
"Jangan merasa bersalah lagi.Karena sekarang hidupku sudah sempurna dengan semua yang Ken berikan untukku dan Keanu"
"Aku sangat bahagia Dit karena Ken mau memperjuangkanku tanpa melihat masa laluku"
"Semua orang pun tahu seberapa hebatnya Ken River.Tapi hal itu tak membuat ia merendahkanku sedikitpun dan malah memberiku cinta yang begitu luar biasa" siapapun pasti tahu Ken sangat mencintai Eva meski hanya dari caranya menatap
"Terlepas dari siapa Ken River dimata dunia.Aku sangat mencintainya,mencintainya dengan seluruh jiwa dan ragaku seperti ia juga mencintaiku" jantung Ken berdegub kencang saat Eva mengatakan itu sambil menatap matanya.Rasa cinta yang tak pernah Eva ucapkan secara terang-terangan selama ini.
Meski semua kata-kata Eva halus dengan nada bicara lembut.Tapi itu sangat menohok hati Dito.Sangat jelas maksutnya jika Dito tak sebanding dengan Ken meski hanya dari rasa cintanya saja.
"Ambillah Dit,anggap saja itu rasa terima kasihku karena sudah melepaskan Eva" ucap Ken lalu mengajak Eva pergi dari sana.
Dito tak mampu mengucapkan sepatah katapun.Ia sadar jika ini karma yang ia dapatkan karna sudah meninggalkan Eva.
Karena..
Akan tiba hari dimana yang meninggalkan akan tau bagaimana rasanya ditinggalkan..
Sepanjang jalan Ken tidak bisa menahan senyumnya barang sejenak.Eva bahkan sampai bingung kenapa dengan suaminya ini.
"Kau kenapa Ken?" tanya Eva saat mereka masuk kedalam mobil
Cupp..
Cupp..
Cupp..
Cupp..
Ken menciumi seluruh wajah Eva.
"Mari kita bulan madu,aku akan memberimu hadiah" ucap Ken lalu melajukan mobilnya meninggalkan area parkir
"Tapi pak.." protes Mei Qing
"Tidak ada tapi Mei.Biar Caleb yang mengurus selama aku tidak dikantor" ucap Ken lalu menutup telepon
Pagi-pagi sekali Ken membangunkan Eva dan Keanu pergi berlibur.Hanya bertiga karena Ken ingin menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya.Keanu sudah berumur dua tahun jadi ia bisa diajak pergi perjalanan jauh.
Jet pribadi Ken terus mengudara selama berjam-jam.Untung Keanu tidak rewel sama sekali jadi Eva tidak kerepotan sama sekali.
Setelah perjalanan panjang menggunakan jet pribadi.Jet itu pun mendarat disebuah landasan.Mereka lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan berganti ke pesawat amfibi.
"Kita mau kemana Ken,kenapa tidak sampai-sampai" tanya Eva namun Ken enggan menjawab
Karena lelah bertanya namun tak ada jawaban Eva mengalihkan pandangannya keluar jendela.Pemandangan indah dengan laut biru yang cantik dan pulau-pulau kecil yang hanya sebesar bola pimpong jika dilihat dari atas.
Semakin turun Eva bisa melihat pemandangan hutan hujan rimbun,pasir putih sepanjang tepi pantai,dan terumbu karang yang cantik.
Setelah satu setengah jam akhirnya pesawat amfibi itu mendarat di pulau seluas 3.460 hektare,pulau dengan 25 vila pribadi mewah dilengkapi lapangan tenis, beberapa kolam renang, lapangan golf, empat belas kapal, pertanian organik, dan bahkan kapal selam DeepFlight Super Falcon.
Turun dari pesawat amfibi beberapa orang berbaris rapi di tepi pantai,membungkuk menyambut kedatangan mereka.Salah satu diantara mereka membukakan pintu mobil lalu sopir membawa Eva dan Ken ke sebuah villa paling mewah diantara yang lainnya.
Villa dengan desain tradisional nan glamor yang bertengger di tebing laut,benar-benar menjaga privasi.Ditambah disetiap villa disediakan pelayan pribadi,pengasuh anak,sopir,dan koki pribadi yang melayani menu layanan kamar.
Disana ada kolam renang utama berbentuk kubus kaca yang memanjang 25 meter yang dikelilingi pohon kelapa dan bunga tropis serta bar kolam renang.
"Apa perlu sampai seperti ini Ken" ucap Eva saat mereka masuk kedalam villa
"Ini belum seberapa" sahut Ken.Beberapa pelayan membantu membawakan barang mereka menuju kamar utama dari total tiga kamar yang ada di villa.Kamar yang menghadap ke laut lepas dilengkapi kolam renang pribadi.
"Aku akan mandi duluan" Ken lalu pergi ke kamar mandi.Disana juga dilengkapi bathtup outdoor dengan sabun buatan tangan.