Hug Me, Please

Hug Me, Please
#45 Isi Hati



*Kendrick Emery River


Tak bisa kuungkapan lagi kebahagiaan yang menjalar disetiap darahku.Penantian yang begitu lama dan menguras kesabaranku akhirnya berbuah manis.Kurasa aku sudah menjadi budak cinta Eva.


Wanita itu.Wanita yang dulu selalu tersenyum dan selalu hangat pada siapapun.Tapi terasa begitu jauh dari jangkauanku dan hatinya sulit untuk disentuh.


Hal itu yang selalu membuatku penasaran cara apa yang harus aku lakukan untuk meluluhkan hatinya.


Tapi siapa sangka malah aku yang terjebak dalam rasa penasaranku.Jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada wanita biasa saja.


Kecuali kopinya yang..


Sangat enak menurutku.


Tidak tidak bagiku Eva wanita yang luar biasa.


Aku jadi senyum senyum sendiri kan.


Sudahlah sebaiknya aku tidur.Tak akan ada habisnya memikirkan Eva seharian penuh pun.


 


 


 


*Kang Ji Min


Bahagia dan sedih diwaktu yang bersamaan.


Entah mana yang lebih dominan saat melihat Eva begitu bahagia berada dipelukan Ken.


Kupikir dengan melarang Ken menghubungi Eva selama beberapa lama aku bisa membuat Eva berpaling.Tapi kenyataannya tetap sama.Seberusaha apapun aku,tak pernah ada celah untuk masuk kehatinya.Memisahkan mereka malah membuat diriku makin sadar akan posisiku sebenarnya.


Sakit.


Tentu saja aku sakit karena tak bisa memiliki Eva.Namun rasa sakit itu hilang kala melihatnya yang begitu bahagia bisa bertemu Ken.


Tak apa aku turut berbahagia untuk Eva kecilku.Biarlah rasa ini kusimpan sendirian tanpa perlu membaginya dengan siapapun.


Memang tak ada yang lebih menyakitkan dari pada mencintai dalam diam.


Tapi bisa apa aku jika takdir berkata Eva harus bersama Ken.Aku harus rela.


 


Lamunanku buyar ketika mendengar ada notifikasi sms.Kuambil ponsel dari saku jas.Ternyata dari Ken.


 


 


"Terima kasih ♡"


 


 


Sedikit jijik karena ia menambahkan emoticon love dibelakangnya.Pamornya yang terkenal sebagai pengusaha kaya yang arogan dan tegas semakin luntur saja.Sungguh menggelikan melihat Ken River bertekuk lutut pada pelayannya sendiri.


Tak kusadari senyum mengembang dibibirku.Yah kenyataannya aku tetap harus berfikir jernih bukan.Cinta tidak boleh membutakan aku.Jangan sampai ia membuatku berubah jadi orang jahat.Aku tetap berusaha mempersatukan mereka meski aku diam diam mencintai Eva.Karena kurasa itu hal yang terbaik yang bisa aku lakukan untuknya.Lagi pula tak baik jika menyalahi takdir yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.Mungkin Tuhan sedang mempersiapkan bidadari untukku kelak.Aku hanya perlu bersabar dan selalu jadi pribadi yang positif.Menata masa depan agar wanitaku bisa hidup dengan nyaman dan senang bersamaku.


Jadi,untuk apa aku merusak hubungan Eva dan Ken.Itu hanya akan merusak diriku pula.Merusak hubungan kekeluargaan antara aku dan Eva.Tentu aku tak mau hal seburuk itu terjadi.Aku hanya takut jika hubunganku dan Eva sampai memburuk nantinya.


Bagaimana jika suatu saat ia terluka namun tak punya tempat untuk mengadu.Kemana lagi ia akan pergi kecuali kepadaku dan mama.Bukan aku tak percaya pada orang lain.Aku hanya terlalu sayang padanya dan takut ia salah memilih seseorang untuk mengadukan masalahnya.Takut ia jatuh untuk kesekian kalinya.


Semoga kehidupanmu lebih baik Eva,kau pantas mendapatkanya.Kau tetaplah pribadi yang baik diluar kesalahan fatal itu.


Biarkan takdir berjalan sebagaimana mestinya.Aku harus fokus pada kehidupanku sendiri.Aku juga perlu seseorang yang mencintaiku bukan.


Waktu akan menjawab kesabaranku.


 


 


 


---


Nah para pembaca kesayangan author,jaga diri kalian dari pergaulan bebas ya.Jangan kayak Eva.Perbaiki diri dan fokus sama masa depan.Hidup itu bukan cuma tentang cinta tapi prestasi dan juga keluarga.Jadi kalo kita udah menjaga diri dengan baik semoga kita juga dipertemukan dengan jodoh yang baik pula.


Maaf ya kalo author jadi menggurui.Semoga kata kata author gak nyakiti dan menyinggung hati kalian.


Salam sayang dari author yang cerewet ini ♡♡♡