
Butuh satu jam untuk sampai di flat milik Tiara.Lumayan jauh karena mereka menggunakan bis untuk transportasi.
"Masuk Va" ajak Tiara saat dirinya membuka pintu flat sewaannya
"Kamu sendiri?" tanya Eva saat masuk kedalam flat berukuran kecil
"Ya.Minum dulu Va" Tiara menyodorkan segelas air minum
"Makasih" ucap Eva
Eva yang hanya berniat mampir malah enggan pulang karena keasyikan mengobrol.
"Mending tinggal sama aku aja Ra,aku sendirian gada temen" usul Eva
"Gak Va.Aku udah nyaman tinggal disini" tolak Tiara sopan
"Kan jauh dari kerjaan Ra.Itung itung nemenin aku" bujuk Eva
Tiara tampak berfikir.Menurutnya tawaran Eva sangat bagus,tapi ia merasa agak sungkan.
"Ayolah Ra" rengek Eva yang kesekian kalinya
"Kamu tanya pak Jimin dulu ya"
"Halah gak perlu ijin dari dia.Aku yang ambil keputusan" ucap Eva.Niatnya untuk menjodohkan Jimin dan Tiara semakin bulat.Tiara gadis yang baik menurutnya.Mulai sekarang ia harus menyusun rencana.
Drtttt..
"Sama siapa kamu?kenapa gak diangkat telfonnya?!" suara khas dari Ken yang tengah cemburu
"Sama Tiara.Aku mau nginep disini" sahut Eva dengan tenang
"Gak gak.Share lokasi,aku bakal jemput kamu!"
"Apaan sih"
"Gada bantahan.Ajak aja temen kamu" Ken lantas menutup telfon.Eva baru sadar jika belasan telfon tak terjawab dari Ken.
"Kenapa Va?" tanya Tiara yang agak bingung
"Bawa baju Ra.Si Ken mau jemput kita" sahut Eva tidak enak
"Buat aku aja Ken nya" goda Tiara
"Enak aja!" sahut Eva cepat
Tak lama berselang Eva mendapat pesan singkat dari Ken jika ia sudah menunggu di bawah.Eva melihat dari jendela jika Ken memang sudah sampai.Tiara hanya mengelengkan kepalanya melihat Ken yang begitu protektif pada Eva.Sampai sebegitunya ia mencintai Eva.Bahkan menginap dirumah sahabatnya saja sampai dijemput pulang.Semoga Tiara juga menemukan cintanya nanti.
"Ini udah malem kamu mau pulang jam berapa?" tanya Eva saat mereka berdua masih diambang pintu
"Males pulang.Kangen" dengan gaya manja Ken yang membuat Eva geli setengah mati
"Udah sana pulang.Besok kamu masih harus kerja" nasihat Eva
"Iya bawel.Sini peluk dulu" Ken membentangkan kedua tangannya lebar lebar.Malas berdebat lagi Eva balas memeluk Ken erat.Betapa menggelikannya mereka berdua batin Tiara.
Ken akhirnya pulang setelah dipaksa oleh Eva.Jika tidak begitu kapan lelaki itu akan memutuskan untuk pergi.Memang harus ada unsur paksaan untuk meminta Ken pulang.
"Ayo Ra.Aku tunjukin kamarnya" ajak Eva menuju lantai atas.Tiara mengekori Eva yang berjalan didepannya.
"Gede banget" ucap Tiara saat Eva membukakan pintu
"Lebay dah"
"Serius Va.Ni kamar aja dua kali lipat ukuran flat aku"
"Terserah dah.Aku mau tidur udah ngantuk"
"Kalo laper atau haus ambil sendiri di dapur ya" tambah Eva sebelum masuk kedalam kamarnya sendiri.
Setelah hari itu,Tiara pun memutuskan untuk tinggal dengan Eva karena paksaan yang diterimanya.Risa ikut membantu perpindahan Tiara ke apartemen Eva.
"Oppa gak kesini Va?" tanya Risa
"Jarang.Emang kenapa?" tanya Eva balik
"Siapa tahu ketemu kan bisa pedekate"
"Si Tomy mau dikemanain?" tanya Tiara
"Ribut mulu sama dia ma" jawab Risa
"Ribut tapi cinta" timpal Tiara yang sedang menata bajunya kedalam lemari
"Makanya punya pacar Ra.Biar ada yang diajak ribut"
"Ngaco lu Ris" Eva menoyor kepala Risa
"Lah otak dia ma separo Va"
Semua menjadi lebih baik sekarang.Eva punya Ken yang mencintainya.Jimin dan kedua temannya ini.Dan masih banyak lagi sebetulnya.Perlahan semua mulai membaik.