Hug Me, Please

Hug Me, Please
BONUS CHAPTER 1



Terima kasih untuk semua dukungan,kritik serta saran buat author..


Sebelumnya author mau ngucapin makasih banyak buat SOFITA SUKAWATI yang udah kasih koin,LOPE YOU ♡♡♡


Gak pernah nyangka tulisan abal-abal author banyak yang suka..


Ya meski author sedikit lebay karena gak sebanyak lapak lain tapi author udah seneng banget.Karena author itu cuma pembaca yang kebetulan iseng nulis..


Berhubung banyak yang penasaran sama kelanjutan JIARA atau dua buaya darat itu, jadi mari kita lanjut lagi deh..


Langsung aja ya jangan lupa Like,Komen dan Subscribe..


-----


Bagi Ken tidak ada yang boleh menyakiti Eva meski hanya seujung kuku saja.Itu sudah menjadi harga mati.Sekalipun itu terjadi dimasa lalunya Eva.


Untuk yang sudah menyakiti Eva,bersiaplah.Nikmati hari-hari indahmu sebelum tiba saatnya pembalasan dari Ken River.Berdo'alah semoga Ken bermurah hati dan tidak mengasingkan kalian ke kutub utara.


Hahaha..tidak-tidak jangan kawatir,Ken mana mungkin sejahat itu.


"Bagaimana perkembangannya Cal?" tanya Ken melalui sambungan telefon


"Kau yakin ingin melakukan ini?" tanya Caleb


"Tentu" sahut Ken tegas


"Apa kau tidak merasa ini terlalu mendramatisir kawan" cibir Caleb


"Bukannya makin bagus?" Ken seolah merasa tidak ada yang salah sama sekali


Setelah menutup panggilan telefonnya Ken pergi ke kamar.Dilihatnya Eva tengah mengobrol bersama pengasuh anaknya.


"Sayang,gantilah pakaianmu.Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat" ucap Ken yang masih diambang pintu


"Kemana?" tanya Eva


"Sepuluh menit.Aku tunggu kau dibawah" ujar Ken kemudian berlalu.


Keluar dari kawasan Nassim Road mobil mereka terus melaju menuju mall terbesar di Singapura.


"Kita mau apa sayang?" tanya Eva saat Ken membawanya masuk ke dalam mall.Suasana tampak sepi karena hari itu Ken menyewa seluruh area mall selama seharian penuh.


"Nanti malam kita akan menghadiri pesta pembukaan cabang baru River Group sayang" ujar Ken mendorong Eva memasuki salah satu butik


"Memangnya aku harus ikut?" tanya Eva


"Kau sudah menyandang gelar nyonya River sayang,apa kau lupa?!" Ken mulai berkacak pinggang


"Ah Ken,aku tidak mau meninggalkan Kea dirumah" padahal itu hanya alasan Eva agar ia tidak perlu menghadiri pesta yang membosankan


"Siapa bilang,kita akan ajak Kea dan pengasuhnya juga.Aku punya kejutan untukmu" dahi Eva berkerut,apa yang sedang direncanakan suaminya itu.


"Berikan apapun yang membuatnya sempurna" manager butik membungkuk hormat diikuti dua pelayannya


"Mari ikut kami nyonya" ucap si manager ramah.Tiba-tiba saja perasaannya berubah tidak enak.


Dan benar saja.Sudah dua jam Eva berganti dari satu gaun ke gaun lainnya.Tapi tak ada satupun dimata Ken yang terlihat bagus.Eva kesal karena setiap ia keluar dari ruang ganti Ken akan mengatakan satu kata keramat,yaitu TIDAK.Rasanya Eva hampir frustasi dibuatnya.Mungkin jika dihitung sudah sekitar dua puluh baju lebih yang semuanya terlihat buruk dimata Ken.


"Bagaimana?" Ken bangkit,mengamati setiap detail gaun yang dikenakan Eva.Sepertinya lelaki itu masih menimbang-nimbang.


"Ganti" jika ia belum berstatus sebagai suaminya,ingin rasanya Eva mencakar wajah tampan itu.


Yakin sanggup Eva?Ken ganteng begitu.


Dua pelayan yang membantu Eva menghela napas berat yang kesekian kalinya.


Lima menit Eva masuk kedalam ruang ganti.Jika gaun ini tetap tidak membuatnya puas Eva akan nekat pulang saat itu juga.


"Bagaimana?" tanya Eva yang berusaha tetap sabar


"Lumayan" komentarnya.Apa hanya lumayan,batin Eva menjerit.


"Kirim semua baju,sepatu serta tas yang sudah dicoba istriku.Tambahkan juga baju tidur seksi sesuai ukurannya" seluruh wajah Eva langsung memerah seketika.Apa-apaan dengan ucapan Ken itu,mengapa menyebut baju tidur seksi dengan begitu lancarnya.Eva sampai malu saat kedua pelayan yang berdiri dibelakangnya terdengar menahan tawa.


Didalam mobil..


"Kamu apaan sih kayak tadi" gerutu Eva


"Kenapa?kamu kurang puas?mau aku beliin mall nya sekalian?" tanya Ken yang gagal paham


"Jangan ngaco deh Ken"


"Apa?kamu panggil aku apa?" Ken sampai mendekatkan kupingnya ke mulut Eva


"Eh..itu anu..sayang" mati kau Eva,Ken pasti tidak akan melepaskanmu,rutuk Eva dalam hati


"Ah..Ken jangan" bibir Ken sudah menelusuri leher Eva dengan tangan yang sudah tidak bisa dikondisikan lagi


"Hentikan Ken,disini ada paman Teo" Eva menyingkirkan tangan Ken agar berada dalam jarak aman


"Tenang saja nyonya,saya tidak mendengar dan melihat apapun" jawab paman Teo


"Kau dengar itu?" Ken memulai aktifitasnya lagi.


Beruntung karena tidak berselang lama mereka sampai didepan rumah.Dengan begitu Eva bisa bernafas lega.Tidak lupa ia membenarkan baju dan rambutnya sebelum turun dari mobil.Cukup sudah Eva malu pada supirnya paman Teo.


Dan apa kejutan yang akan diberikan padanya itu?


Eva jadi sedikit gugup..


Ah sudahlah kita lihat saja apa yang sedang direncanakan oleh Ken..