
POV red
Pagi hari berjalan seperti biasa aku bangun pagi dan mulai bekerja membereskan kamar Duchess bersama pelayan pribadi nya, sedangkan tuan kami semua sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Tuan Duke sudah pergi ke tempat perkumpulan nya bersama Duchess, tuan Albert yang sedang dalam pengaruh kutukan hanya mengikuti Duchess kemanapun beliau pergi.
Sedangkan tuan Wren dan nona Joy sedang belajar, bahkan saat akan bersih bersih semua pelayan ribut ingin membantu membersihkan kamar Duchess karena kejadian tadi malam.
Yaitu karena tiba-tiba saja tuan Duke berkata akan tidur sekamar dengan Duchess, meskipun aku yakin mereka tidak melakukan apa-apa karena ada tiga anak kecil yang mengganggu nya.
Dan sebenarnya aku yang menyebabkan kejadian ada pengganggu di antara tuan Duke dan Duchess, "Jika saja mulut ku tidak lemas aku yakin mereka bisa melakukan itu!!!"
Sesal ku berkali-kali dalam hati, rasanya aku merasa bersalah dan terbebani saat para pelayan atau kesatria bertanya "bagaimana kamar Duchess tadi?"
Karena mereka tidak tahu kalau Joy dan Wren yang datang terakhir tanpa diketahui oleh semuanya, dan setiap kali mendengar pertanyaan itu sepanjang jalan aku hanya tersenyum simpul yang mungkin bagi mereka bermakna ada 'sesuatu' padahal tidak terjadi apa-apa.
Saat itu aku sudah bersiap akan tidur dan mendengar suara ribut-ribut dari dua orang pelayan yang datang setelah melayani untuk membersihkan baskom bekas cuci muka tuan Duke karena akan tidur.
Mereka dengan heboh bercerita tentang tuan Duke yang menyuruh untuk mengunci kamar nya dari luar, dan seketika mereka kebingungan.
"Kenapa tuan ingin menguncinya dari luar?, padahal beliau akan tidur....., Lagi pula ia bisa menguncinya dari dalam"
Ucap keduanya dalam hati, dan Duke yang tahu pertanyaan dari raut wajah mereka hanya menjawab singkat "Aku akan tidur di kamar Florence"
Dan seketika,"BLAAAAR!!!!" Kepala mereka seperti meledak dengan berita yang benar benar bisa jadi topik hangat selama sebulan itu, tuan Duke melambaikan tangannya menyuruh mereka untuk segera pergi dari situ.
Sedangkan beliau sendiri berjalan keluar dari kamarnya, lalu kedua pelayan itu masih saling bertatapan mencerna perintah tuannya tadi,
"Bagaimana, bagaimana bisa?"
Teman nya menggeleng tidak tahu dan menyengir lebar 'ini adalah berita besar!!!"
"Benar!!"
"Bawa baskom nya aku akan mengunci pintunya dan baru kita akan kabarkan berita besar ini kepada mereka!!! (para pelayan yang lain)"
"Oke!!!"
"Brak bruk!"
Suara langkah kaki mereka yang sangat bersemangat menjalankan tugas tuannya, setelah itu berlari kembali ke kamar dan mengabarkan nya ke kami.
Setelah mendengar cerita mereka, aku dengan rasa penasaran yang tinggi hanya ingin melihat sekilas apa yang terjadi depan kamar beliau, tapi wakil kepala pelayan menyuruh kami untuk cepat-cepat tidur.
Aku mengurungkan niatku sampai beliau pergi, saat beliau pergi aku menjalankan niat ku dan jika tertangkap alasan ku untuk pergi ke kamar mandi karena ingin pipis, saat aku berjalan tidak sengaja aku bertemu dengan Joy dan Wren.
Mereka berdua mencegahku untuk pergi lalu bertanya "kemana aku akan pergi?" aku bilang aku akan ke kamar mandi tapi dia mengetahui Itu adalah sebuah kebohongan, karena arah yang ku tuju adalah lorong kamar milik Duchess.
Bukan kamar mandi, dan akhirnya aku mengakui bahwa aku akan pergi ke depan lorong kamar Duchess mereka bertanya "emang kenapa?"
Lalu mulut ember ku menjawab, "Karena ini hari yang spesial, yang mulia Duke tiba-tiba saja ingin tidur di kamar beliau"
"Sungguh!!!"
Mata Joy berbinar, "ya" jawab ku ikut senang karena tuan akhirnya bisa melepaskan nyonya Dianna, tapi tanpa disangka-sangka dia menarik Wren dan berkata.
"Ayo kita harus ikut tidur di sana!"
Aku seketika terdiam mencerna perkataannya,"ikut tidur?......."
"JANGAN!!!"
Teriak ku yang terlambat karena mereka sudah berlari duluan ke sana "sial!!!, hari yang ditunggu-tunggu oleh para kediaman ini tidak terjadi kembali"
Ucapku menyesal lalu berbalik pergi ke kamar, memilih untuk menyerah melewati kamar beliau karena bisa-bisa saja aku dibully dan dikucilkan oleh para pelayan Karena melakukan kan hal yang sangat keramat seperti itu.
Intinya sekarang aku merasa bersalah untuk semuanya, dan kembali melanjutkan pekerjaan, setelah membersihkan kamar beliau, aku pergi ke tempat perkumpulan untuk membantu menyediakan konsumsi selama perkumpulan.
Tuan Duke dan Duchess sedang bersama para bangsawan yang hebat dan pintar, dan aku harus tetap di sana sampai acara nya selesai, beberapa kali aku berusaha memahami isi percakapan atau penjelasan dari lift ini tapi kepalaku sama sekali tidak sanggup memahami informasi nya.
Seperti sekarang Duchess berdiri menerangkan sesuatu di depan sebuah gambar raksasa mungkin itu cetak biru dari lift, beberapa kali dia menunjuk nunjuk gambar sambil menjelaskan.
"Adapun bagian komponen dari sebuah lift mencakup sistem pengontrol kecepatan, motor listrik, rel, kabin, poros, pintu (manual dan otomatis), unit penggerak, buffer, dan alat pengaman,
Pada sistem geared atau gearless (yang harus nya masing-masing digunakan pada instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes"
"Ada pertanyaan saat disini?"
Tanya Duchess setelah menjelaskan, seseorang mengangkat tangan untuk bertanya, Duchess menyilahkan nya untuk angkat bicara,
"Duchess coba anda jelaskan ulang secara singkat gearless, saya masih belum paham"
Duchess mengangguk pelan sambil tersenyum beliau beberapa kali menjelaskan berulang ulang agar para peserta disini semua paham akan pembuatan nya, aku tahu karena alat ini pastinya dipastikan bergerak dengan baik untuk membantu kehidupan manusia bukan membunuh nya.
"Baiklah, akan aku ulangi tentang Mesin Lift Gearless” ucap Duchess yang masih tersenyum aku merasa beliau sudah lelah, bahkan Duke sudah menyuruh nya untuk duduk dan istirahat terlebih dahulu tapi beliau menolak dan terus menjelaskan.
"Mesin ini untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta, Untuk memasok energi ke kereta dan menerima sinyal energi dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel energi multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai kabel bergerak (traveling cable)"
Dan bla bla bla bla, yang aku tidak dengar kan karena terlalu berat bagi kepala ku untuk mencernanya, tidak lama kemudian akhirnya istirahat para pelayan mulai menyuguhkan berbagai hidangan ke atas meja yang tadi dipakai untuk rapat.
Tapi itu setelah menyimpan semua dokumen penting agar tidak berantakan dan bersih, atmosfir dari ruangan ini begitu hidup saat waktu makan bagi para pelayan yang hanya terus berdiri di sudut sudut ruangan sambil mendengarkan penjelasan Duchess pasti rasa nya seperti penyiksaan pikiran.
Sedangkan para peserta memasang wajah santai saat mengobrol yang isinya sama seperti pembahasan tadi padahal sejak tadi mereka hanya memasang raut wajah datar seperti tidak memperhatikan.
Meskipun ada saja yang memasang wajah serius tapi bisa bisa nya mereka saat makan bukannya membahas hal yang mengistirahatkan otak malah menambah beban pikiran, mungkin bagi mereka itu menambahkan wawasan pikiran nya.
Beberapa lama kemudian selesai makan mereka kembali melanjutkan diskusi nya dan saat matahari sudah berada di tengah mereka membubarkan acara, para pelayan yang tadi berusaha mengikuti penjelasan tentang lift ini meskipun tidak mampu menghela nafas sedih.
Sedangkan yang dari tadi tidak mendengar kan dan merasa bosan saat penjelasan Duchess berteriak senang dalam hati karena acaranya telah selesai, tapi saat para bangsawan itu akan berdiri tiba-tiba saja Duchess berkata.
"Semuanya mari kita ketempat proyek nya"
Dua kubu yang menyukai penjelasan Duchess dan yang tidak mengekspresikannya dengan cara yang berbeda beda, satu kesenangan karena akan melihat langsung bagaimana proses di lapangan nya, dan yang lain memasang wajah masam karena masih pusing dengan penjelasan tadi.
Tapi sepertinya nyonya mengetahui kalau beberapa pelayan sudah muak dengan penjelasan panjang lebar tentang liftnya tadi, "jadi dia menyuruh siapa yang ingin ikut kami ke tempat proyeknya ikut aku, dan yang tidak mau bereskan meja dan ruangan disini"
Semua pelayan menatap kagum kepadanya karena mengetahui apa yang kami rasakan meskipun terbagi dua pendapat dan kami bahkan telah menyembunyikan sifat asli kami atas sesuatu yang menyangkut tentang kehidupan bangsawan.
Para bangsawan mulai berjalan pergi keluar ruangan dan beberapa pelayan mengikuti nya mereka mungkin memang berotak encer, sedangkan aku memutuskan membersihkan ruangan bersama pelayan yang lain karena spesialis kami membersihkan bukan membuat alat alat mesin.
"Ya, pokoknya aku harus minta maaf nanti kepada Duchess karena mengganggu kebersamaannya bersama Duke kemarin", pikir ku dalam hati sambil membersihkan lantai ruangan.
..........
POV Destiana
Aku terrsenyum kecil melihat kebelakang karena beberapa pelayan mengikuti kami dengan semangat, lalu berpikir dalam hati orang-orang ini ini jika disekolahkan pasti mereka bisa meraih cita-citanya dan menjadi orang-orang hebat.
"Lebih baik nanti aku adakan program itu dengan bertanya lebih dahulu tentang pendapat Duke"
Gumanku pelan, lalu melihat ke hadapan ku yang berisi kotak persegi panjang yang terbuat dari besi atau alumunium, beberapa orang sudah berkumpul di situ duluan, mereka adalah para penyihir yang diutus oleh Duke.
Untuk ikut memperagakan cara kerja lift menggunakan tenaga manusia atau menggunakan mana, mereka akan menggerakkan lift dengan mana secara bersama sama sedang kan satu lagi menggunakan mesin yang dialirkan energi mana.
Para peserta takjub melihat lift yang seperti kereta kuda tanpa bangku untuk duduk, tapi ini lebih seperti peti yang sangat besar dan muat untuk dimasuki beberapa orang.
Salah satu peserta bertanya "kenapa tidak ada pintunya?"
Aku terdiam sebentar, baru terpikirkan tentang itu, "Oh ya, aku lupa itu!" ucapku dalam hati lalu segera membuat alasan yang lain dan masuk akal,
"Sebenarnya aku ingin membuat pintu yang bisa terbuka sendiri jika kita masuk atau keluar dari lift, itu akan otomatis terbuka jika kita melangkah ke dalam nya"
"OTOMATIS TERBUKA!!!???"
Teriak para peserta dan pelayan serempak karena terkaget kaget dengan perkataan ku,
"Memangnya bisa?!"
Tanya seseorang tidak terlalu percaya,
"Tentu saja bisa!, jadi penemuan yang hebat jika bisa seperti itu!" Balas seseorang dengan optimis,
"Tapi jika masalah tentang pintu terbuka sendiri bagaimana bisa?, maksudku aku tidak bisa membayangkannya!?" ujar peserta yang sedikit pesimis tadi,
Aku menjawab dengan santai "sensor"
"Ya???"
Semua orang menatap ku kebingungan bahkan wajah mereka sudah menjelaskan pertanyaan nya tanpa berbicara, "apa itu sensor,?" Dan akhirnya aku membalas kebingungan mereka dengan berkata.
"Itu adalah alat untuk mendeteksi kehadiran"
"HM...., kalau kita menyebutnya sih insting, tapi kan insting tidak selalu benar dan alat ini seperti....."
Aku menjeda penjelasan ku berusaha mencari perkataan yang mudah lalu melanjutkan nya lagi, "Jika kamu melewati jebakan pasti ada saja alat yang tersambung ke jebakan itu agar bisa bergerak dan mencelakakan Kamu secara tidak langsung,
Karena jebakan nya beruntun dan ini mirip seperti sensor, Jika kamu melewatinya Kamu akan selalu terdeteksi dan pintu akan selalu terbuka lebar meskipun secara perlahan,
Aku mengambil nafas sejenak lalu melanjutkan, "Itu tidak akan bisa karena pintu nya mempunyai teknologi khusus tersendiri, yang di sebut sensor...... mungkin kita akan membahas itu lain kali"
"Baiklah mari kita memulai praktik dari lift ini secara nyata, siapa yang mau menjadi sukarelawan?" tanyaku sambil mengangkat tangan melihat ke sekeliling berharap ada yang mau bersedia menjadi bahan percobaan.
Semua orang tampak ragu-ragu dan akhirnya aku menunggu selama 2 menit tapi tetap tidak ada yang mengangkat tangan, aku juga berfikir dalam hati jika di posisi mereka, "bagaimana kamu mau dijadikan bahan percobaan yang belum tentu akan berhasil atau tidak, karena ini taruhannya nyawa woi!!!!"
"Ya sudah, karena nggak ada yang mau...., biar aku saja yang menjadi sukarela"
"Hei!!!,"
Duke dengan isyarat matanya mengancam ku yang berarti "jangan lakukan itu!!!"
Tapi aku tetap maju ke depan dan masuk kedalam kotakan besi itu, katakan saja kotak besi nya telah diberi lintasan dari susunan 3 tembok untuk mengapit sang kotak persegi panjang, kanan, kiri, dan belakang.
Sedangkan untuk di bagian depan tidak karena agar terlihat bagaimana cara lift ini naik dan turun, saat aku sudah berada di kotak persegi panjang itu, Duke menghela nafas tanda menyerah.
Aku tersenyum kecil berfikir dalam hati "akhirnya orang ini menyerah juga dengan ke keras kepalaan ku," setelah itu Duke menyuruh para penyihir untuk bersiap di tempatnya dengan isyarat.
Tapi aku melihatnya seperti dia sedang mengancam "awas saja jika sampai menjatuhkan kotak nya dan membahayakan Duchess!!!, aku akan membunuh kalian" lewat tatapan matanya.
Para penyihir bergidik ngeri karena ancaman secara tidak langsung itu akan benar benar terlaksana jika mereka hanya sedikit membuat kesalahan, setelah itu mereka bersiap di tempatnya.
"Sebelum aku bilang mulai!, jangan mulai dulu, karena aku akan memberikan penjelasan, kita akan membandingkan cara langsung menggunakan mana untuk mengangkat lift ini naik-turun atau dengan menggunakan mesin penggerak lift sederhana"
"Karena masih dalam tahap pengembangan atau percobaan ini yang akan bergerak jika disalurkan oleh mana oleh manusia langsung"
"Jadi silahkan, mulai!" ucapku kepada para penyihir mereka mengucapkan mantra dan membuat sihir untuk terbang dan mengarahkannya langsung kepada lift yang ku naiki
"Jrekk jrekk!!!"
Lift sedikit demi sedikit terangkat ke atas meskipun dengan suara aneh di awal dan membuat semua orang terlihat cukup panik.
Tembok atau jalur lintasan ini cukup panjang Karena aku benar-benar membuatnya seperti tinggi bangunan dari istana milik Duke, dan para penyihir berusaha menaikkannya sampai ke ujung tembok di atas.
Lalu saat aku bilang berhenti, mereka harus menahan kekuatan nya atau mengganti mantra nya menjadi sihir melayang yang tetap saja menguras energi mana.
Para penyihir masih terlihat baik-baik saja bahkan mereka tersenyum sambil melambaikan tangan kepada orang orang yang bertepuk tangan karena peragaan itu sangat hebat.
Meskipun mereka melakukan itu tapi mereka masih bisa mengontrol aliran mana nya padahal sedang tidak fokus pada satu titik, itu juga disebabkan karena orang-orang ini adalah orang yang terpilih oleh Duke dan mengikuti program ini pasti dibayar sangat mahal.
Aku menyuruh mereka menurunkan lagi lift secara perlahan dan para penyihir menurutiku untuk menurunkan lift secara perlahan-lahan, saat lift sampai di tanah aku berkata dengan berani.
"Seperti inilah cara kerja lift menggunakan tenaga manusia dengan mana!, nah..... sekarang kita akan menggantinya dengan tenaga mana yang langsung terhubung menggunakan mesin lift"
Kami semua berjalan ke ke kotak di sebelah, karena memang sudah disediakan dua perangkat yang sama kotak lift dan lintasan, meskipun keduanya berbeda, yang satu tidak diberi mesin dan satunya ini diberi mesin yang sudah dipasang kan oleh para ahli di kediaman Duke.
"Nah....., kalau yang ini adalah lift yang menggunakan mesin, siapa yang ingin mencobanya!?" tanyaku dengan semangat dan beberapa orang mulai tertarik karena percobaan pertama.
Jadi mereka mengangkat tangan satu persatu, lebih dari cukup untuk memasuki lift, "baiklah......, karena banyak sekali yang mau kita akan membaginya menjadi 2 kloter"
"Karena memang jika menggunakan mesin atau tenaga manusia harus dibatasi sesuai kapasitasnya, jika sampai keberatan itu tidak akan bisa berjalan dan akan membahayakan keselamatan penumpang"
Ucapku panjang lebar, "tergantung kekuatan dari lift bisa jadi 10 orang tapi jika kita membuat model yang lain mungkin cukup 21 orang"
"Intinya tergantung lift tapi maksimal yang aku kira paling banyak adalah 21 orang jika menggunakan lift khusus penumpang, bukan pengangkut barang, akhirnya kita bisa mencoba menggunakan ini!!!,"
Ucap ku terus menerus untuk memberikan penjelasan yang lengkap dan lebih terperinci, "Sekarang kloter pertama saya akan menunjuk orang-orangnya!"
"Kamu, kamu, kamu, dan kamu!" Lanjut ku sambil menunjuk beberapa orang secara acak, orang-orang yang di tunjuk maju ke depan dan aku menyuruh mereka untuk masuk kedalam.
Lalu khusus kali ini yang menyalurkan mana ke mesin adalah Duke karena dia setara dengan 100.000 buah batu mana, tanpa di beritahu ia telah bersiap di depan mesin penyalur energi mana yang akan menjadi penggerak dari lift ini.
Para sukarelawan telah masuk kedalam lift, entah itu pelayan atau bangsawan karena aku menunjuk nya tanpa melihat status sosial nya, saat aku mengancung kan jempol kepada Duke tanda sudah siap.
Semua orang menahan nafas, aku sengaja tidak ikut masuk kedalam lift agar semuanya dapat merasakan sensasi nya menaiki benda itu.
Lift bergerak perlahan naik keatas karena mesin katrol yang mulai bergerak, para peserta yang menjadi sukarelawan mengang dengan erat besi yang dikhususkan untuk lift.
Beberapa dari mereka terlihat pucat bahkan ada ada yang menarik nafas beberapa kali agar tenang sambil berkumat kamit membaca doa, takut takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Tetap kendalikan kontrol mu Duke!"
Ucapku kepada nya, ia menggaguk kan kepala paham meskipun aku tidak mengingat kan nya, saat lift sudah mencapai puncak nya.
Para peserta relawan mengehela nafas lega, "eitsss....., jangan senang dulu karena sensasi waktu turun sangat berbeda dengan naik!"
Ucapku bercanda untuk menakut-nakuti, dan benar saja mereka jadi kembali tegang, dan memasang ekspresi seperti awal tadi, "e...eh.. aku hanya bercanda kok jangan dianggap serius"
Ucapku untuk mengurangi ketegangan wajah mereka, tapi memang mereka bukan orang orang yang mudah diajak bercanda jadi perkataan ku sama sekali tidak berguna.
Dan akhirnya aku mempercepat percobaan ini dengan langsung menyuruh Duke untuk menurunkan lift dengan mengalirkan mana nya, dan aku menekan tombol turun dan seketika lift turun perlahan.
"Woah....!"
Beberapa sukarelawan terlihat merasakan perasaan baru yang menggelitik dadanya, sampai membuat wajah yang takjub.
Saat lift sudah mencapai tanah, aku menyuruh semuanya untuk keluar dari kotak mereka kembali berbaur bersama yang lain dan membicarakan sensasi saat turun tadi yang cukup menggelitik.
Beberapa orang ribut ingin segera mencoba nya, dan aku langsung menunjuk kelompok kedua lalu menyuruh nya langsung masuk kedalam kotak, mereka sangat antusias masuk kedalam, bahkan beberapa orang sampai berlari.
Setelah itu lift mulai bergerak naik dan turun dengan kendali tombol nya yang berada di tangan ku, setelah selesai kloter ke dua aku memberikan kesempatan bagi yang ingin naik kembali.
Hanya untuk yang belum dan beberapa orang masuk kedalam dengan semangat, kalau dipikir pikir lift ini terasa seperti permainan baru bagi mereka.
Dan untuk yang terakhir kali aku memberikan kesempatan yang bisa menjawab 10 pertanyaan ku bisa menaiki lift nya kembali, semuanya antusias dengan itu.
Setelah selesai dan terpilihlah 10 orang yang beruntung kembali, salah satu dari mereka bahkan terdapat Albert aku dengan senyuman lebar menyuruh semua nya bersemangat untuk naik karena menjadi yang terakhir.
Mereka semua mengepalkan tangan keatas, lalu aku menyalakan tombol nya, dan lift naik keatas lalu turun ke bawah, setelah selesai aku kembali menyuruh semuanya untuk berkumpul dan memberikan penjelasan.
"Jika menggunakan tenaga mana secara langsung, bisa dipastikan para penyihir akan kelelahan benar kan?"
Aku melirik para penyihir yang tersenyum malu-malu karena kekuatan mana nya benar benar akan tersedot habis jika menggunakan sihir seperti itu tanpa beristirahat yang cukup.
"Bahkan saat mengontrol aliran mana nya akan susah jika sudah kelelahan, karena menggunakan sihir, sedang kan jika mengalir mana tanpa sihir itu terasa seperti bernafas biasa benar kan Duke?"
Aku melirik nya dan dia tersenyum sambil mengangguk, mendukung ucapan ku, setelah itu aku kembali melanjutkan, "bahkan dia bisa beristirahat (tidak mengeluarkan mana) saat katrol menahan nya di lantai atas, karena dia sama sekali tidak akan terjatuh jika energi nya tidak di alirkan"
"Wow....." Suara takjub terdengar di berbagai arah, aku kembali melanjutkan dengan bertanya,"jadi tanpa kita buktikan lagi, lebih baik menggunakan?"
"Mesin lift!!!"
Ucap semuanya serempak, "benar!!!!"
Balas ku dan semua orang yang menonton bertepuk tangan dengan meriah, aku kembali tersenyum karena ikut senang dengan antusiasme para peserta dan pelayan bahkan beberapa kesatria juga mengikuti ku tadi padahal mereka yang berada di ruangan rapat tadi mendapatkan kerja lembur.
"Para peserta boleh bubar"
Ucapku dan mereka dengan santai mulai bersalaman kepada Duke dan diriku berpamitan, kami dengan ramah menanggapi reaksi mereka yang sangat bagus tadi terhadap lift ini.
Tidak beberapa lama kemudian beberapa peserta sudah pergi dari lapangan percobaan tersebut Tapi beberapa orang masih tinggal di sana seperti aku Duke dan Albert dengan beberapa bangsawan juga pelayan penyihir dan juga kesatria
Pikiranku teralihkan untuk memeriksa kembali kedua lintasan lift itu, dengan menggunakan batu mana yang di hasilkan dengan membunuh monster aku memasang nya agar bisa bergerak jika di nyalakan.
Tapi lift nya akan bergerak yang hanya menggunakan mesin, dan untuk yang manual aku meminta beberapa orang termasuk Duke untuk mengangkat nya menggunakan sihir, setelah memeriksa yang mengunakan mesin aku mengecek yang manual.
Setelah mengangguk kepada semua yang membantu ku mereka menghela nafas lega karena tidak ada keanehan pada perlengkapan nya, mereka kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Ada yang mengobrol berkelompok ada juga yang sedang mengobrol secara pribadi hanya berdua, dan bahkan Duke masih mengobrol dengan para bangsawan yang masih ada situ setelah membantu ku.
Sedangkan Albert sejak tadi memperhatikan ke lintasan lift yang menggunakan mesin dengan tatapan tajam, tapi saat aku mendekati nya dan bertanya "ada apa?"
Dia hanya menggeleng seperti anak kecil pada umumnya dan memasang wajah lucu yang menggemaskan, dan mulai berlari ke arah lain, aku menghela nafas lega karena mengira ada sesuatu.
Tapi akhirnya aku kembali mengeceknya lintasan lift yang diperhatikan tajam oleh Albert, aku menekan tombol naik, lalu masuk ke dalam lintasan, memang cukup berbahaya karena tepat diatas ku adalah kotak lift yang jika tiba-tiba jatuh bisa bisa saja aku jadi manusia gepeng.
Dia saat aku memeriksa aku menemukan tali yang aneh disana, "apa ini?"
Tanyaku dalam hati, dan menarik tali itu yang pasti bukan bagian dari tali mesin lift, tiba-tiba saja "Jreek Jrekk!" Seketika kepalaku mendongak ke atas menatap kereta lift yang tiba-tiba bergoyang.
"Haah..... Kukira ada apa mungkin dia bergerak karena angin" Gumanku dan telat menyadari sesuatu.
"BRAAAKK!!!!"
"AAAAAAAA!!!!
"Nyonya!!!"
"Duchess!!!"
"Florence!!!!"
..........