Hug Me, Please

Hug Me, Please
#24 Kamukah Itu??



Selamat membaca semoga suka ya sayy..


Jangan lupa likr komen dan subscribe ya..


 


 


---


Tok..tok..


"Eva bangun" teriak Ken dari depan pintu.Tangannya secara tidak sengaja memegang knop pintu


"Ni anak sembrono banget gak dikunci" Ken lalu masuk ke kamar Eva.Kosong tidak ada siapapun.


"Lalalala" Eva bersenandung kecil saat keluar dari kamar mandi


"Aaaaaaa" Eva reflek melempar pajangan kayu diatas nakas


"Awww" Ken menoleh ke Eva yang berada dibelakangnya


Degg..


Ia seketika kaget saat melihat Eva hanya mengenakan handuk yang melilit di badannya


"Keluar" Ken segera keluar saat mendengar jeritan Eva yang melengking


"Njirr suara kenceng banget kek toak" ucap Ken setelah berada diluar kamar


"Sial.Tegang lagi gua.Padahal dia masih pake anduk" Ken mengusap kasar rambutnya.Ia segera ke kamar mandi untuk menenangkan juniornya yang berontak.


Ken kembali mengetuk kamar Eva sejam kemudian.


Kini Eva sudah mengenakan pakaian lengkap.


Mereka berjalan ke restoran hotel.


Eva masih betah duduk di restoran sepeninggalnya Ken.Ia memilih duduk disana karena tidak tahu harus kemana.Selain Ken ia tidak mengenal siapapun disini.


Tiba tiba mata Eva menangkap sosok bayangan laki laki akan keluar restoran.Entah mengapa ia menjadi begitu penasaran.Eva bangkit dari kursinya untuk memastikan apa ia mengenal lelaki tadi.Sesampainya di lobby Eva berjalan cepat mencari sosok itu namun tidak ada.


Kenapa rasanya ia tidak asing?


Tapi siapa?aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas batin Eva.


Eva seperti orang kebingungan disana.Pikirannya kacau hanya karna melihat sosok bayangan yang tidak asing.Ia duduk di sofa lobby hotel selama beberapa menit.Meremas pelan kedua lututnya menahan perih hatinya.Sakit rasanya.Eva sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh.Ia mengigit bibirnya pelan.Namun semakin ia tahan genangan air matanya semakin bertambah.


"Jangan Eva jangan" ucap Eva pada diri sendiri


Tess..


Tess..


Tess..


Lama kelamaan air matanya semakin tidak bisa ia bendung.Pertahanannya runtuh.


"Bukan,itu bukan dia" gumamnya pada diri sendiri


"Hey kamu kenapa?" tanya seorang wanita yang tidak ia kenal


"Aa..aku gak kenapa napa" sahut Eva sambil mengusap air matanya


"Beneran?" tanya wanita itu lagi.Eva mengangguk kecil ia lalu pamit untuk pergi ke kamar


"Kamu liatin siapa sayang?" tanya lelaki berumuran dua puluh tiga tahun


"Eh sayang.Itu tadi ada cewek yang tiba tiba nangis.Pas aku samperin ia malah pergi" ujarnya


"Ayo aku udah selesai chek out barusan" ia merangkul bahu kekasihnya itu


"Yaudah.Tapi jalan jalan dulu"


"Iya Sheryl" ia mengusap lembut rambutnya


 


 


 


 


---


 


 


Kedua mata Eva sedikit sembab karena menangis.Ia duduk di kursi sambil memandang laut lepas.Tatapannya kosong,pikirannya entah melayang kemana.


"Eva" panggil Ken saat membuka pintu kamar


"Iya tuan" Eva buru buru bangkit dari duduknya.Langkah Ken terhenti sejenak.Ia mengamati raut wajah Eva yang sedikit sendu.


"Kamu abis nangis?" tanya Ken hati hati


"Iya abis nonton sinetron tadi tuan" ucap Eva lalu tersenyum


"Kita pulang sekarang gak apa apa?aku ada sedikit kerjaan dikantor?"


"Iya gak apa apa tuan.Saya beres beres dulu" Eva lalu beralih kelemari membereskan barang barangnya.Ken mengamati setiap gerakan Eva.Ia yakin ada sesuatu yang berusaha ditutupi darinya.Ken berjalan menghampiri Eva yang sibuk memasukkan baju kekoper.


Ken memeluk Eva dari belakang membuat Eva menghentikan kegiatannya.


"Aku ada salah?" Ken masih memeluk Eva


"Tidak tuan" ucap Eva lalu kembali membereskan koper.Eva menarik resleting koper ketika semua barangnya sudah masuk.


"Lalu ada apa?" Ken menaruh kepalanya dipundak Eva


"Tidak ada hanya perasaan saya sedikit kurang bagus tuan" Eva memegangi kedua telapak tangan Ken yang masih memeluknya


"Ketika semua terasa begitu berat,ingat masih ada aku disisimu" Eva merasa tenang sekali mendengar perkataan Ken barusan.


"Jangan buat aku semakin bergantung padamu Ken" batin Eva.