I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation

I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation
21



Juga semua kejadian menjadi jelas karena putri menyuruh ku untuk menjadi sekertaris Duke Edward dan menghapus ingatan semua tentang ku dari pikiran orang orang yang mengetahui bahwa diriku adalah pelayan pribadi sang putri.


Dia diam diam membuat rencana yang bersih tentang wanita bangsawan yang menyukai Duke Edward dan mengajak nya bekerja sama, tapi.....


Wanita itu menolak dengan keras karena dia sudah melupakan nya dan dekat dengan pria lain yaitu anak ke dua dari viscount, meskipun dia mengakui bahwa dirinya menyukai Duke sejak debut pertama nya.


Dan putri di campakkan dengan keras oleh mereka bahkan mereka juga mengancam akan melaporkan tindakan kekerasan ini jika benar benar di lakukan, lalu pada saat itu dia terdiam kaget.


Membeku seperti patung lalu kemudian tertawa terbahak bahak, aku sama sekali tidak melihat kejadian tersebut tapi dia yang menceritakan nya sendiri terhadap ku.


Dengan membawa seluruh keluarga mereka ke ruangannya, dengan keadaan mental yang telah gila,


"Cih...."


Aku menatap jijik ke arah mereka di dalam ingatanku ini bahkan meskipun sudah pernah mengalami nya perut ku merasa mual dengan kelakuan anehnya.


Dan diriku saat itu sudah muntah muntah dengan parah bahkan sampai terduduk lesu di lantai,


"Oy Franks...., Kau lemah sekali pemandangan ini tidak menjijikan sampai kau harus muntah begitu...."


Ucap putri dengan manis tapi juga meledek, "bahkan di sini tidak ada darah yang tumpah satu pun atau bagian tubuh yang berserakan..."


Lanjut nya lagi, dengan wajah kejamnya sambil tersenyum jahat.


"Kenapa anda melakukan hal ini padahal itu hanya kejadian sepele...."


Balas Franks saat itu, dan putri tiba-tiba menarik anak kedua dari viscount itu ke dekat nya, yang pasti nya membuat diriku dahulu terkejut.


Dia menghadap kan nya ke arah kami, diriku dulu dan sekarang, pria itu terlihat seperti manusia bodoh karena mata nya terlihat kosong yang seperti boneka, putri memengangi wajah nya dari belakang.


Lalu memutar mutar kepalanya dengan sesuka hati, sambil berkata "kau tahu seberapa sombong nya suara nya saat itu menolak ajakan ku?"


"Itu sampai membuat diriku seperti mendidih karena penolakan nya yang lancang!!!"


Teriaknya dengan marah sampai membuat satu vas bunga yang ada di sana hancur karena teriakannya,


"Tentu saja itu wajar mereka tidak mau menjadi penjahat!" Balas ku yang dulu lantang dan membuat nya kesal


"Tutup mulut mu!!! Franks karena aku tidak membutuhkan pendapat mu!"


Ucap nya marah sambil mengarahkan satu tangannya ke diriku, dan secara cepat sihir kontrak bekerja dan menutup paksa suara ku yang membuat ku merasa tercekik oleh sesuatu yang tidak terlihat.


Sedangkan diriku yang sekarang menatap sedih ke diriku saat itu, karena masih mengingat rasa sakit nya seperti seseorang yang akan sekarat, dan tanpa peduli kepada bawahan putri melanjutkan perkataannya.


"Jika saja mereka menerima nya secara baik-baik, tidak mungkin aku akan melakukan ini...."


Dia menatap lama wajah pria di tangan nya, lalu berkata gamblang "hey ternyata pria ini cukup tampan...."


"Seperti nya akan seru jika aku mencoba nya sekali~"


"Brrrr!!!..."


Seketika tubuh ku merinding mendengar perkataan itu lagi, dia benar benar menganggap manusia adalah hewan dan boneka yang bisa ia kendalikan sesuka hati.


Aku yang sekarang memejamkan mata karena tidak mau melihat ingatan ku seterusnya lagi, karena dia melakukan hal yang sangat menjijikkan dengan mencoba pria itu tepat di depan ku.


Membuat sang viscount melakukan hal tabu terhadap anak perempuan nya sendiri, memanggil para kesatria untuk menyetubuhi kekasih pria nya bersama ibu-ibu nya masing-masing.


Bahkan aku yang dulu juga.....


"Grrrr....."


Tanpa sadar di alam mimpi ini aku mengepalkan kedua tangan dengan erat sampai berdarah karena melihat pemandangan tabu itu, dan akhirnya latar tempat berganti dengan cepat.


Putri menyusun rencana yang sangat bersih, dengan membuat wanita nya menjadi penyihir lalu mengikuti peran yang telah ia pikirkan untuk nya dengan cuci otak yang sangat kuat.


Karena sudah tidak asing lagi di pergaulan kelas atas kalau wanita ini pernah menyukai Duke, tapi sekali lagi sihir hitam bertindak untuk menutupi kabar itu sebelum hari kejadian nya.


Dia mengubah ingatan orang-orang sesuai kemauan nya, bahkan Duke sudah pernah 3 kali ia rubah ingatan nya tanpa ia sadari, diriku menatap ke latar belakang yang terpampang wajah Duke yang sedang di hipnotis oleh putri.


"Sungguh ini memuak kan!"


Ucap ku dengan sungguh sungguh.


.......


POV author


Sampai akhir latar belakang nya berganti lagi saat putri memerintahkan nya untuk mencelakakan Florence, setelah Duke memberi perintah untuk menyiapkan properti lift.


Dan tanpa ia sadari dirinya memberitahu kan hal itu dengan cepat kepada Putri, yang akhirnya keluar lah perintah untuk mencelakakan nya datang, lalu tanpa sadar ia menyiapkan jebakan.


Tapi putri ingin agar jebakannya bisa mengenai Duke dan putranya juga dan Franks membuat kembali jebakan baru meskipun tidak akan pasti kalau itu akan mencelakakan ketiganya.


Dan benar saja jebakan itu tidak berhasil untuk menggores mereka, lalu latar belakang terakhir yang ia ingat adalah saat dirinya pingsan dan akhirnya ruangan disekitar nya menjadi gelap gulita.


"Akhirnya...."


Ucap nya pasrah


"Aku bisa tidur disini dengan bahagia"


.........


POV Destiana


Layar yang mengambang di depan mata kami yang terbentuk dari sihir mulai menghilang karena ingatan Franks telah mencapai akhir.


Aku melirik sekilas wajah Duke yang memasang wajah aneh seperti terkejut, aneh, mual dan tak percaya, melihat ingatan Franks.


Dan dia mungkin masih syok karena dia tidak menyadari kalau dirinya telah di hipnotis oleh Putri bahkan sampai tiga kali, bahkan aku juga tidak percaya kalau orang sekuat Duke juga bisa terkena hipnotis nya.


Bahkan beberapa kali aku melihat raja ratu dan putra mahkota juga di perdaya dengan hipnotis nya, di dalam ingatan Franks meskipun itu hanya hal hal kecil,


'Seperti lupakan kalau diriku ke taman ini'


'Jangan beritahu orang-orang ini rahasia kita'


Atau hal lain sebagainya, aku termenung berfikir betapa liciknya Putri ini ya dia benar benar membuat tangan nya bersih dari kejahatan yang di buatnya.


Jadi kejadian sebenarnya seperti ini putri iri dengan Duchess Dianna dan mencoba untuk menghasut wanita yang pernah dirumorkan mencintai Duke Edward,


Tapi dia menolak bahkan anak ke dua viscount yang dekat dengan wanita itu menentang nya, karena saat kejadian mereka sedang bersama.


Sang putri marah karena permintaan nya di tolak, ia yang biasanya tenang di istana (memakai kekuatan nya di istana saja ) mulai memakai sihir hitam nya untuk menghipnotis keluarga viscount.


Dan..... Haah....


Aku menghela nafas berat karena tidak bisa membayangkan berada di posisi wanita itu, bahkan saat kematian wanita itu dari kabar burung yang beredar orang orang mencacinya.


Melemparinya dengan batu dan ludah, bahkan beberapa orang bilang sebelum di penggal ia di bakar terlebih dahulu sampai sekarat, bahkan tubuh nya telah di coba oleh banyak laki laki.


Dan mungkin saja saat penderitaan itu terjadi putri telah membuat nya tersadar dari hipnotis, betapa sedihnya dia.


"Grrrrr.... "


Suara geraman terdengar di sebelah ku yang ternyata dari Albert, aura disekitar nya menjadi gelap karena marah, kedua tangan nya terkepal erat, bahkan gigi nya ikut bergemeletuk.


Aku memanggilnya pelan sambil tangan ku mencoba memegangi tangan nya yang terkepal erat, agar kukunya tidak melukai tangannya tapi dia dengan cepat menepis tanganku dan memasang tatapan marah kepadaku.


Aku terserentak karena dirinya yang tiba-tiba kembali sadar, juga mana mungkin Albert tidak sadar saat menonton sesuatu yang berhubungan langsung dengan kematian ibunya.


Dia kembali menatap Franks dan tangannya terulur ingin menyerangnya, tapi Duke dengan cepat mencegahnya sambil menggeleng kan kepala.


Mungkin maksudnya dia untuk tidak membalas dendam kepada Franks yang hanya seorang bawahan atau budak, yang bahkan tidak bisa mengendalikan tubuh nya sendiri.


"Apa yang harus kita lakukan Duke?" Tanyaku secara langsung, Duke menatapku dan berkata dengan cepat kita akan langsung memburu akar masalahnya.


.......


POV author


Hujan deras membasahi halaman rumah atau istana duke, dan sudah dua hari berlalu sejak kejadian itu Edward menyuruh Florence untuk tetap diam di dalam istana karena dia yang akan mengurus putri dari anak selir itu sendiri.


Dia dengan cepat pergi ke istana untuk mengurus masalah itu, tapi yang di khawatirkan bukan masalah pembicaraannya dengan yang mulia akan berakhir buruk.


Tapi bagaimana jika Sang Putri telah mengetahui dan melawan dengan hipnotis dan cuci otak nya,  bagaimana mereka melawannya?


Florence sudah memberitahu hal ini ke Edward tapi dia hanya bersikap dingin terhadapnya dan menyuruh untuk tetap diam karena itu lebih baik karena dirinya juga sama sekali tidak bisa membantu sebab ini masalah yang serius.


Dia tau itu, bahkan mengerti lebih paham bahwa ia tidak mungkin untuk melawan Putri secara langsung, tapi tetap saja setidaknya mungkin dia bisa memberikan sebuah cara atau saran....


"Hah.... "


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Duchess, yang masih memandangi jendela yang menatap lurus ke halaman rumah, karena sedang menunggu kedatangan duke kembali.


Tapi tidak ada tanda tanda bahwa kereta kuda akan datang, dia menyerah dan berbalik kearah mery yang setia menunggu perintah baru dari nya.


"Mery... "


"Ya nyonya..."


"Dimana Albert sekarang? "


"Tuan muda masih berada di ruang kantor milik duke"


"Tapi apa dia sudah memakan makanan nya?"


"Maaf nyonya dia sama sekali tidak menyentuh makanan yang pelayanan berikan"


"Huhh..."


Florence menghela nafas lelah dan berfikir 'Mungkin dia tidak mau makan sampai duke pulang membawa kabar baik, tapi tetap saja dia harus makan sedikit untuk menambah energinya... '


Ucap nya gelisah, "Dan lagi kenapa dia malah mengurung diri di dalam kantor ayahnya bukan kamar, dengan pekerjaan, bukan nya menyuruh ku!?,"


Karena kemarin saat Duke memutuskan untuk pergi dan menyuruh ku untuk menunda kelompok pembuatan lift juga memegang kendali istana di bantu oleh wakil kepala pelayan, tapi dengan cepat Albert mengusulkan diri untuk memegang kendali selama dia pergi.


Dan itu disetujui langsung olehnya lalu pergi tanpa mengucapkan kata-kata lagi,


Florence tersenyum kecut karena merasa tidak berguna, memang ini masalah Duchess atau mantan istri Edward terdahulu dan ibu kandung nya Albert, jadi seharusnya dia tidak usah terlibat.


Tapi tetap saja dia ingin membantu mereka sebisanya meskipun itu hal yang kecil,


"Oh ya bagaimana dengan Franks?"


Tiba-tiba saja Florence teringat dengan Franks yang terisolasi di sebuah ruangan  untuk mengurung dan menghilangkan kontrak budak nya dengan bantuan beberapa penyihir ahli.


"Dirinya masih dalam keadaan pingsan nyonya"


"Jadi dia belum sadar selama dua hari?"


"Iya benar nyonya, karena kontrak budak itu jika dilanggar kesepakatan nya, maka dia bisa membunuh pemilik kontraknya"


Dan untung saja para penyihir yang disewa oleh duke memutuskan untuk membantu diriku saat memberi tahu  mereka kalau pembangunan lift di tunda sementara waktu.


Mereka berusaha mencari cara agar kontrak Budak itu bisa dihancurkan dengan membaca catatan-catatan sebelumnya apalagi kontrak itu adalah kontrak yang terbuat dari sihir kegelapan jadi penelitian itu pasti akan susah dan bisa saja menemui jalan buntu.


Tapi mereka tetap bekerja keras saat ini.


.....


POV destiana


"Krasak... Krusuk.... "


Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari lantai 1 tempat pintu masuk istana, aku bergegas menuju keributan itu dan Mery terus mengikuti ku dan menemukan bahwa yang menyebabkan keributan itu adalah Edward yang telah datang dengan bajunya yang basah semua.


Saat aku melihat ke halaman di Sana hanya ada satu ekor kuda dia pasti datang dari istana dengan Terburu buru langsung menaiki kuda tanpa membawa keretanya, aku pun menatapnya yang berdiam diri tanpa emosi dan segera menyuruh pelayan mengambilkan handuk, lalu bertanya


"Edward kau baik baik saja?"


"Tolong panggilkan Albert dulu, Ada yang ingin ku katakan padanya"


Potong nya cepat, dan aku segera menyuruh pelayan untuk memanggil Albert tapi orang itu telah datang sendiri ke bawah dengan duluan, sambil membombardir duke dengan banyak pertanyaan.


"Apa yang ingin ayah katakan?"


"Bagaimana hasil nya?!!"


"Apakah perempuan itu akan di hukum?!"


Duke mengelap wajahnya dengan handuk yang di bawa pelayan lalu memberikan nya kembali baru berkata,


"Ikut ke kantor ku kita bicara empat mata disana!"


"Baik"


Jawab Albert cepat, tapi sebelum Edward melangkah dari tempat nya aku langsung berkata "Duke setidaknya anda istirahat sebentar"


Tapi tatapan tajam matanya langsung menusuk jantung ku, "seperti aku punya waktu saja"


Ucap nya singkat dan berlalu pergi, tubuhku membatu karena kata-kata nya, dada ku juga terasa sakit karena merasa tidak berguna untuk mereka, yang bahkan tidak mempunyai sangkut paut nya tentang kematian Duchess Dianna.


Karena putri bukan mengincar ku tapi mengincar ke bahagiaan Dianna, dari Duke dan juga Albert, dan mungkin suruhan saat kecelakaan itu karena dia mendengar kabar kalau Duchess baru mulai mendapatkan perhatian dari Duke dan juga anak nya.


"Duchess..."


Jika mereka tidak menunjukkan perhatian nya kepada ku aku pasti tidak akan di incar, dan mungkin saja mereka melakukan itu sekarang.


Padahal kita sudah lumayan dekat akhir akhir ini, masa hubungan kita akan merenggang kembali...


"Duchess!!"


"Hah!?? "


Aku terkesiap bahkan hampir terjatuh kalau bukan mery yang memengangi ku,


"Anda baik baik saja?"


Tanya nya khawatir


Aku menatap sekitar beberapa pelayan menatap ku sedih, seperti mengerti perasaan ku yang kalut ini, aku tersenyum kecil dan menyuruh mery untuk membantu ku ke kamar.