome Valcke, dia berdiri dan memberi salam hormat kepada ku lalu yang sebelahnya andalah istrinya Meghan ghrea markle, dan ini adalah ayah dari Jerome, seorang prajurit bayaran Boateng Valcke.