
Selamat membaca semoga suka ♡♡♡
----
"Mari kita sambut CEO River Group tuan Ken River" ucapan mc disambut meriah dengan gemuruh tepuk tangan.Bahkan sebagian karyawan ada yang bersiul karena untuk pertama kali ceo mereka membawa serta istrinya.
"Eva" gumam Dito pelan namun Sheryl masih bisa mendengarnya
"Siapa Eva?" tanya Sheryl penasaran.
"Bukan siap-siapa" jawab Dito yang masih berusaha mengurangi keterkejutannya.
Ia tidak tahu perihal Eva sudah menikah lagi.Apalagi sekarang perubahan Eva jauh dari yang pernah bisa ia bayangkan.Cantik dan anggun.Dengan senyum yang terus mengembang kemanapun langkahnya pergi.Hatinya sedikit berdenyut nyeri,bagaimanapun ia pernah menjadi orang paling penting di masalalu Eva.Rasa sakitnya ini bukan karna ia masih cinta,namun karena Eva terlihat lebih bahagia hidup drngan Ken daripada saat hidup bersamanya dulu.
Pesta semakin meriah.Sambil terus menggandeng istrinya Ken menyapa rekan bisnisnya satu persatu.
"Selamat malam nona Sheryl" sapa Ken tiba-tiba.
Degg..
Eva sama kagetnya dengan Dito.
Jadi ini kejutannya Ken,batin Eva.
"Selamat malam tuan Ken" sapa Sheryl.Dito masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Dari jarak sedekat ini Eva terlihat sangat cantik.
"Ehemm" Ken sengaja berdehem saat Dito malah sibuk mengamati Eva.Membuat Eva tidak nyaman sama sekali
"Oh ya selamat malam tuan Ken" ucap Dito mengulurkan tangan.Tentu saja diabaikan oleh Ken.Ingin sekali kucongkel matamu karena beraninya menatap Eva,batin Ken.
"Kenalkan ini istriku Eva" Eva tersenyum pada Sheryl.Oh jadi perempuan ini yang membuat Dito meninggalkan kami,batin Eva.Namun ia segera menghapus pikiran itu.Hidupnya sekarang jauh lebih bahagia dengan Ken.Sangat bahagia malah.
"Tentu anda jauh lebih cantik nona Eva,bukan begitu sayang" ucapan Sheryl membuat Dito sedikit terkejut
"Ah iya Eva memang selalu cantik" gumam Dito.Rahang Ken mengeras mendengar pujian itu.Bisakah kurobek sekarang mulutnya,Ken semakin kesal saja.
"Sayang ini sudah malam,apa tidak sebaiknya kita pulang" Eva tahu Ken sedang menahan emosinya.Mereka harus cepat pergi dari sini.
"Ah iya sayang,pasti anakku sudah merindukan kita" Ken mencium kening Eva untuk meredam emosinya
"Baiklah nona Sheryl kami permisi dulu" selepas kepergian mereka Sheryl menyadari jika suaminya terus mengamati Eva meski langkah mereka semakin menjauh.Apa mereka punya hubungan dimasa lalu,tanya Sheryl dalam hati.
----
Sheryl melepas sepatunya.Merebahkan punggungnya disofa untuk melepas lelah sejenak.Setelah beberapa saat Sheryl baru sadar ada amplop berwarna coklat diatas meja.Karena penasaran ia pun membukanya.
Tangannya kian gemetar melihat banyaknya foto yang ia temukan di amplop itu.Mulai dari foto Dito merangkul Eva dan menciumnya mesra.Sampai foto Eva tengah hamil dengan Dito yang mengelus perutnya.Undangan pernikahan.Lalu foto Dito saat tak sengaja bertemu Eva dirumah sakit.Dan foto Dito yang masuk kerumah seseorang dan terakhir saat ia berada di makam.Dalam foto itu disertakan tanggal pengambilan.
Sambil menahan air mata Sheryl memutar cd yang juga disertakan dalam amplop.Banyak momen yang terekam jelas.Perlakuan Dito yang begitu manis pada Eva.
Bagian terakhir video itu merekam percakapan Dito dan Eva saat bertemu dirumah sakit.Sheryl ingat saat itu ia sedang dalam masa persalinan.Jadi anak Eva sedang sakit dan dirawat disana juga.
Ingin Sheryl menipu hatinya jika semua yang ia lihat hanya rekayasa.Tapi itu semua adalah kebenaran jika Dito pernah mempunyai anak dengan Eva.Hatinya terlalu sakit.Kenapa Dito merahasiakan semua ini darinya.Dan tak ada satu orang pun yang memberitahunya.Apa keluarganya sama tidak tahunya dengan Sheryl.
"Sayang" Dito yang baru saja masuk terkejut dengan rekaman yang sedang ditonton oleh Sheryl.Itu adalah masalalunya.Masalalu yang ia kubur dalam-dalam selama ini.Bagaimana Sheryl bisa mendapatkan semuanya.
"Sayang" Dito kembali menghampiri Sheryl.Ia yang berusaha menyentuh pundak Sheryl langsung ditepis.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!" bentak Sheryl.