I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation

I Became The Wife In The Place Of All My Family's Reincarnation
7



Biasanya di pagi hari, aku lebih sering mendengar suara kicauan burung dan hembusan angin di pagi yang segar, tapi kali ini ada sedikit keributan yang terjadi di kamarku, yang di sebabkan oleh para pelayan pribadi ku.


Hanya karena mereka memilihkan gaun yang mana yang lebih indah cantik dan elegan, untuk ku pakai berangkat ke rumah mertua.


"Tidak nyonya lebih pantas pakai yang biru!!!


"Merah!!!"


"Biru!!!"


"Merah!!!"


"Stop!!!"


Aku berteriak, dan seketika itu juga kamarku menjadi hening, dan mereka dengan takut-takut menengok ke arahku,


"Bisakah kalian cepat dalam memilih baju?" Ucap ku pusing sambil memijat pelipis dengan tanganku,


Dan akhirnya mereka saling melirik lalu mengangguk dengan sepakat dan berkata


"Bagaimana jika Anda memakai gaun putih saja?"


"Oh ****, lalu untuk apa perdebatan tadi" ucap ku dalam hati sambil menepuk dahi, tak lama kemudian aku telah memakai gaun, di bantu oleh mereka bertiga.


Dan gaun yang aku pakai sekarang ini berwarna hijau tosca dengan corak putih, lalu aku masih saja menggerutu dalam hati,


"Karena buat apa mereka berdebat tentang gaun warna merah dan biru jika ujung-ujungnya mereka memakai kan ku gaun berwarna putih?"


Dan akhirnya aku mengalihkan perhatianku dengan bertanya


"Apa kalian sudah menyiapkan semua pakaiannya?"


"Tentu sudah nyonya!!!" ucap mereka dengan semangat, dan juga mata mereka yang berbinar binar senang.


Aku mengerutkan kening karena mata mereka yang berbinar-binar, lalu aku langsung terfikir kan suatu hal yang buruk terhadap pakaian yang mereka siapkan,


"Perlihatkan pada ku gaun yang kalian bawa!....."


Dan seketika itu wajah mereka panik,


"Ada apa? Cepat!!!" Ucapku dengan wajah galak, mereka saling lirik lalu akhirnya lionna yang mengambil koper nya kehadapan ku, lalu aku membukanya dan mata ku seketika terbelalak kaget.


Aku menatap mereka dengan tatapan tajam, lalu dengan kejam menghamburkan gaun-gaunnya ke lantai, yang berada di dalam koper tersebut, dan samar samar aku mendengar suara mendesah mereka,


"Nyonya padahal kami melakukan yang terbaik untuk membuat tuan Duke tertarik dengan anda....."


"Hah..... Aku menghela nafas malas Kalau yang seperti itu kalian tidak perlu membantuku, karena Aku punya cara tersendiri" setelah aku berkata seperti itu, merekapun terkejut dengan jawabanku.


"Eh?? Anda sungguhan akan menggoda tuan Duke?"


"Tidak perlu di goda dia akan jatuh sendiri dalam pesona ku, makanya jika kau ingin menemukan pasangan yang baik, kau harus menjadi dirimu sendiri"


"Wah......." mereka takjub dengan perkataan ku,


"Kami akan mendukung anda nyonya!" Ucapnya mereka semangat,


"Jadi tolong ganti semua baju ini dengan yang lebih sopan, nyaman dan tidak terlalu mewah ya"


"Kami paham nyonya" lalu mereka langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh diriku.


........


Aku keluar dari kamar dan berjalan didampingi tiga pelayan pribadiku menuju ke arah gerbang, di sana Duke dan Albert sudah menunggu.


Mereka hanya melihatku sekilas lalu setelah itu masuk ke dalam kereta kuda, dan saat aku ingin menyusul mereka naik ke dalam kereta kuda yang sama.


Tiba-tiba saja Franks mencegatku dengan berkata,


"Maaf nyonya, tuan Duke berkata bahwa beliau membawakan kereta kuda yang lain untuk anda naiki"


"Memangnya kenapa saya tidak boleh naik kereta kuda yang sama dengan mereka?"


"Maaf saya tidak tahu alasannya, saya hanya diperintahkan seperti itu oleh Tuan Duke"


"Hah......."


aku menghembuskan napas pelan yang terkesan malas, lalu membalas


"Baiklah"


Setelah itu aku berjalan ke kereta kuda yang satunya lagi yang tepat berada di belakang kereta kuda yang dinaiki oleh Edward dan Albert, saat ingin naik kereta kuda, tiba tiba Franks mencegahku naik dulu dengan berkata dengan nada menghibur.


"Tapi anda akan pulang dengan kereta kuda yang sama nantinya"


"Baiklah, terserah"


Ucapku mengiyakan ucapannya langsung, aku pun langsung memasuki kereta dan diikuti oleh Mery, sedangkan liona dan red di luar.


Dan saat mereka ingin pergi ke kereta untuk para pelayan, akupun langsung mencegahnya dengan menyuruh mereka untuk ikut naik ke sini.


"Ta...... tapi Nyonya, itu tidak boleh bagi pelayan seperti kami, karena akan merusak prosedur bangsawan dan pelayan, karena jika nyonya duduk sendiri di dalam kereta hanya ada satu pelayan yang mendampingi sedangkan jika anda bersama dengan tuan atau Tuan muda, para pelayan tidak perlu mendampingi"


Ucap mereka menjelaskan dengan rinci mengenai etikat pelayan


"Aku yang mau!!!" ucapku tegas


"Lagian aku tidak satu kereta dengan Albert dan Edward Sekarang, dan aku ingin kalian bertiga duduk disini menemaniku mengobrol sampai ke tempat tujuan" lanjut ku


Mereka saling melirik lalu mengangguk mematuhi perintah ku, dan akhirnya masuk kedalam kereta yang aku naiki, tidak lama kemudian kereta pun berjalan menuju ke arah selatan,


Perjalanan memakan waktu 2 hari karena kediaman orang tua Edward berada di villa paling jauh dari daerah kekuasaan Edward, tidak banyak yang bisa aku khawatirkan.


Karena semuanya sudah terpenuhi oleh para pelayan dari persiapan akomodasi juga atau persiapan menginap di luar, saat malam karena daerah itu tidak ada desa, jadi tidak ada penginapan.


Meskipun di dunia ini ada monster, tapi di daerah yang kami lewati sama sekali tidak ada monster yang datang atau menyerang kereta yang kami tumpangi, aku pun bertanya kepada para pelayan.


"Apa kalian tahu kenapa daerah selatan ini tidak ada monster"


"Oh..... karena itu adalah kekuatan nenek moyang keluarga duke tapi kami tidak tahu pastinya itu apa dan kenapa mereka bisa disingkirkan ke daerah barat"


"Oh jadi begitu terima kasih atas pengetahuan kalian"


"I....ini bukan apa-apa nyonya, kami yang harus nya bersyukur karena bisa memberi pengetahuan yang kecil ini untuk anda"


"Tapi apa kalian tau sesuatu perbedaan yang paling mencolok dari daerah selatan disini atau di daerah barat sana?"


"E..... yang aku tahu di daerah selatan ada pohon yang sangat khas dia bisa mengeluarkan bau yang wangi sekali sampai jika ada mayat yang membusuk di situ tidak akan tercium bau busuknya"


"Kenapa kau bisa tahu hal itu"


"Karena di sana banyak sekali para wisatawan yang penasaran dengan pohon itu, dan aku mendengarnya dari para pelayan lain yang pernah berkunjung ke sana"


"Dan yang lain, apakah ada yang tahu"


"Oh saya ingat nyonya!!!, di daerah selatan terdapat banyak pengolahan tembakau, jika anda melihat peta di dekat pegunungan ada banyak pengolahan tembakau di sana tapi tidak ada di daerah barat"


"Oh..... begitu, lalu apa lagi?"


"HM...yang saya tahu yang mulia di daerah selatan juga terdapat perkebunan kopi yang sangat besar


dan daerah-daerah tersebut benar-benar tidak dilalui oleh para monster" ucapmereka serempak


"Hm.... Jadi daerah itu semua jarang dilalui oleh para monster" ucapku mengulangi perkataan mereka


"Kurasa aku punya ide bagus, saat kita pulang nanti kita akan melakukanya" ucapku semangat dan membuat mereka menatapku dengan rasa penasaran yang tinggi


"Baiklah nyonya kami akan mengikuti perintah anda" ucap mereka semua dengan semangat.


Pagi pun berganti malam kami berhenti di sebuah tanah yang luas dan para pelayan juga para ksatria mendirikan tenda tenda, lalu aku bertanya kepada liona.


"Apakah saya memiliki tenda sendiri?"


"E..... Itu nyonya karena tuan Duke menyuruh kami membawa barang anda ke dalam tenda nya, berarti Anda tidur bersama tuan Duke malam ini"


"Tidak!, aku tidak mau satu tenda dengan nya, lalu sampai kan itu pada nya, aku ingin tenda untuk ku sendiri, ini adalah keinginan ku sendiri jika dia tidak mau dan tetap keras kepala aku akan tidur di dalam kereta saja" balas ku langsung menolak


"Ah...... Baiklah, akan saya sampaikan sekarang juga" balasnya lalu pamit undur diri, dan meskipun Edward tidak membolehkannya nanti, aku akan benar-benar tidur di dalam kereta.


..........


"Ada apa" tanya nya


"Saya ingin menyampaikan pesan dari yang mulia grand Duchess, kalau beliau tidak ingin tidur bersama dengan anda dalam satu tenda dan beliau ingin membuat tenda lain untuk dirinya sendiri"


"Lalu bagaimana jika aku tidak mau?"


"Beliau akan memaksa tidur di dalam kereta Tuan"


"Baiklah baiklah, lakukan saja apa yang dia mau kau, boleh pergi sekarang"


Setelah itu pelayan itu pun pergi dari hadapan dan duke menghela nafas berat,


"Kenapa dia jadi bersikap seperti itu" gumamnya sendiri


"Apa karena aku yang menyuruhnya untuk duduk di kereta yang lain, padahal dia tidak tahu maksudku itu apa, saya cuma sedang ingin berbicara sebentar kepada Albert tentang ibunya kandungnya, dan itu karena aku takut menyakiti hatinya"


"Makanya saya tidak ingin membuatnya duduk di kereta yang sama dengan kami........" Ucapnya dalam hati sambil meremas rambut nya pusing.


"Tapi kenapa aku segelisah ini ya? Hanya karena ingin dia tidak salah paham" Pikir nya sediri


"Lebih baik aku segera tidur" ucapnya lalu membaringkan dirinya di atas kasur


Saat baru saja memejamkan mata, Edward langsung tertidur pulas dan mengingat kembali kenangan lama dengan Dianna,


Dia melihat Dianna di dekat jendela rambut nya yang bewarna perak sangat indah saat terkena sinar bulan, dan sekarang ia sedang bernyanyi tapi lagu yang bahasa nya tidak ia mengerti


Tapi dengan pembawaan nadanya yang sangat sedih dia jadi tahu kalau itu adalah lagu yang sedih, lalu dia menghampiri nya dengan memeluk dari belakang.


"Lagu apa yang kau nyanyikan sayang kenapa terasa sangat sedih"


"Ya kau benar ini lagu yang berkenang bagi ku"


"Kalau begitu, apa kau mau aku mencari penyanyi dan pemusik untuk menyanyikan nya di depan mu?"


"Pfft... Itu tidak akan bisa, meski pun kau menanyakan tentang lagu ini kepada seluruh orang di dunia ini, mereka tidak akan tau..... Edward"


"Tapi kalau belum di coba tidak akan tau"


Tiba tiba tangan Dianna menggenggam tangan Edward erat dan berkata,


"Itu tidak perlu, oh ya Edward kau tau tempat ini seharusnya bukanlah tempat ku"


"Apa maksudmu kau adalah nyonya rumah ini!, siapa yang berani bilang begitu padamu Aku akan memberinya pelajaran"


Dianna tersenyum lembut


"Bukan maksud ku seperti itu, akan ada seseorang yang datang kembali kepada mu, dan kau harus menangkapnya jika tidak dia akan menghilang sama seperti ku nanti"


.................


Malam pun berganti pagi, aku telah sarapan bersama dengan Duke dan Albert, aku mengambil makanan ku dengan cepat karena sama sekali tidak ingin melihatnya wajah mereka berdua, memang pada dasarnya aku adalah cewek yang ngambekkan.


Dan jika aku lagi ngambek biasanya aku akan diam saja, seperti saat ini kami makan dengan keheningan, tanpa satupun suara kecuali suara garpu dan piring yang berbenturan, aku memasang wajah datar, dan dengan cepat menghabiskan makanan yang ada di piring ku.


"Saya sudah selesai, dan aku permisi dulu" pamit ku sambil berdiri.


"Tunggu dulu!" Sela Duke sambil berdiri di depanku, badannya yang tinggi membuatku harus mendongak ke atas untuk melihat wajahnya


"Kenapa?"


"Kau yang kenapa"


"Kenapa apanya?"


"Kenapa kau tidak mau setenda denganku"


"Ya ngak mau aja" balasku sambil mundur 5 jarak darinya


"Kau marah?"


"Marah apaan? Dan ini orang kenapa sih kok jadi aneh, apa kepalanya terbentur sesuatu atau makanannya bermasalah" ucap ku dalam hati sambil melirik dia dengan sinis.


"Tidak saya tidak Marah, punya Hak apa saya marah pada Anda"


"Kalau begitu kau harus sekereta dengan ku dan Albert sekarang!!!" ucapnya tegas


"Hah?!"


"Tidak ada tapi-tapian!" Ucapnya sambil menarik pergelangan tanganku ke arah kereta kuda


"Albert selesaikan makananmu sekarang" lanjut nya sambil melirik kearah Albert yang acuh tak acuh


"Dan untuk semuanya kita akan berangkat segera! aku beri waktu sampai jam pasir ini habis" lalu dia mengeluarkan jam pasir kecil dan menaruhnya di atas meja tempat kita makan tadi.


Dan dalam sekejap para pelayan mulai bersiap-siap membereskan segala sesuatu, dibantu dengan para ksatria lalu Aku pun langsung ditarik ke dalam kereta.


"Apa apaan ini!!!" Ucapku dengan nada tinggi karena ditarik-tarik seperti domba gembalaan yang kabur


"Diam! dan duduklah dengan tenang!"


Aku mengurut keningku yang pusing dengan tingkah laku Edward, lalu berpikir dalam hati kalau sepertinya sebentar lagi aku akan menstruasi, makanya jadi lebih sensitif pada minggu-minggu ini.


Tak berapa lama kemudian semua sudah dibereskan dan kereta mulai berjalan, albert juga sudah masuk ke dalam, dan aku duduk berhadapan dengan dua orang dingin yang cuek ini.


"Hah nasib-nasib" gumam ku kecil


"Hah? Apa yang kau katakan"


Hanya Edward peka dengan gumaman ku tadi, dan aku menjawab dengan cepat,


"Bukan apa-apa"


Dia melihatku dengan tatapan tajamnya dengan muka yang sangat serius, lalu tiba-tiba saja dia berkata


"Jangan-jangan kau akan berubah menjadi singa karena sebentar lagi akan haid?"


Aku terkejut dengan perkataannya lalu aku langsung menatap wajahnya yang sekarang sedang mengalihkan pandangan ke arah luar jendela.


Karena aku sangat ingat dengan kata-kata itu, itu adalah kata-kata yang sering diucapkan oleh Rangga padaku ketika sedang haid dan marah.


Karena banyak hal mulai dari pekerjaan rumah, masalah kantor, investor yang buruk dan lain-lain yang membuatku sangat sensitif terhadap itu.


Lalu kesalahan kesalahan kecil saja, yang dibuat suami, anakku dan teman-temanku itu, bisa membuat ku mengomel panjang lebar kali tinggi.


Dan tidak akan ada habis-habisnya, tapi biasanya jika setelah itu selesai, aku akan menangis karena tidak kuat karena telah melukai hati orang-orang dan juga suamiku.


Lalu dia pasti akan berkata seperti tadi, sambil menenangkan ku dan mengelus rambut ku dengan lembut,


..............


Tidak sampai siang, hari kami pun telah sampai di villa milik orang tua Edward, dan saat rombongan kami masuk.


Kami pun disambut oleh banyak sekali pelayan dan juga para pekerja di villa itu, lalu tidak disangka-sangka ada dua orang lagi yang menyambut kami semua, yang tidak lain adalah orang tua Edward kami turun dari kereta.


Aku berjalan dibelakang Edward dan Albert, jadi aku sama sekali tidak melihat wajah kedua orangtuanya, Edward menyapa duluan dengan


"Berkata kami sampai ayah, mama, dan maaf kami terlambat" lalu orang tuanya membalas,


"Akhirnya kalian sampai juga nak" kata orang tuanya serempak


"Kami telah menunggu dari tadi"


"Kau benar ku sayang, ku kira ada masalah saat di perjalanan tadi" ucap ayah nya


Aku yang mendengar suara itu langsung buru-buru, berada di depan dan melihat wajah mereka berdua lalu di situ aku terjatuh tanpa sadar dan menangis.


Karena saat aku melihat wajah mereka berdua (orang tua Edward) adalah renkarnasi dari ayah dan ibuku.


..............


Holla, semuanya maaf baru update lagi, pokoknya jgn lupa vote and coment ,