Hug Me, Please

Hug Me, Please
#29 Cemburu Buta



Selamat membaca semoga suka ya sayy..


Jangan lupa like komen dan subscribe..


---


*Kendrick Emery River


Diam diam aku mengikuti mobil Jimin.Tanpa sadar aku meninju stir mobilnya saat melihat Jimin tengah memeluk Eva didalam mobil.


"Aku ingin lihat seberapa besar kau menyukainya Eva" ucapku yang kembali menyalakan mesin mobil membuntuti mereka berdua.


Mobil ku ikut berhenti saat tiba didepan toko kue.Bisa kulihat Eva tengah berpelukan dengan wanita paruh baya.


Eva terlihat sangat akrab dengan wanita itu yang kurasa adalah ibu Jimin.


Jadi sudah sejauh ini hubungan kalian Eva.Kenapa kau menutupinya dariku.


Aku memilih pergi meninggalkan tempat itu.Hatiku kian panas melihat Eva begitu manja dengan ibu Jimin.


"Hey kawan" sapa Caleb saat aku memintanya menemuiku disebuah kafe


"Duduklah"


"Kali ini apa lagi?" aku tahu Caleb mulai bosan mendengar keluhanku tentang Eva


"Eva"


"Sudah kuduga" ucap Caleb tenang sambil meminum kopi yang sudah kupesankan


"Beberapa hari yang lalu kami hampir melakukannya.Tapi Eva malah datang bulan"


Puuffttt..


Caleb menahan tawanya saat mendengar ucapanku.


"Malang nasibmu Ken" ledek Caleb


"Sialnya aku sampai harus mandi dua kali untuk menenangkan juniorku"


"Parah..parah.Eva benar benar menjatuhkan martabat seorang Ken River"


"Terus saja meledekku"


"Kau payah dalam menaklukkan hati Eva,Ken"


---


Ken memainkan jari jarinya dibahu sofa.Ia sudah pulang sejak sore tadi namun tak menemukan keberadaan Eva.


Ceklekkk..


"Sudah selesai kencannya?" mata Ken seolah berkilat tajam.Setajam silet (disarankan agar membacanya ala pembawa acara gosip ya sayy)


"Kencan?" bingung dengan tuduhan yang ia terima


"Bukannya kau bertemu calon mertua?"


"Bicara yang jelas tuan jangan bertele tele" sambil berjalan kedapur


"Jujurlah jika kau bertemu orang tua Jimin kan?" desaknya


"Iya" Eva mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas


Ken mengepalkan tangannya menahan emosi


"Kau menyukainya?"


"Maksud tuan kak Jimin?" ia mencoba memastikan


"Siapa lagi" Ken melipat kedua tangannya


"Rasa suka yang bagaimana.Saya memang menyu.."


"Ternyata benar dugaanku" potong Ken sambil tersenyum kecut kayak lagi makan lemon


"Hanya suka sebagai kakak.Tidak lebih" lanjutnya


"Kau tidak ada hubungan spesial dengan Jimin?" secepat kilat mood Ken berubah drastis,tingkahnya manja seperti anak kucing.Lantas memeluk Eva dari belakang sambil menciumi pundaknya.


"Jangan konyol tuan.Mana mungkin kami berpacaran.Kami tumbuh bersama saat kecil" nada suara Eva berubah dari santai menjadi kesal


"Err..Apa kau mau coklat Eva?"  bujuk Ken supaya Eva tidak bertambah marah.


Bujukan yang payah Ken.


"Tidak" sahut Eva cepat berlalu meninggalkan Ken seorang diri menuju kamar


Salahmu Ken mencari masalah dengan wanita yang sedang datang bulan.


"Apa kau kesal Eva?"


"Tingkah anda seperti anak kecil tuan"


"Apa kau akan tetap menerimaku disaat tau aku sudah punya anak diluar nikah Ken?" batin Eva sambil menutup pintu kamar.Selama beberapa saat Eva masih menyenderkan punggungnnya di pintu


Tentu Eva tidak bodoh untuk tak mengerti gelagat Ken selama setahun lebih ini.Paham betul jika Ken memang menaruh perasaan padanya.Apa pantas seorang Ken bersanding dengan dirinya yang hina dan kotor.Dan yang paling penting saat Ken mengetahui masa lalunya yang kelam,apa ia bisa menerimanya begitu saja.Tentu sebejat bejatnya lelaki ingin wanita yang baik untuk bersanding dengannya.Terlebih ia adalah Ken River pewaris dari keluarga River grup.