
Selamat membaca semoga suka ♡♡♡
-----
"Aku bisa malaporkan kalian!" Ancam mama Dito
"Cukup!" Teriak Eva yang akhirnya tak bisa menahan emosinya lagi.Sudah cukup ia bersabar.
"Pulanglah tante,atau anda akan semakin dipermalukan disini" ucap Eva tegas.
Saat mama Dito melangkah pergi Eva kembali memanggilnya.
"Kurasa ini cukup untuk membantu perusahaan tante" Eva melepas dua cincin berlian yang dikenakannya
"Sudahlah tante jangan munafik" ucap Eva pelan namun begitu menusuk dihati mama Dito.
Begitulah mama Dito,meski ia sudah memaki Eva dan menyiram Eva dengan jus tapi ia tetap menerima cincin berlian yang diberikan oleh Eva.
Risa yang kembali dengan ember celingak-celinguk mencari keberadaan mama Dito.Dan Tiara yang baru kembali dari supermarket juga bingung dengan keadaan Last Cake yang kacau.
Dengan senang hati Risa menceritakan semuanya.Sambil menemani Eva yang mengganti bajunya yang basah terkena siraman jus.
Untung Kea tidak ia ajak.Kasihan jika anak itu sampai ikut dan melihat keributan ini, batin Eva.
Jimin meminta semua pengunjung untuk menghapus rekaman video yang mereka buat.Ia sampai mengancam jika video itu sampai ada yang mengunggahnya ke internet atau tersebar Jimin tidak akan segan menghancurkan hidupnya.Siapa pula yang tak ngeri dengan ancaman seperti itu.Namun sebagai permintaan maafnya,mereka digratiskan makan dan minum sampai sore.
Ken yang mendapat kabar dari Jimin langsung meninggalkan rapat saat itu juga.Semua urusan diambil oleh Mei Qing yang selalu menangani masalah darurat seperti ini.Ceo nya itu memang bucin tingkat dewa.
"Apanya yang luka?!" tanya Ken saat menemui Eva di Last Cake
"Aku baik-baik saja sayang" Eva tak mungkin menceritakan ia disiram jus oleh mama Dito
"Baju siapa ini?" Ken menarik ujung kaos yang dikenakan Eva
Cupp..
Eva mencium sekilas.Tidak ada cara lain yang bisa membuat Ken tenang selain menciumnya dalam keadaan ini.Jangan sampai Ken banyak bertanya.
Ken yang merasa terpancing langsung meraih tengkuk Eva.Melumat bibir Eva dengan nafsu yang menggelora.
"Maaf aku tidak melihat kalian berciuman" ucap Risa menutup matanya dan berbalik keluar ruang ganti
Dugg..
Kepala Risa terantuk pintu saat buru-buru keluar.
"Maaf sayang aku tidak menghubungimu,aku hanya tidak mau mengganggu rapatmu dengan klien" Eva menunduk.Suasana kembali serius.
"Kau dan Kea selalu menjadi prioritasku sayang.Jangan berpikiran seperti itu lagi" ucap Ken membelai lembut kepala Eva
"Emm..itu..anu sayang" Eva bingung harus menjelaskan bagaimana tentang dirinya yang memberikan dua cincin berlian itu.Tadinya ia hanya kesal dan reflek memberikan itu demi harga dirinya.
"Kenapa?" tanya Ken lembut
"Aku memberinya dua cincin berlianku" gumam Eva
"Cincin berlian?" tanya Ken terkejut
"Iya habisnya aku kesal karena ia terus memakiku dan membuat keributan" ucap Eva
"Kenapa cincin,harusnya kau berikan kalung ini saja.Kalung ini lebih mahal daripada dua cincin berlian itu" ucap Ken sambil memegang kalung Eva
"Memang berapa harga cincin itu?" tanya Eva yang mulai panik
"Hanya beberapa milyar,jika kalung ini bisa mencapai ratusan" ucap Ken dengan santainya
"APA?!!!" jiwa misqueen Eva berteriak.Apa Ken bilang tadi hanya beberapa milyar.Itu semua uang kan? Eva lemas sambil meratapi uang milyaran yang ia berikan percuma
"Ah Kennn..jika tahu begitu aku tidak akan memberikannya.Apa sebaiknya aku minta balik saja?" Eva gusar dengan nominal yang disebutkan oleh Ken.Ahhh cincin berlianku....uangku....
"Justru aku senang karena kau menunjukkan siapa dirimu sekarang Eva.Kau itu sudah menyandang gelar nyonya River.Jumlah uang segitu tidak ada apa-apanya dibanding harga dirimu yang direndahkan" ucap Ken menangkup wajah Eva
"Ah Kennn...aku cinta kamu" Eva memeluk Ken dengan erat.Merasa begitu dicintai oleh orang yang juga kita cintai adalah hal yang luar biasa.
"Aaaa...aku tidak melihat kalian berpelukan" Risa kembali memergoki momen Eva dan Ken.
Mereka berdua sampai terpingkal-pingkal melihat kekonyolan Risa.