
Selamat membaca semoga suka ya sayy..
Jangan lupa like komen dan subscribe..
---
Ken menyuruh Marry dan Teo untuk libur hari ini.Pagi pagi sekali Ken sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan.
"Anda sudah bangun tuan?" Eva telat bangun
"Iya aku sudah menyiapkan sarapan" Ken menuangkan jus jeruk
"Apa ini sebagai tebusan atas pertanyaan konyol semalam" Ken tersenyum karena niatnya sudah diketahui Eva
"Duduklah" menarik kursi untuk Eva
Sikap Ken yang semalam seperti kebakaran jenggot mendadak berubah menjadi lembut.
Selesai makan Ken yang mencuci piring.Eva malah sibuk menghayati peran sebagai bawang merah yang kejam.
"Rasakan Ken ini balasan karena membuatku kesal" batin Eva
Ken mengajak Eva shopping ke mall.Bukan Eva jika tidak memanfaatkan gratisan.Ia menunjuk ini dan itu berusaha membuat Ken kesal.Tapi Ken malah terlihat bersemangat menemani kegilaan Eva.Rupanya Eva salah memilih ide ini,jika begitu ia harus menjalankan idenya yang kedua.
Mobil membawa Ken serta Eva menuju taman dimana banyak ibu ibu sedang senam sore.
Sejak ia memarkirkan mobil Ken sudah merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Benar saja,saat ia berjalan ke tengah taman seketika Ken dikerubungi para peserta senam untuk diajak foto maupun dipeluk.Ternyata ia masih cukup populer dikalangan wanita meski sudah jarang wara wiri diacara gosip.Jadi ini arti senyuman manis yang diperlihatkan Eva saat turun mobil.
Eva tertawa puas melihat Ken yang kewalahan menghadapi kerumunan wanita.
Lima belas menit berlalu.
Eva masih setia mengamati Kekacauan itu.Akhirnya ia memutuskan untuk menolong Ken setelah suasananya berubah semakin kacau.
Ia harus ikut berdesak desakan diantara banyaknya wanita yang menggilai Ken River.Beberapa kali ia terlempar keluar saat berusaha mendekati Ken.
"Aishhh..susah banget sih" kesal usahanya tak kunjung membuahkan hasil
"Oke.Kayaknya kudu pake tenaga kuli"
Dapat.Eva segera menarik Ken menjauhi kerumunan fans fanatik itu.Yang ditarik sedikit kaget saat sebuah tangan menarik paksa dirinya keluar dari bencana.
Hoshh..
Hoshh..
"Kau gila Eva mengumpankan aku pada wanita seperti mereka" Ia masih berusaha mengatur nafas
"Apa kau jera?" Eva juga kelelahan
"Lain kali jangan bersikap konyol seperti kemarin" Eva duduk di bangku taman menyelonjorkan kakinya
"Aku janji tidak akan ada kedua kalinya" Ken ikut duduk
Setelah dari taman Eva mengajak Ken untuk naik bis umum.Ken membujuk Eva ini dan itu tapi tidak membuat niat Eva luntur begitu saja.
"Ayolah tuan jangan bersikap seperti putri kerajaan" ledek Eva
Bus berhenti dihalte..
"Yakin tidak mau ikut?" apa menyenangkan hati Eva sampai harus seperti ini.
Bus cukup lengang.Jadi mereka berdua bisa duduk dengan nyaman.
Lagi lagi Ken terpaksa menuruti kemauan Eva yang luar biasa merepotkan hari ini.Ia harus berjalan sejauh satu kilometer dari halte bus menuju rumah.
"Apa ini?" tanya Eva saat Ken menggenggam jemarinya
"Anggap saja ini bonus darimu" Eva berusaha menahan bibirnya agar tidak tersenyum.
Senang rasanya ia bisa berjalan santai sembari menggenggam tangan satu sama lain.Berharap waktu berjalan lambat?tidak Eva tidak ingin seperti itu.Keinginanannya adalah Ken bisa menerima masa lalunya.
Semakin lama ia merasa takut.Jika ia terlalu nyaman dengan semua perhatian yang selama ini ia terima dari Ken.Bagaimana jika berakhir?
Lagi pula wanita mana yang sanggup menolak pesonanya.Ken memang pandai mengambil hatinya.
Kemesraan itu segera berlalu saat mereka mendengar gonggongan anjing yang berlari menuju mereka.Awalnya Ken menahan Eva untuk tidak panik tapi mana mungkin Eva bisa stay cool.Ia takut pada anjing meski seimut apapun anjing itu.
Tanpa pikir panjang Ken dan Eva segera memanjat pagar rumahnya.Saking buru burunya kaki Eva sampai tersangkut saat berusaha turun dari pagar.Kesal sekali Eva saat anjing itu hanya melihat sekilas sambil berlari kecil melewati rumah Ken dengan santainya.
"Kenapa kalian panik sekali?Aku hanya bercanda" Eva seolah bisa mengartikan tatapan datar dari anjing yang hanya melewati mereka
"Dasar bangke malah ngeledek" ucap Eva yang malah membuat Ken tertawa.h
Benar benar..
Ekspresi terbangke.