I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation

I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation
Guru



Pria itu tidak lain adalah Duke Edward bersama anaknya yang bernama Albert, mereka berdua juga menatapku dengan lekat.


Dan tiba tiba saja... Albert melompat dari pengangan kuat sang Duke yang agak kendur karena lengah saat bertatap mata dengan ku, lalu dia berlari kearah ku sambil melempar tongkat kayu yang tadi di pengang nya dan memeluk ku dengan erat sambil tersenyum cerah.


"Mama! Mama! Aku mencari mu sejak pagi tadi, kukira kau di sembunyikan oleh para pelayan di sini, makanya aku berlari sambil membawa tongkat untuk memberi mereka pelajaran bagi siapa yang menyembunyikan mama!"


Ucap Albert dengan gembira dan tanpa rasa bersalah sekali pun karena memukuli para pelayan hingga babak belur bahkan ada yang hampir saja mati.


Aku menatap wajah Albert dengan perasaan campur aduk antara sedih senang dan bahagia, bahkan aku beberapa kali melihat Duke dan Albert bergantian seakan tidak percaya dengan kenyataan ini.


Bahwa mereka berdua adalah reinkarnasi dari suami dan anak ku meskipun wajah mereka sangat jauh lebih tampan dari pada di kehidupan sebelumnya,


Aku tidak bisa mengontrol emosi ku sendiri, dan akhirnya malah aku menangis lebih keras dari pada yang sebelumnya, Albert yang memperhatikan ku dari tadi langsung memasang wajah marah dan matanya yang tajam berkeliling ke sekitar ruangan yang hanya menemukan Duke yang berdiri di dekat situ.


Dia menganggap bahwa Duke adalah orang yang menyebabkan aku menangis, dengan memasang wajah mengerikan dia berjalan mendekati ayah nya sendiri, tangan kanannya mengacung ke depan seketika itu kayu yang sudah terlempar tadi di tertarik ke tangan nya dengan menggunakan sihir milik nya.


"Jadi kau yang membuat mama ku menangis....., Berarti kau harus tau konsekuensinya...." Suara dingin dan siap menyerang,


Duke hanya memasang wajah datar dan tanpa bersiap dengan kuda kuda yang bagus untuk menahan serangan itu, aku yang masih belum bisa berhenti untuk menangis dan dari tadi cuma bisa melihat Albert yang siap menyerang.


Langsung berusaha mengusap air mata dan berlari memeluk Albert dengan erat sambil berkata untuk menenangkannya,


"Mama tidak apa apa sayang, ini hanya kesalahan mama bukan ayah mu, air mata ini keluar sendiri karena aku terlalu sedih karena bisa melihat wajah mu lagi nak" ucapku sambil mengelus rambut nya.


Albert menatap ku lagi, dan berkata


"Apa itu benar mah?, Kau tak perlu segan segan dengan apa yang akan kulakukan, jika ada orang yang berani membuat mu menangis apalagi terluka"


" Ya, aku berkata yang sebenarnya, dan lebih baik sekarang kita sarapan bersama..... Bagaimana?"


"Ya, kalau itu keinginan mama apapun akan ku lakukan agar.....ukkhh arrrggh!!!"


Balas Albert tapi ucapan nya terputus karena dia sekarang berteriak kesakitan sambil memegangi kepalanya sendiri.


Aku yang melihat itu seketika panik sendiri,


"Albert!!!?, Kamu kenapa nak?" Sambil memegangi badannya yang merosot ke bawah yang akan menyentuh lantai, tapi tiba-tiba saja dia menepis tangan ku yang ingin membantu nya dengan kasar, sambil berkata dengan nada dingin juga menyakitkan.


"Singkirkan tangan mu dasar pengemis kotor!!!"


Tangan ku yang ingin membantu nya lagi, terhenti karena ucapan pedasnya itu, dan entah kenapa dada ku terasa sangat menyakitkan karena di hempas kenyataan bahwa di sini aku adalah anak yatim piatu.


Dan hanya pengemis jalanan kotor bukan dari kalangan bangsawan, juga pencuri untuk bisa memenuhi perut saja, dan orang yang sangat tak pantas menggantikan posisi Duchess Dianna


Dulu.


Aku terpaku di tempat, Albert sudah kembali normal dan tidak berteriak karena pusing lagi, lalu sekarang dia mendekati Duke dan berkata,


"Maaf ayah aku telah banyak menghancurkan barang" sambil menunduk hormat


" Ya, tak masalah asalkan kamu bisa sadar lebih cepat dari biasanya aku sudah senang" balasnya dengan nada datar


Albert melirik ku sebentar lalu berkata kepada Duke dengan nada tidak senang


"Ayah aku ingin makan di kamar ku sekarang ini dan maaf karena kita tidak bisa sarapan bersama" lalu melangkah pergi tanpa menatap diriku lagi, Duke hanya menatap ku dingin lalu berkata.


"Kau ingin makan di mana sekarang?" dan aku hanya membalas singkat untuk makan di kamar ku saja.


Dia hanya menjawab "oh" lalu bergegas keluar dari ruangan itu, baru setelah itu para pelayan berdatangan untuk membereskan masalah yang di buat Albert.


Aku sadar bahwa ini memang kenyataan yang paling menyakitkan karena aku adalah orang asing bagi mereka dan bahkan bukan pengganti dari Duchess terdahulu, tapi aku sudah bertekad bahwa aku akan menjadi yang terbaik di kehidupan kedua ku sekarang dan akan menaklukkan hati mereka berdua, apapun caranya.


Karena wajar saja jika seseorang tiba-tiba datang kepada mu dan mengatakan kau adalah kekasih nya di kehidupan dulu, kau akan menaruh curiga dan jijik terhadap orang itu.


........


"Hufft..." aku menghela nafas berat memikirkan kejadian barusan,


Aku berfikir cara apa agar aku bisa di terima oleh keluarga ini, meskipun tidak dicintai yang penting aku diakui oleh mereka berdua sebagai Duchess, aku merasa sudah sangat senang, tapi itu saja tidaklah cukup karena diriku ini egois.


Berarti hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengerjakan urusan rumah tangga, apalagi tentang gaji dan lain lain, tapi masalahnya Florence yang asli tidak pernah belajar, karena mana mungkin rakyat biasa bisa menulis dan membaca.


Berarti aku harus meminta kepada Duke Edward untuk di bawakan guru yang akan mengajariku belajar urusan rumah, tata krama dan baca tulis bahasa disini, karena dia juga bilang bahwa kontrak yang tertulis itu akan mengabulkan permintaan dan permohonan yang digunakan untuk menghabiskan uang.


"Baiklah aku akan berusaha menjadi pengganti bagi Duchess terdahulu!" Ucapku dalam hati bersemangat.


Lalu aku melompat turun dari ranjang dan pergi ke ruang kerja Edward, saat aku berada di depan pintu masuk aku mendengar percakapan Edward dengan kepala pengurus rumah bernama Franks, aku yang penasaran mencoba mendengar kan dari balik pintu.


"Franks, ada lagi yang ingin kau sampaikan selain kerusakan yang di sebabkan oleh Albert?"


"Em.... Tidak ada tuan"


"Oh, baiklah kau boleh pergi"


"Baik tuan," ingin berbalik pergi tapi tiba-tiba Edward bertanya


"Tunggu sebentar !!!, kepala koki tidak menaruh makanan yang aneh dari kemarin kan untuk di berikan kepada dia?" Tanya nya tanpa rasa tertarik.


"Oh, maksud anda adalah makanan Duchess?, Kurasa tidak ada keganjilan apapun karena setiap makanan yang akan dimakan oleh Duke, Duchess, dan tuan muda sudah di periksa sebelumnya"


"Jadi begitu, tapi kenapa dia pagi ini aneh sekali? "


"Bisa jadi beliau mulai menyukai tuan, ini adalah pendapat saya "


"Tapi tetap saja itu aneh, dia yang selalu menghindari aku dan Albert tiba tiba datang sendiri tanpa di suruh lalu menangis seperti melihat orang yang telah di hidup kan kembali"


"Saya akan mencari tau tentang masalah itu tuan"


"Aku percaya pada pendapat mu Franks, jadi akan ku pikirkan tentang rasa suka tadi, jika itu benar aku akan menceraikan nya dan menyuruh dia menjadi pelayan yang mengurusi Albert, sampai dia berumur 20 THN lalu aku akan menaruhnya di jalan tempat pertamakali Albert bertemu dengan nya." Ucap Edward dengan nada datar tanpa belas kasian lalu dia melanjutkan


"Padahal kalau dia minta uang, barang berharga, emas, perak, perhiasan, atau berlian pasti akan ku kabulkan dan dia akan hidup enak tanpa kekurangan apapun, sampai perjanjian Nya selesai,"


Ucap nya tanpa pikir panjang lalu tiba-tiba tertawa kecil disusul dengan kata kata yang membuat diriku tertampar.


"Pfffftttt... Hahahaha"


"Ternyata dia bodoh, menginginkan sesuatu yang tidak mungkin, ini malah jadi semakin menarik" dengan suara yang merendahkan.


"Akan saya ingat itu tuan"


Aku yang mendengar percakapan itu, merasa sesak di dada, padahal aku udah tau dari ingatan Florence sebelumnya, tapi rasanya itu berbeda,


Sangat sakit sampai rasanya aku bisa menangis sekarang tapi tetap ku tahan, karena Edward adalah reinkarnasi dari suamiku, dan itu menjadi Boomerang yang,


Membuat aku terlalu berharap kalau dia memperoleh sifat yang sama dengan Rangga yang selalu berkata akan selalu mencintai ku mau kapanpun dan di manapun.


Aku mengenyahkan perasaan menyesakkan ini, lalu bersiap menerobos masuk kedalam dan meminta apa yang aku inginkan sebelum Franks keluar dari ruangan Nya.


"Brakk!!! " Suara Pintu dibuka keras


Edward yang melanjutkan mengurus kertas kerja nya melihat ke arah orang yang membuka pintu keras keras,


Sementara Franks hampir terlonjak kaget karena yang membuka pintu adalah aku, dengan cara yang sangat tidak sopan, dan sekarang mukanya jadi pucat karena takut Duke marah akibat ulah ku,


Tapi pria itu hanya menatap Dingin diriku menunggu aku berbicara, aku menatap matanya seakan menantang 'kalau aku tidak akan kalah dari tatapan mata mu!!!', dan aku bertekad sekarang aku akan menaklukkan semua orang dengan pesona yang ku miliki.


"Kenapa kau kesini?" Tanya nya tidak sabar.


"Permintaan pertamaku, aku ingin punya guru di semua bidang!"