
Para pelanggan wanita mulai berbisik bisik membicarakan Ken yang sedang duduk sendirian.Ada yang senyum senyum sendiri atau mengambil fotonya diam diam,sampai ada yang nekat mendatangi mejanya.Tentu saja ia langsung diusir oleh lelaki itu.Tujuannya kemari untuk menemui Eva seorang.
Lama kelamaan Eva gerah melihat pemandangan itu,ia menarik Ken menuju loker menjauhkannya dari godaan para pengunjung.
"Kenapa masih disini?" tanya Eva kesal
"Kenapa?emang ga boleh nyamperin pacar" wajah Eva langsung memerah seketika
"Sengaja banget biar digodain cewek cewek" ujar Eva sambil berkacak pinggang
"Kamu cemburu?" selidik Ken yang merasa senang dengan perubahan sikap Eva.Yang ditanya malas menjawab hal yang sudah tergambar jelas diwajahnya.Apa itu perlu dipertanyakan lagi.
"Aku mana perduli dengan mereka" Ken memang tak menghiraukan mereka
"Aku kesal" jawab Eva jujur yang membuat senyum dibibir Ken semakin melebar
Cupp..
Ciuman kilat di kening Eva
"Jangan marah lagi" ucap Ken yang langsung diberi anggukan Eva.
"Pulang gih"
"Ngusir?"
"Iya.Daripada kamu dikerumunin cewek begitu"
"Yaudah aku balik.Jam tujuh aku jemput"
"Ya" Eva masih diam di tempatnya memandangi punggung Ken.Seulas senyum menghiasi wajahnya selama beberapa detik.
Saat Eva keluar wajah wajah tidak senang dari beberapa pengunjung langsung menyerbunya.Abaikan saja.Besok mereka juga akan lupa dengan kejadian hari ini pikir Eva.
Tepat jam tujuh Ken sudah menunggu sambil menyandar pada badan mobil.Risa dan Tiara langsung memberi kode pada Eva.Semenyebalkan apapun Ken baginya ia tetap lelaki terbaik sejauh ini.Setelah pekerjaan selesai Eva langsung menghampiri Ken diluar toko.
"Hai" Eva memeluk Ken erat.Membuat Ken menautkan alisnya
"Manjanya" ledek Ken
"Apaan sih,ayo balik" Eva masuk kedalam mobil.
Perjalanan yang panjang karena keduanya beradu argumen.Eva ngotot untuk pulang ke apartemen sedangkan Ken memintanya pulang ke rumahnya.Lagi lagi Ken mengalah demi Eva.Tentu dengan syarat ia harus menginap disana.
"Ngapain?" tanya Ken dari ruang tamu
"Masak,kamu belum makan kan?" sahut Eva tanpa menoleh.Hal yang paling membuat Ken jatuh cinta dengan Eva yaitu perhatiannya yang tulus.
"Makan dulu" ucap Eva setelah satu jam berkutat didapur
"Apaan ini?" Ken menunjuk sayur dipanci
"Sayur sop.Kamu jarang makan sayuran"
"Gamau" Eva langsung menatap tajam pada Ken
"Yayaya,kamu selalu menang!" ujar Ken yang sambil menarik kursi meja makan
---
Keesokannya..
Eva tengah mengelap salah satu meja.Secara tidak sengaja matanya mengangkap Tiara yang tengah curi curi pandang pada Jimin.Ada yang aneh bukan dari caranya menatap lelaki Korea itu.Tiara menoleh padanya.Ia terlihat gelagapan saat kepergok memandangi bosnya itu.Benar bukan.Eva tersenyum simpul.Ia lantas menghampiri Tiara yang masih pura pura sibuk.
"Hey!" Eva menyenggol lengan Tiara
"Eh..iya Va" sahutnya kikuk
"Samperin,jangan cuma dianggurin" celoteh Eva
"Ck..Apaan sih" Tiara masih melanjutkan kerjanya
"Mau gua bantuin gak?" tawar Eva yang kembali menyenggol lengan Tiara.Kali ini lebih keras.
"Gada harapan Va" akhirnya ia buka suara juga
"Alesannya?" tanya Eva penasaran
"Keyakinan" Eva diam.Benar juga.Tiara dan Jimin memang beda keyakinan agama.
"Gua lanjut kerja ya" ucap Eva sebelum berlalu pergi ke dapur.Yeni yang dari tadi memelototi Eva diacuhkan saja.Sebenarnya Eva kasihan padanya.Ia tidak punya teman akrab satupun di toko dengan sifatnya itu.Mungkin lain kali Eva memang harus mengajaknya mengobrol dari hati ke hati.Karena kita tidak pernah tahu bagaimana sifat yang sebenarnya bukan.Bisa jadi ia adalah orang kesepian yang berusaha menutupinya dengan sifat yang sinis.Mungkin juga tidak.Tapi siapa yang tahu,Eva tidak mengenal Yeni lebih jauh.
Dari siang Eva sudah berpesan agar Ken tidak menjemputnya.Ia ingin berkunjung kerumah Tiara sebentar.