
Selamat membaca semoga suka ya sayy..
Jangan lupa like komen dan subscribe..
---
*Stevany Aurelli
Sial sekali hari ini.Kenapa aku harus melihat pemandangan itu.
Kesal..kesal..
Ken memang menyebalkan.Baru saja kemarin dia sibuk menganggu waktu liburku dengan Jimin.Kupikir ia tidak senang melihat kedekatanku dengan Jimin.Tapi Hari ini aku malah melihat dia beradegan panas dengan wanita yang entah dari planet mana.
Kupikir ia sedikit perhatian denganku..
Haduh kenapa otakku bisa berfikiran seperti ini.
"Menyebalkan" saking kesalnya kata itu sampai keluar dari mulutku
Ya Tuhan.Aku lupa jika sedang di bis.Apa suaraku sekencang itu sampai semua penumpang melihat kearahku.
Aku yang ditatap hanya tersenyum kaku.Malu dengan tingkah konyolku sendiri.Aku yang tadinya duduk tegak mulai menurunkan posisi dudukku sedikit demi sedikit.
Malu sekali rasanya.
*Author POV
Ken tengah bersalaman dengan Luo Shing.Ceo dari grup Luo yang bergerak dibidang kosmetik.
Mereka selesai membicarakan tentang kerjasama untuk sponsor produk spa.Ken berencana membuka klinik spa di hotel yang sedang digarap.
Produk dari grup Luo memang terkenal karena kualitasnya meski harganya cukup mahal.Bagi Ken itu tidak masalah karena kualitas adalah hal utama dalam berbisnis.
"Senang bekerja sama dengan anda tuan Luo"
"Saya juga tuan Ken.Anda memang hebat di usia yang masih sangat muda"
"Anda terlalu memuji saya tuan Luo"
"Sepertinya saya tidak bisa berlama lama.Saya ada rapat sore ini" Luo Shing melihat arlojinya
"Baik.Mari saya antar kedepan" Ken membukakan pintu ruangannya menyilakan Luo Shing untuk keluar terlebih dulu.
"Bagaimana jika lain kali kita makan malam bersama tuan Ken"
"Dengan senang hati tuan Luo"
Luo Shing lalu segera pamit.Baginya meski umur Ken jauh dibawahnya tapi pribadi Ken membuatnya betah mengobrol dengan pengusaha muda itu.Selain tampan dan kharismatik ia juga mempunyai wawasan yang luas.Ia memang patut disegani.
*Kang Ji Min
Tringgg..
"Kakak" kudengar suara Eva saat membuka pintu toko
"Eva"
"Aku ingin makan cake coklat"
"Duduklah" aku menarik kursi agar ia duduk lalu mengambil beberapa jenis cake dari etalase.
Kenapa ia datang tiba tiba.Apa ia sedang kesal akan suatu hal?
"Ada apa?" ia sudah menghabiskan tiga cake coklat buatanku
"Tidak ada" Eva masih sibuk menguyah
"Ken?" ekspresinya itu saat mendengar nama Ken.Pantas saja ia makan banyak coklat.
Ia menghentikan makannya sejenak.Menatapku dengan penuh tekanan yang seolah mengisyaratkan jangan bahas orang itu.
"Apa aku boleh membungkusnya" aku tahu ia sedang mengalihkan pembicaraan
"Setelah pulang dari sini jangan lupa sikat gigi" aku mengacak rambutnya.
Kupanggil Tiara.Ia adalah pegawai baru disini.
"Bungkuskan menu cake coklat yang baru" ia segera menuruti perintahku
Setelah selesai makan Eva mengobrol sejenak denganku.Kurasa suasana hatinya sudah membaik.Mungkin berkat coklat.
"Biar kuantar" tawarku saat Eva hendak pulang
"Tidak usah kak.Aku bisa naik bis"
*Author POV
Hanya selang setengah jam Eva sampai rumah terlebih dulu daripada Ken.Untung saja jika tidak ia bisa saja kena marah.
"Tuan sudah pulang" ini baru saja jam setengah tujuh.Sangat jarang Ken pulang lebih awal.
"Emm..aku ingin makan di luar.Bagaimana jika kau ikut"
"Maaf tuan saya sudah makan" ya memang Eva sudah makan cake banyak di toko Jimin
"Jadi kau tidak mau?" suara Ken sedikit meninggi
"Saya sudah makan beberapa cake di toko kak Jimin"
"Jimin?" kuping Ken panas mendengar nama itu disebut.Setelahnya Ken lalu segera naik ke kamarnya.
"Apa tuan ingin kopi?" Eva sedikit berteriak menanyakan hal itu
"Apa ia punya kepribadian ganda?" Eva memilih untuk pergi ke kamarnya
Tidak terasa sudah setahun Eva bekerja dirumah Ken.Waktu berlalu dengan begitu cepat.
---
Hai..
Author mau curhat nih sama para pembaca..
Mungkin bakal ada saat dimana kita merasa jenuh akan hal hal biasa..
Entah Author yang tiba tiba lama up.Atau kalian yang mulai males baca novel Author yang lama kelamaan ngebosenin.Semua pasti bakal nemuin titik jenuhnya dalam hidup bukan?
Dan yang bisa bangkitin semangat Author itu cuma ide baru dan dukungan..
Dulu sempet Novel RUANG HATI hampir gak diterusin..
Jadi Author buru buru buat nulis ending yang ptg selesai gitu..
Kasih semangat Author ya biar ceritanya gak putus ditengah jalan..
Karena cuma semangat dan dukungan kalian yang bikin Author tetep lanjut nulis..
Salam sayang dari Author ♡♡♡