
POV Franks
Penyakit ku juga semakin parah dan aku rasanya tidak bisa bertahan hidup lagi untuk beberapa tahun, apalagi jika orang-orang di sini mengetahui tentang penyakit ku yang menjadi uang.
"Mereka pasti juga akan memanfaatkan ku kembali seperti desa pertama....." kenang nya yang memang trauma menakutkan bagi nya, dan aku kembali memasang raut wajah sedih yang hanya kenangan masa lalu yang diulang kembali.
"Kalau begitu mari kita kabur dari sini!" Ucap Franks kecil tiba tiba, dan membuat nya terkejut bahkan diriku sendiri.
"Kita cari dokter untuk menyembuhkan mu!"
Lanjut Franks kecil bersemangat, tapi Tante menggeleng sambil berkata,
"Tidak bisa itu tidak akan bisa"
"Jika kita meminta pertolongan ke kerajaan! Mungkin...."
"Tidak akan bisa Franks, mereka juga akan memanfaatkan ku dan pasti tidak akan membiarkan ku untuk mati agar bisa terus menerus memanen berlian"
Sela Tante cepat lalu melanjutkan, "karena jika bagian ku tubuh yang telah dipotong setelah menjadi berlian itu tidak akan menjadi daging atau bagian tubuh yang ku potong"
Dia terdiam sebentar dan melanjutkan, "Melainkan membentuk bentuk aneh seperti batu-batu yang tidak beraturan, Contoh nya ini"
Ia langsung menyikap kain yang menutupi kaki kanannya dan menunjukkan bagian belakang pahanya yang terdapat benjolan-benjolan kecil yang ternyata adalah batu-batu berharga.
"Tapi kalau untuk rambut dan kuku dia bisa tumbuh lagi meskipun jika rambutku telah menjadi batu berharga sampai ke akarnya itu akankan mempengaruhi kepalaku langsung"
"Kalau itu baru tidak akan bisa tumbuh kembali," ucapnya setelah selesai memberitahu, tapi tiba-tiba saja Franks kecil berkata tidak nyambung tentang penjelasan nya tadi.
"Ayo kita kabur dari sini!"
"Haah..., Tidak kau jangan mengajak ku, pergi lah sendiri" Tante terlihat lelah menjawab ajakan ku yang sering dia dengar sekarang.
"Anda selalu tersiksa kan? Karena anda tidak bisa menahan rasa sakit nya!"
"Ya, aku memang tidak bisa menahan rasa sakit ini untuk selamanya, tapi mau bagaimana lagi"
"Jadi mari kita cari dokter untuk mu!, Diluar sana pasti banyak orang orang baik di luar sana"
Tante hanya menggeleng pelan untuk membalas nya, lalu Franks melanjutkan,
"Aku sangat menyayangimu tante aku tahu anda bukanlah saudara kandung dari mamaku jadi aku mohon menikah denganku saat aku sudah dewasa dan pantas untuk melindungi anda"
"Pftt...., Seperti nya aku tidak bisa menerima perasaan itu" balas nya sambil tertawa kecil tidak menanggapi pernyataan cinta ku dengan serius.
"KENAPA TIDAK?!!"
Teriaknya dengan keras, lalu dibalas oleh nya, "Kau kan tahu waktuku terbatas, tidak bisa hidup lama pasti tadi kau tidak mendengarkan ku tadi"
Ujar nya sambil menjewer telinga ku dulu, meskipun hanya pelan diriku saat kecil meringis kesakitan dan aku yang sekarang ingin tertawa melihat itu tapi tanpa sadar malah menetes kan air mata.
"Karena anda menolak ajakan ku untuk menikah jadi kita harus pergi!!!"
"Franks....."
Dia seperti terlihat menyerah untuk membuat diriku tidak mengajak nya untuk kabur, tapi aku yang dulu membuat wajah memelas yang akan sulit di tolak oleh nya, sambil memohon.
"Ku mohon Tante...."
Dan pada akhirnya Tante mengalah sambil menghela nafas dan berkata,
"Huuh......, baiklah mari kita pergi dari sini"
Dan saat ini kami telah bersiap untuk kabur setelah mengepak barang-barang penting aku segera berpegangan tangan dengan Tante keluar dari rumah dan pergi ke perkotaan yang berada di balik hutan di belakang rumah ku.
Dengan melewati jalan hutan yang telah ku hapal dengan Tante karena sering mengunjungi toko untuk menukar batu-batu berharga beberapa kali.
Tapi sialnya kami ketahuan kabur oleh beberapa orang kami segera berlari dengan cepat, tanteku bener-bener kesusahan hanya untuk berlari cepat melewati pepohonan besar, padahal dirinya tidak membawa barang satu pun.
Dan napasnya mulai tidak beraturan juga terengah-engah, seperti orang yang sesak nafas, aku berhenti berlari karena Tante terlepas dari pengangan tangan ku dan tiba-tiba terjatuh lemas.
"Haaah haah...."
Aku juga terengah-engah dan mendekati diri nya yang telah terduduk di tanah, sambil berkata,
"Jangan-jangan tante kehabisan tenaga?, apakah anda masih bisa berlari lagi"
Dia menggeleng pelan sambil berusaha menahan rasa sakit yang teramat sangat, seketika aku tersadar kalau tante sedang kambuh sekarang, lalu aku kembali berkata "ayo cepat kita harus terus berlari!"
Tapi Tante menyerah dan berkata, "sudah tinggalkan saja diriku disini, dan bawa kotak perhiasan ini sebagai peta harta karun menuju gudang harta milik mama mu"
"Cih sial!!!"
Tiba-tiba saja diriku versi kecil langsung melempar barang bawaan miliknya dan menggendong tante di belakang punggungnya, sekarang saat aku sebesar ini mulai menyadari kalau itu adalah pilihan yang sembrono untuk nanti, tapi itu juga benar karena tidak ada pilihan lain saat itu jadi aku harus melakukannya.
Dengan cepat dan tanpa basa-basi dia langsung menggendong seperti tanpa beban, padahal saat itu aku merasakan rasanya menggotong karung yang berat dan tetap berpura-pura kuat untuk mengangkatnya berlari melewati hutan.
Tante sangat cemas dengan kondisiku karena aku meskipun sudah terlihat berisi tapi masih mempunyai badan yang kecil dari yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak lain yang seumuran dengan ku.
Dia berkali-kali berkata "turunkan aku! Franks....., Sudah turunkan saja aku!, kau tidak akan kuat berlari di medan seperti ini"
Sambil terus memukuli pundak ku, "aku kuat" ucap ku saat itu dengan penuh percaya diri dan benar saja kami berhasil melewati hutan itu selama 1 malam penuh, karena tidak ingin ketahuan oleh para penjahat yang akan menculik ku besok.
Dan para warga yang mengetahui kami kabur pasti sudah mencari harta kami yang telah di jatuhkan di jalan saat itu atau membobol rumah, tapi itu semua tidak penting sekarang karena aku melihat diriku yang dulu sudah terlihat sangat lelah karena bergadang semalaman untuk menggendong tante.
Lama-kelamaan langkahnya terlihat berat dan di situ aku tahu kalau dia sedang mengalami pusing yang hebat, karena dia sejak sore belum makan apa-apa jadi dia tidak punya tenaga yang besar sampai jalan besar atau menuju suatu tempat untuk berteduh.
Sampai akhirnya tubuhnya sudah mencapai batas dan akhirnya terjatuh, pingsan...., tante yang ikut digendong juga ikut terjungkal ke depan meskipun setelah itu dia segera bangun dan mengguncang-guncang tubuh Franks sambil meneriakkan namanya.
Latar berganti gelap karena ini adalah ingatan ku yang diulang kembali Jadi aku sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan oleh Tante ku sampai dia berhasil membawaku ke sebuah rumah yang mirip gubuk reyot yang berada di sekitar sana.
Dia merawatku dengan tulus selama sehari dan selalu berada di sampingku meskipun tidak mempunyai apa-apa di sana karena barang bawaan kami telah kubuang saat itu dan dia bahkan menjual berlian nya yang diambil dari batu mana yang berada di pahanya.
Hanya untuk membelikan ku obat karena kelelahan sejak malam, setelah aku sadar kami pun menjadikan rumah itu sebagai tempat persembunyian sementara karena mau bagaimanapun juga kita harus pergi dari kerajaan ini menuju ke kerajaan lain agar lebih aman dan agar aku bisa mengobati tanteku.
Setelah beberapa hari bergantung dengan uang yang pernah di tukar kan saat aku sakit untuk makan, kami memutuskan untuk pergi, Tapi lagi-lagi kami menemui masalah karena dihadang oleh para berandalan yang mengetahui kalau tanteku menyembunyikan beberapa batu berharga.
Itu karena mendengar desas-desus atau kabar di desa di belakang hutan ini terdapat seorang perempuan yang menyimpan harta banyak yang tinggal bersama keponakan nya.
Tapi sialnya mereka tidak pernah melihat tanteku saat menukar batu-batu itu menjadi uang, dari awal desas-desus itu ada, padahal cukup sering tapi sekarang tanteku menjualnya di toko yang berbeda dan malah ketahuan oleh mereka.
Meskipun Tante ku berganti toko demi keselamatan identitas kami agar tidak diketahui oleh para penjahat yang kemarin ingin menculik ku, lalu untungnya saja kami berhasil membodohi preman-preman itu.
Dengan berkata "kami menyimpan semua harta di rumah dan kami di sini hanya ingin jalan-jalan berkeliling untuk melihat lihat" dan mereka langsung mempercayai nya jadi akhirnya mereka segera mencari keberadaan dengan pergi ke rumah kami.
Aku dan bibiku saat itu mulai melanjutkan perjalanan ke kerajaan tetangga dengan cepat, sesampai di sana kami menemukan masalah baru lagi tentang identitas diri atau lain sebagainya.
Bahkan kami kesulitan untuk menjual berlian atau batu-batu berharga ini karena tidak jelas asal-usulnya kami menjualnya dengan harga yang sangat murah kepada toko toko perhiasan.
Tapi mereka sama sekali tidak ingin mencari masalah dengan kerajaan ini jika membeli batu berharga tanpa asal usul yang jelas berasal dari tambang mana dan disitu kami kelaparan selama beberapa hari, bahkan tante juga mulai kambuh lagi rasa sakitnya dan semakin banyak di bagian kakinya atau tangan yang mengeras menjadi batu.
Lalu untuk mengatasi kelaparan aku pun bekerja sebagai buruh atau apapun karena di negeri itu mereka ramah terhadap anak kecil yang ingin bekerja daripada harus mencuri.
Tapi pada akhirnya kami harus segera pindah ke kerajaan lain untuk mencari dokter untuk Tante ku, kami mulai berjalan kaki atau menumpang para pedagang yang baik hati,
Tapi itu setelah ku teliti dari gestur tubuh dan barang bawaannya agar tidak ditipu kalau mereka adalah penjahat atau perampok, kan masalah nya bisa melebar besar.
Pada akhirnya kami sampai di sebuah kerajaan yang memiliki pondasi yang baik, maksudku mereka ramah pada pendatang baru dan negeri yang makmur, meskipun di kerajaan sebelumnya sama seperti ini.
Tapi wilayah kekuasaan nya lebih besar dan aku bisa bekerja melakukan apapun, tapi masalahnya tante semakin sakit dia seperti orang yang sekarat karena kurus kering bahkan badan nya terlihat lebih pendek dari ku sekarang.
Itu karena dia tidak bisa memakan apapun yang kuberikan, meskipun sekarang menjadi lebih lumayan dia bisa memakan sesuatu yang cukup mahal bagiku tapi tidak apa-apa.
Aku bahkan mencoba mencari tahu bagaimana cara menyembuhkan penyakitnya tanpa membawanya ke dokter, karena ia tidak mau dengan dokter yang disebabkan trauma nya.
Pertama-tama aku akan mencari informasi tentang penyakit itu dengan berkata mengada ada tentang penyakit yang bisa menghasilkan batu berharga, dan rata-rata semua orang tidak mengetahui penyakit seperti itu.
Dengan berkata "memangnya ada?," "kamu mengada ada," dan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda seperti aku pernah bertanya kepada seorang apoteker dan dia berkata,
"Wah....., jika ada penyakit itu, kalau aku sendiri itu adalah berkah..... Ingat ya untuk diriku sendiri, karena rasanya seperti bisa memanen berlian yang besar meskipun terasa sakit tapi akan ku manfaatkan dengan baik, dan katamu akan ada efek samping nya jika batu berharga nya tumbuh maka aku akan mengurangi dosis rasa sakitnya"
"Jika aku jadi dia pasti....., entahlah aku tidak bisa berkata-kata, pasti diriku banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengetahui penyakit itu"
Sampai suatu hari saat aku bekerja membersihkan sebuah restoran, atau menjadi pelayan di restoran tersebut aku mendengar desas-desus tentang penyihir yang Sedang mencari bunga langka.
Mereka juga membahas tentang legenda manusia yang memakan bunga berwarna perak jika berada di dalam gelap dia akan membawakan keberuntungan baginya meski pun juga penyesalan.
Di situ mereka ingin sekali mendapatkan bunga nya dan menjualnya kepada para penyihir, karena pasti akan di berikan imbalan yang sangat besar, seketika diriku versi kecil langsung penasaran.
Siapa tahu mereka bisa menyembuhkan penyakit tanteku daripada dokter, tapi masalahnya para penyihir itu sangat sulit ditemui, apalagi penyihir istana mereka benar-benar sangat tertutup untuk dihubungi.
Dan saat aku pulang untuk mengabarkan kabar baik itu kepada Tante, dia sedang tergeletak di lantai tidak bisa bernapas, aku panik dan mencoba membuat nya bernafas kembali dengan nafas buatan ku.
Lalu untungnya saja itu berhasil dan dia sekarang sadar dengan nafas yang masih terengah-engah, beberapa kali aku mencoba membantunya bernapas pelan-pelan sambil terus berurai air mata sejak datang ke rumah.
Sambil berkata "Tante aku mohon tahan sakit mu!, Aku tau aku egois jadi jangan sampai mati!" mencoba untuk menahan kematiannya dia benar-benar seperti orang sekarat tadi .
Dan akhirnya setelah bernafas normal, dia hanya kembali pingsan karena kelelahan, dia pingsan di pangkuannya, selain itu diriku versi kecil bertekad agar segera menemukan sang penyihir.
Sampai esok hari aku mendengar kabar kalau sang penguasa menara sihir, adalah Putri Latte Charlene Letizia dia adalah orang yang cantik tapi terkenal pendiam.
Mungkin dia adalah orang yang tertutup karena dia adalah anak selir, lalu disitu aku mencoba mencari keberadaannya tanpa harus ke istana karena, mungkin saja aku akan bertemu dengan nya saat dirinya sedang berjalan-jalan di luar.
Tapi itu tetap tidak membuahkan hasil karena aku sama sekali tidak bisa bertemu dengannya meskipun telah mengirim surat permohonan berkali-kali, sampai suatu hari tiba-tiba saja beberapa pria besar masuk ke dalam rumah kecil kami.
Dia menyeret dengan paksa tanteku keluar karena harga sewa rumah nya belum dibayar yang disebabkan oleh duitku telah habis untuk membeli obat pereda rasa sakit kepada Tante.
Tanteku tiba tiba di seret oleh mereka, sedangkan saat aku menghalanginya agar tidak melakukan kekerasan kepada Tante ku, salah satu orang itu memukul ku dengan keras hingga terjatuh ke lantai lalu menyeret kami ke sebuah gang.
Dan melempar kan tanteku dengan keras dengan memberi peringatan terakhir besok jika tidak membayar nya, setelah itu mereka pergi tapi karena bantingan terlalu keras tante ku menjadi kambuh.
Badan nya gemetar kesakitan, air matanya mengalir tapi tidak bisa menangis karena nafasnya tercekat, aku berkata sambil membantunya agar mengingat cara bernafas,"tante kumohon jangan tinggalkan aku!, please.... tahan itu!"
"Aku akan segera membawa anda ke penyihir," tapi dia menggeleng terus menerus karena sudah tidak kuat dengan rasa sakitnya disitu aku mulai putus asa dan mencoba relakan jika tiba-tiba Tante ku meninggal.
Tapi secercah harapan muncul di hadapan ku karena aku melihat putri yang dimaksud sedang melewati kawasan jalan besar di depanku dengan segera aku menaruh Tante yang telah lebih baik dari sebelumnya.
Dan langsung berlari ke arahnya, tapi para penjaga menghalangi dan mengacungkan pedang kearah ku karena mengira aku adalah seorang pembunuh disitu, aku bersujud dan memohon "tolong selamatkan tante ku dan aku akan melakukan apapun!"
Dia sedikit memasang wajah panik bercampur kaget tadi, tapi segera menyadari sesuatu dan mulai tersenyum dan saat aku melihat senyumnya itu, aku merasa kan dia telah merencanakan sesuatu.
"Tidak apa-apa, karena ini semua demi tanteku" ucapku dalam hati dan disitu dia mengangkat tangan nya sambil berkata,
"Sudah jangan acungkan pedang kalian kepadanya!"
Lalu mendekati ku dan menyapa "halo adik kecil kenapa kau meminta pertolongan ku?"
Dia berhenti sejenak lalu bertanya kembali dengan nada penasaran, "Padahal masih banyak bangsawan lain selain diriku?"
"Aku mohon hanya anda satu-satunya yang bisa menyelamatkan tanteku!"
"Baiklah tapi kau harus mengikuti syarat ku baru bisa aku mengabulkan permohonan mu,"
"Tolong selamatkan tante ku dengan begitu anda bebas memiliki seluruh kemampuanku,"
"Apapun?"
"Ya, apapun itu akan aku lakukan!"
Dirinya kembali tersenyum miring, dan berkata, "baiklah di mana tante mu?," dan disitulah hari-hari kesedihan ku bertambah karena penyiksaan mental ku oleh nya.
.......
Beberapa hari sejak aku dibawa ke istana miliknya nya masih terasa nyaman karena dirinya tidak melakukan apapun selain merawat menyuruh dokter untuk merawat bibiku.
Dan saat hari-hari itu tenang itu tiba-tiba saja Putri menyuruhku untuk menandatangani sebuah kontrak perjanjian budak aku sedikit penasaran karena ini kontrak budak yang sama sekali tidak aku ketahui, di pelajaran dulu yang pernah ku pelajari.
Yang berarti ini bisa saja berbahaya bagi diri ku tapi aku tidak mempermasalah kan nya saat itu karena tidak mengetahui apa rencana nya.
Sampai suatu hari aku dan tanteku dibawa ke sebuah menara sihir tapi berbeda dari yang aku tahu, di situ terlihat tidak terawat dan sangat misterius dia berbincang dengan seseorang memakai tudung.
Dengan suara pelan sampai aku tidak bisa mendengarkan apa obrolan mereka meskipun berada dalam jarak yang dekat, penyihir itu memeriksa keadaan tanteku dan mengatakan kepada putri.
"Dia telah memakan bunga yang kita cari selama ini," dan aku langsung bertanya, "Apakah bunga itu sangat berbahaya?, Dan ada obatnya?"
"Ada tapi...."
"Tapi apa?!" Balas ku sedikit kesal karena di gantung seperti ini, "itu tidak akan berguna untuk nya sekarang....."
Jawab penyihir itu, tiba-tiba saja aku merasa pusing karena tertampar oleh kenyataan bawa dengan usaha apapun aku tidak akan bisa menyelamatkannya.
"Tapi....., kalau untuk memperpanjang hidupnya dan meredakan sakit, aku punya solusinya!"
Di saat itu aku sama sekali tidak melihat raut wajah penyihir yang berkata dengan nada datar itu, tapi sekarang aku melihatnya berkata seperti itu dengan senyum licik yang timbul diwajahnya, dan memang benar dia memanfaatkan ku.
"Apa itu?"
"Kau hanya harus membayarnya!"
"Baiklah aku akan bekerja keras mencari uang nya"
"Eitsss.... bukan dengan emas!"
"Lalu dengan apa?"
"Tentu saja berlian atau batu-batu dari tubuh Tante mu"
"!!!!"
Seketika raut wajahku saat itu terlihat sangat panik, tante hanya terdiam mendengarkan perbincangan kami, lalu tiba tiba saja berkata,
"Baiklah, asalkan kau hanya boleh mengambil rambutku atau kuku yang telah menjadi berlian dan jangan pernah berpikir untuk memotong bagian tubuhku yang lain, selain itu!"
"Tapi bibi!!!"
"Tenang lah ini adalah masalah ku sendiri, dan semua yang ada di dunia pasti harus memakai bayaran dan mungkin ini yang mereka mau"
"Oh ya sebagai tambahan Aku tidak akan mengotak atik, atau menjadikan mu sebagai bahan percobaan jadi tenang saja, aku hanya fokus untuk menyelamatkanmu!"
Balas sang penyihir meyakinkan, benar beberapa bulan kemudian tanteku rutin diberi obat oleh penyihir itu dan Putri memperbudak ku dengan sangat baik karena hanya menyuruh ku untuk belajar berpolitik.
Dan semua orang di istana miliknya terasa begitu ramah meskipun beberapa kejanggalan terlihat karena kadang-kadang para pelayan berhenti sendiri dari saat dirinya berjalan dan saat aku menepuk tangannya ia kembali sadar lalu berkata harus melakukan sesuatu.
Aku sedikit aneh tapi itu tidak masalah mungkin orang-orang itu hanya sibuk dan melupakan beberapa hal penting makanya tiba-tiba diam seperti patung, sampai suatu hari aku baru menyadari kalau Putri adalah pengguna sihir hitam yang sangat kuno.
Dia membuat seluruh orang yang berada di istananya terkena sihir cuci otaknya dan akan menuruti semua perkataan miliknya, tapi itu tetap tidak masalah bagiku karena dia, yang aku lihat di awal-awal hanya menyuruh pelayan-pelayan atau kesatria seperti biasa.
Tanpa kutahu ternyata dia memiliki banyak ruang rahasia bawah tanah, dan tempat-tempat penjara yang sangat luas di dalamnya awalnya saat itu aku disuruh untuk memeriksa lorong dibawah istananya nya.
Hanya karena dirinya kehilangan sebuah anting-anting yang dirinya sukai, tapi dia berpesan "Jika kau tak menemukannya kembali lah karena aku hanya ingin menyimpan nya sebagai kenangan"
Maksudnya tidak terlalu dibutuhkan, paham dan mulai menjalankan tugas padahal itu sudah sangat larut malam, tapi tidak sengaja aku menemukan pintu itu.
Lalu kemudian berpikir mungkin saja anting-anting yang terjatuh di dalam sini Jadi aku membuka pintu itu dan menemukan sebuah penjara yang begitu banyak dan luas.
Mulutku ternganga lebar bahkan tanganku sedikit gemetar karena pemandangan yang terlihat di sana, seluruh isi penjara penuh dengan manusia dan juga monster yang sedang sekarat.
"Apa apa ini!!!"
Ucap ku yang berteriak panik, bau darah menyengat dengan cepat monster-monster disini dikumpulkan secara acak, bahkan manusia-manusia juga ada yang perempuan dan juga laki-laki.
Dari yang kecil maupun yang besar "kurasa mereka adalah budak" pikirku dalam hati dan mereka semua terlihat seperti orang yang kehilangan akal karena hanya menatap kosong di depan tampa memberontak sedikitpun.
"Sebenarnya apa yang tuan putri lakukan!?"
..........