
Selamat membaca semoga suka ya say..
Jangan lupa like komen dan subscribe ya..
---
*Kang Ji Min
Aku khawatir belakangan Eva jarang menghubungiku.Apa terjadi sesuatu padanya.
*Jimin
Halo Eva.Apa kau baik baik saja?
*Eva
Baik.Kenapa memangnya kak?
*Jimin
Aku hanya rindu.Bisa kita bertemu sabtu nanti?
*Eva
Tentu saja
Aku mengobrol beberapa saat dengannya.Apa hanya perasaanku saja.Sepertinya Eva sedang ada masalah.Semoga saja tidak.
"Chef.Ada pesanan cake untuk pesta pertunangan" ucap Tomy
"Berapa banyak?" tanyaku
"Seribu lima ratus chef"
"Emm..ambil.Katakan pada toko cabang untuk membantu membuat pesanan"
Ya aku sudah memiliki tiga cabang toko saat ini.
Namun itu tidak membuat papaku merasa bangga dengan pencapaiannku.
"Yes chef"
---
Jimin memutuskan untuk pulang mengunjungi papa dan mamanya.Ia memang semakin sering pulang setelah membuka tiga cabang toko.Tidak ingin hubungannya dengan papanya semakin memburuk.
"Sayang kamu pulang" sambut mama Jimin
"Papa mana ma?"
"Sedang mandi.Kau sudah makan malam" tanya Sohee
"Kau pulang?" suara berat Kang Ji-Sub papa Jimin
"Papa" Jisub menarik kursi meja makan.Ekspresinya tetap dingin seperti biasa.
Jisub masih marah karena Jimin lebih memilih untuk membuka toko kue daripada meneruskan bisnisnya.
Kakak pertama Jimin yang bernama Kang Ji Seok sudah mengurus bisnis papanya yang ada di Korea.Ia sudah menikah dan mempunyai anak perempuan berumur enam tahun.Sedangkan kakak keduanya Kang Ji Eun baru saja menikah bulan lalu.Sebagai putra bungsu Jisub juga menaruh harapan besar pada Jimin.Tapi anaknya memilih jalan yang berbeda dari tradisi menjalankan bisnis keluarga turun temurun.
"Jangan diambil pusing.Papamu memang selalu seperti itu kan sejak dulu" ucap Sohee menenangkan Jimin
"Menginaplah ini sudah malam"
"Iya ma" sahut Jimin
Paginya Jimin menjemput Eva didepan rumah Ken.Tak butuh waktu lama Eva segera keluar menemui Jimin.
Pandangan Jimin teralihkan ke jendela lantai atas.Ia melihat seperti ada yang mengamati mereka sejak tadi.
Jimin membukakan pintu untuk Eva sebelum ia sendiri masuk kedalam mobil.
"Kau ada masalah apa Eva?" tanya Jimin tanpa mengalihkan pandangannya
"Aku tidak bisa bercerita kak" jawab Eva
"Apa kau sudah tidak menganggap aku sebagai kakakmu lagi?"
"Bukan begitu" Eva memandang kearah Jimin yang sibuk menyetir
"Waktu itu.." Jimin tetap setia mendengarkan.
"Aku hampir diperkosa kakak ipar Ken" mendengar ucapan Eva membuat Jimin menginjak rem dalam dalam.Untung saja mereka memasang sabuk pengaman.
"Apa ia berhasil menyentuhmu?" Jimin melepas sabuk pengamannya agar bisa leluasa menghadap Eva.Eva menggeleng pelan.
"Ken dan Caleb datang menolongku" tetes demi tetes membasahi pipi Eva.Jimin merasa terluka mendengar pengakuan Eva.Ia tidak bisa membayangkan betapa besar rasa sakit yang harus ditanggungnya.
"Apa ada hal lain yang membuatmu sedih?" tanya Jimin yang sudah menarik Eva kedalam pelukannya
"Aku ingin mengakui semua masa laluku pada Ken"
"Kurasa keputusanmu sudah tepat Eva.Cepat atau lambat Ken akan tahu tentang masa lalumu"
"Dan akan lebih baik jika dia tahu dari dirimu sendiri"
"Ya kak"
"Jangan sedih.Mama sudah menunggu kita di toko Kau bisa berbagi cerita nanti" Jimin memacu mobil menuju Last Cake.Nama toko kue miliknya.